[Ficlet] Dear First Love

Cintaku untukmu adalah angkuh dan egois. Juga…mustahil.

 

Pemandangan ini harusnya menjadi sesuatu yang biasa untukku. Ponsel yang tergeletak di sisi kiri tempat tidurku, cahaya remang-remang dari lampu tidur yang kubiarkan menyala semalaman serta perabotan yang ada di dalam kamarku. Seharusnya, sampai aku sadar ada sesuatu yang tertinggal sejak aku memejamkan mataku dan jatuh tertidur saat menunggu.

Aku meraih ponselku sambil berharap akan menemukan sebuah notifikasi dari aplikasi LINE, saranaku untuk menghubunginya tadi malam.

NIHIL. Tidak ada notifikasi apapun di sana. Aku merutuk dalam hati. Memang kau siapa berharap pesanmu dibalas secepat itu? Kau baru saja mengiriminya pesan tengah malam, belum tentu juga dirinya masih terjaga meskipun hari ini merupakan hari spesial.

Waaah…ada yang ultah nih kayaknya…
Bau2nya mau ada yang traktiran kalo gini nih. :p
Happy Birthday ya ko!
Sukses selalu buat semua yang ko2 cita-citakan. Biar yang terbaik dalam hidup ko2, itu yang Tuhan berikan.
Tetep semangat dan cinta Tuhan.
Tuhan memberkati! 🙂

Aku mengerjapkan kelopak mataku berulang-ulang, berusaha meyakinkan diriku sendiri bahwa memang tidak ada pesan balasan yang tertinggal di kolom chat.

Kapan terakhir kali kita berbalas pesan? Kurasa sekitar enam bulan lalu. Enam bulan yang bagiku rasanya berubah menjadi sebuah penantian panjang yang takkan pernah berakhir kalau saja bukan aku yang mengakhirinya. Enam bulan yang mungkin bagimu bukanlah apa-apa.

Aku memilih untuk menunggu sedikit lebih lama, apalah artinya hanya menunggu beberapa jam dibandingkan penantianku selama ini? Apalah artinya jika dibandingkan dengan entah berapa banyak tangisan yang menetes karenamu?

Benar, cinta yang bertepuk sebelah tangan adalah menyakitkan. Tapi pun benar juga, cinta tak memiliki kemudi yang bisa menuntun hatimu kemana kau hendak berlabuh. Cinta datang dan pergi sekehendak bagaimana seharusnya. Jadi, jika aku mencintaimu sekian lama tapi tak pernah berbalas mungkin juga sudah takdirku.

Ko… Tadi malem aku ada LINE ko2. Masuk ga?

Matahari yang telah membubung tinggi membuyarkan kesabaranku sekedar untuk menunggu lebih lama karena bahkan status LINE-ku tidak berubah menjadi read. Percaya tidak percaya, setega itukah kau hingga tidak membaca pesan dariku?

Aku udah ga pake LINE lagi, soalnya di tempatku berat. 🙂 Ini no-nya sapa ya…? 🙂

Aku tersenyum saat membaca pesanmu. Bukan kali ini saja sebenarnya, lebih tepat jika dikatakan bahwa aku selalu tersenyum saat membaca pesanmu. Meski akhirnya aku harus menitikkan air mata, kalau-kalau isinya jauh di luar harapanku.

Aku mengetikkan pesan balasan. Semenjak kepindahanku ke kota kecil ini aku memang memutuskan untuk mengganti provider dengan signal yang lebih mendukung. Siapa yang menyangka kalau signal providerku yang sebelumnya sama sekali tak bernyawa di sini.

Ini lil sista-mu yang terhilang. Haha!
Wadoooh! Ga seru dah kalo LINE-ku ga masuk.

Ya, lil sista. Adik kecil. Seperti itukan kau selalu memanggilku?

Oalah… Makane kok kayaknya no yang belakangnya 3000 ini kayak pernah tau… Yang di HP-ku kan yang XL ya… Lah emang di LINE ada huru hara tah…? Hahahaha…

Iya XL di sini tewas makane aku pake no ini sementara. Lha kok ketemu yang 3000 juga.
Huru hara aku sendiri yang bikin gara2 ada bau2 traktiran gitu. :p

Makane kok baunya udah keliatan ini…. hahahaha… Dateng-o ke sini, nanti traktiran, hahaha… gimana kabar di sana?

Ahahahaha. Padahal aku udah bertapa semaleman pas mau ketik wish Happy Birthday buat ko2 eh ternyata ga sampe.
Dateng sana ya? Beliin tiket dulu, ko.
Kabarku luar biasa. :p

Andai kau tahu, bahwa aku memang selalu luar biasa jika itu menyangkut dirimu. Luar biasa bahagia saat aku bersamamu tapi juga luar biasa bersedih saat aku tahu bahwa takdirmu bukanlah diriku.

Dirimu adalah sosok yang kupuja dengan demikian angkuhnya. Angkuh, tanpa niat menganggap salah segala dampak atasnya. Adalah sosok yang kucintai dengan demikian egoisnya. Egois, tanpa niat sedikitpun untuk membaginya dengan yang lain.

Tapi, tidak peduli seberapa angkuh dan egoisnya perasaanku aku tidak akan pernah bisa mendapatkan porsi yang sama dari dirimu seperti yang sudah kusisihkan tanpa pernah kau minta sebelumnya. Tidak akan pernah mungkin bisa.

Seperti meraih awan di atas sana, seperti itulah diriku yang berusaha menggapai cintamu. Enam tahun berlalu tapi semuanya masih sama. Aku dan kau, mengukir kenangan bersama sebagai kakak dan adik. Enam tahun berlalu tapi aku masih tak sanggup menghapus rasa ini.

Cinta membuat orang menjadi bodoh. Bodoh karena tidak pernah membalas walau tersakiti. Cinta juga membuat orang menjadi buta. Buta karena tidak bisa lagi melihat yang lain selain seseorang yang kita cintai. Tapi tidak peduli apapun itu, aku bahagia karena aku bisa mencintai dirimu, seseorang yang tidak akan pernah kumiliki tapi akan selalu tersimpan di hatiku.

Aku dan dirimu. Tidak ada romantisme yang tercipta antara kita. Kita hanya memiliki sekelumit kisah sederhana tapi teramat istimewa bagiku. Kau, wahai cinta pertamaku.

Back sound : Merindu lagi by Yovie and Nuno (belakangan aku dengerin lagu ini terus dan yaaa cocok juga sama cerita ini. :p

credit picture : http://zahranuha.files.wordpress.com/2012/03/1st-love.jpg?w=500&h=333

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Dear First Love

  1. Ehmmm.. Kata2 yang ini >> “cinta tak memiliki kemudi yang bisa menuntun hatimu kemana kau hendak berlabuh” Aku suka banget eonni.. dan itu bener banget. Rasanya bertepuk sebelah tangan itu gak enak, tapi rasanya mencintai itu luar biasa.. hehe 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s