[Ficlet] Another Story on Christmas Day

Previous story : Nunmuri Nanda (Tears Are Falling)

Title : Another Story on Christmas Day

Author : neys

Cuaca kota Seoul tengah tak bersahabat tapi ternyata tak menyurutkan niat dari Ga Eul untuk menghabiskan malam natal seorang diri. Ga Eul, duduk seorang diri di pojok, wilayah yang seolah menjadi kekuasaannya tiap kali ia berkunjung. Ia memejamkan matanya menikmati suara Mariah Carey dan Justin Bieber dalam alunan lagu All I Want For Christmas Is You yang menggema ke seluruh café. Tak lama ia membuka matanya, melihat beberapa orang yang ternyata sama nekatnya untuk merayakan malam natal di luar. Ia tersenyum tipis saat melihat sepasang kekasih tengah bercanda di seberang jalan melalui kaca pembatas di sisi kirinya. Pemandangan itu membawanya ke memori dimana ia dan Jae Joong masih bersama.

“Tahun lalu, adalah malam natal kita yang terakhir, oppa.”

Hampir satu tahun berlalu sejak Jae Joong memutuskan untuk pergi dari kehidupan Ga Eul. Bukan niatnya untuk masih mengingat sosok pria itu, hanya saja seperti yang orang-orang katakan, luka itu baru akan sembuh saat dia berhasil menemukan sosok lain yang bersedia mengobatinya. Sosok yang sampai saat ini belum juga muncul di hadapan Ga Eul.

Ga Eul tidak pernah lagi menangis sejak hari itu. Sebuah keputusan yang akhirnya membuat dirinya seperti mayat hidup tanpa ekspresi. Tidak peduli seberