[One Shot Series] You. Are. Mine. Forever.

Previous Story

The Last (Love You Till the End of Time) | Saranghae, My Other Half!

Title : You. Are. Mine. Forever.

Author : neys

 

 

Ga Eul menghempaskan tubuhnya ke sofa yang ada di dalam rumah Jae Joong, sedikit mendengus saat mendapati kekasihnya yang tengah asik sendiri dengan ponselnya itu. Ia melirik pria yang duduk di sampingnya itu, mengernyitkan keningnya saat melihat pria itu terus tersenyum.

“Apa sih yang kau lihat?”

Jae Joong menoleh, menatap kekasihnya tersebut masih sambil tersenyum. “Aku sedang membaca twit dari para penggemarku. Entahlah, aku sangat terharu dengan semua ini. Aku juga begitu terhibur dengan kata-kata mereka yang terkadang di luar nalarku.”

“Mereka sangat mencintai dan mendukungmu. Ah! Mereka pasti senang jika tahu kau membaca pesan mereka satu persatu seperti ini,” ucap Ga Eul tulus.

“Ya, terlepas dari kau malah mengacuhkanku sih. Tapi untuk kali ini aku akan memakluminya, ini hari ulang tahunmu lakukan apa saja yang kau inginkan.”

Ga Eul hendak beranjak dari sofa tapi Jae Joong menahan lengannya lalu mengendikkan kepalanya ke arah sofa yang baru saja diduduki Ga Eul.

“Aku hanya ingin ke kamar mandi setelah itu aku akan kembali duduk dengan manis di sampingmu, okay?”

Jae Joong mengangguk-angguk sambil tersenyum puas. “Aku pikir kau marah. Baiklah, segera kembali ya?”

Ga Eul memposisikan tangan kanannya di sisi kanan kepalanya menyerupai seorang ajudan yang tengah memberikan hormat. “Siap, komandan.”

Jae Joong kembali asik dengan ponselnya dan saat Ga Eul kembali duduk di sisinya ia hanya menoleh sekilas tanpa berbicara apa-apa.

Ga Eul meraih tasnya lalu mengambil ipod-nya, nampak memilih lagu sebelum akhirnya memejamkan mata dan larut dalam lagu yang tengah ia dengarkan tersebut.

재중아 생일축하해^^

10:17 PM – 25 Jan 13

[TRANS] Jaejoong ah~ Happy Birthday ^^

Jae Joong terkikik sendiri membaca kicauannya di twitter barusan. Ia menoleh, menatap kekasihnya yang sepertinya sudah hilang ditelan dunianya sendiri. Ia mengetuk headphone yang terpasang di telinga Ga Eul dan langsung membuat gadis itu membuka matanya lalu menoleh.

Ga Eul melepas headphone-nya enggan. “Ada apa?”

“Kenapa kau diam saja?”

“Lalu? Aku harus bagaimana sementara dari tadi kau sibuk dengan ponselmu. Kau sendiri yang tadi memintaku kesini tapi setelah aku sampai kau malah sibuk sendiri jadi ya aku mendengarkan musik saja.”

“Kemana saja kau akhir-akhir ini, kau jarang sekali membalas pesanku.”

“Belakangan aku sibuk menulis novel. Kau tahu sendiri aku dikejar deadline yang diberikan oleh penerbit itu.”

“Tapi novel itu sudah selesai kan sekarang? Itu artinya kau bisa datang ke konserku nanti kan?”

Ga Eul menggeleng. “Aku tidak yakin. Aku minta maaf sebelumnya tapi aku benar-benar tidak bisa berjanji, masih ada banyak hal yang harus aku lakukan terkait dengan pekerjaanku. Aku janji akan mengusahakannya, sekalipun aku hanya bisa mendengarkan lagu terakhirmu sekalipun.”

Jae Joong mengangguk sambil tersenyum. “Tidak usah memaksakan diri. Aku bersedia konser pribadi di hadapanmu kalau kau memintanya padaku,” ucap pria itu kontan membuat Ga Eul tertawa.

“Romantis sekali.”

“Ngomong-ngomong, lagu apa yang sedang kau dengarkan?”

“내안 가득히” (naean gadeukhi)

“Eo? Laguku?”

Ga Eul mengangguk seraya tersenyum saat memamerkan layar ipodnya yang menampilkan judul lagu tersebut.

“Kenapa lagu yang itu?”

“Wae?”

“Dari lima lagu di album itu kenapa malah memilih satu-satunya lagu yang tidak kutulis sendiri liriknya?”

Ga Eul merubah posisi duduknya, ia menggeser tubuhnya agar menghadap Jae Joong lalu berkata, “Justru karena liriknya itulah akhirnya aku memilih untuk mendengarkan lagu ini.”

“Satu-satunya orang yang akan kupanggil cintaku adalah kamu. Kamu mengisi diriku. Aku mencintaimu seperti hari ini adalah hari terakhirku. Aku benar-benar menyukai liriknya.”

“Sementara lirik buatanmu sarat dengan patah hati, kesepian, seorang diri. Apa kau benar-benar tengah merasakan semua yang kau tulis di lagu itu? Kau merindukan sahabat-sahabatmu ah salah maksudku saudara-saudaramu?”

Jae Joong tertegun mendengar kata-kata Ga Eul. “Kenapa kau berpikir seperti itu?”

Ga Eul hanya mengendikkan bahunya. “Entahlah, aku hanya berpikiran seperti itu saja. Kau nampak sangat kesepian. Berbagilah bebanmu, kau selalu menyimpan semuanya sendiri.”

Ga Eul menggenggam jemari Jae Joong. Pria itu hanya tersenyum lalu balik menggenggam jemari Ga Eul, ia beringsut untuk memeluk tubuh Ga Eul dan menyandarkan kepalanya di bahu gadis itu.

“Dengan keberadaanmu di sini saja itu sudah lebih dari cukup untukku. Terima kasih kau sudah mau datang.”

“Aku pasti datang saat kau memintaku datang karena itu berarti kau sedang membutuhkanku. Tidak usah berterima kasih, aku ini kekasihmu. Aku ingin kau berbahagia dan aku akan selalu mendukungmu tidak peduli apapun yang orang lain katakan tentang dirimu.”

Jae Joong melepas pelukannya lalu menatap Ga Eul sambil memamerkan senyum separuhnya, membuat Ga Eul bergidik ngeri. Seingatnya ia tidak mengatakan hal aneh.

“Ya! Kau kenapa?”

“Jagiya, kau seharusnya tahu mengapa aku menulis lirik lagu one kiss. Lirik itu berkata, satu ciuman, satu hati. Dengan nafas perlahan, kita berbagi satu ciuman. Harusnya kau tahu bahwa aku menulis lirik itu untukmu.”

“Eh?”

“Kau ingat kan aku pernah berkata padamu bahwa kau itu adalah belahan jiwaku, separuh hatiku yang diciptakan memang untuk membuatku kembali utuh. Ingat?”

Ga Eul mengangguk masih dalam kondisi siaga, benar-benar tidak mengerti dengan apa yang tengah Jae Joong sampaikan padanya.

“Satu ciuman, satu hati.”

Jae Joong menangkup wajah Ga Eul lalu mencium bibir gadis itu lembut. Ciuman tiba-tiba itu membuat Ga Eul hanya bisa mengerjapkan kedua matanya sementara Jae Joong telah memejamkan matanya entah sejak kapan.

Ini ciuman kedua mereka tapi fakta di mana ciuman kali ini bukan hanya sekedar kecupan seperti ciuman pertama mereka, membuatnya salah tingkah sendiri. Saat Jae Joong melepaskan ciumannya, Ga Eul langsung memalingkan wajahnya, tidak berani menatap Jae Joong secara langsung.

“Satu tahun lalu aku menciummu, tahun ini aku menciummu. Haruskah aku menciummu lagi tahun depan? Apakah ini semacam hadiah ulang tahun untukku?” ucap Jae Joong lalu terkekeh mendengar ucapannya sendiri.

Ga Eul memilih untuk tidak menjawab melainkan kembali meraih ipodnya lalu kembali hanyut dalam dunianya sendiri. Melihat tingkah kekasihnya itu membuat Jae Joong geli sendiri, memang hanya gadis ini yang bisa membuat mood-nya menjadi sangat baik seperti ini. Semua tingkah laku dan kata-kata yang gadis itu lontarkan padanya selalu ajaib dan di luar prediksinya.

Ia memutuskan untuk kembali membaca pesan dari fans-nya. Ia sangat bersyukur mendapati ada begitu banyak orang yang menghormati pilihannya beberapa tahun silam, begitu banyak orang yang mendukung karirnya dan begitu banyak orang yang mencintainya di samping orang-orang yang justru berkebalikan dari itu.

Beberapa saat setelahnya ia memutuskan untuk menoleh, ingin tahu apa yang tengah kekasihnya itu kerjakan. Sedikit terkejut saat ia mendapati kekasihnya yang hanya diam meskipun ia memanggil nama gadis itu beberapa kali. “Sepertinya gadis ini sudah tertidur.”

Jae Joong bangkit dari duduknya lalu melepas headphone gadis itu lalu menggendongnya menuju kamarnya, ia meletakkan gadis itu dengan sangat perlahan ke tempat tidurnya supaya tidak terbangun. Ia merapikan rambut Ga Eul yang menutupi sebagian wajahnya lalu mengecup kening gadis itu. “Good night, sweetheart.”

Jae Joong meninggalkan gadis itu, ia merebahkan tubuhnya di sofa. Sebenarnya ia juga butuh istirahat tapi entah kenapa ia sama sekali belum mengantuk. Pikirannya dipenuhi dengan konser yang akan diselenggarakan hari ini. Ada begitu banyak hal yang mengganggu pikirannya di saat bersamaan. Bersyukur dia masih memiliki fans, teman-teman serta kekasih yang selalu ada untuknya.

Ga Eul menguap saat ia terbangun dari tidurnya, ia meraih ponsel yang ternyata Jae Joong letakkan di meja di sisi tempat tidur.

“Jam dua? Ah, rupanya aku tertidur. Gawat aku belum mengucapkan selamat ulang tahun untuk bocah menyebalkan itu.”

Ia membuka timeline Jae Joong, sekedar ingin melihat apa saja yang sudah pria itu post di sana. Tersenyum saat membaca ucapan selamat ulang tahun untuk dirinya sendiri itu. Ia memutuskan untuk menulis kata-kata serupa untuk pria itu.

@bornfreeonekiss 재중아 생일축하해^^

2:08 AM – 26 Jan 13

Tak lama terdengar pintu kamar dibuka dan muncullah sosok yang memang ia harapkan untuk muncul setelah twit barusan ia post.

“Ya! Kreatiflah sedikit saat memberi ucapan padaku,” seru pria itu.

Ga Eul tertawa. “Aku sedang malas berpikir. Sudahlah, yang penting aku memberi ucapan selamat bukan? Manja sekali sih?”

Jae Joong mengacak rambut Ga Eul membuat gadis itu memelototkan matanya sambil berseru, “Ya! Hentikan!”

Jae Joong hanya tertawa mengejek. Ia menghentikan aktivitasnya lalu beralih merapikan rambut yang baru saja ia acak-acak tersebut. Tak lama pria itu kembali menunjukkan senyum separuhnya.

“Berhentilah tersenyum seperti itu. Mengerikan.”

Jae Joong tertawa sekilas sebelum akhirnya mengecup bibir gadis itu cepat. “Itu ciuman ketiga kita,” ucap pria itu sementara Ga Eul masih belum berhasil mengembalikan kesadarannya.

“Oh ya, satu lagi. Ingat kata-kataku ini baik-baik.”

Jae Joong menangkup kedua pipi gadis itu dengan kedua tangannya. “You. Are. Mine. Forever.”

.fin.

Absurd! Mungkin satu kata itulah yang cocok menggambarkan FF aku kali ini. Entahlah, aku bikin ini ngebut barusan. Ya udahlah, aku nggak tahu juga mau ngomong apa sebenernya. Semoga ke-absurd-an FF ini masih bisa dimaklumi. Amin. ^^

Advertisements

2 thoughts on “[One Shot Series] You. Are. Mine. Forever.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s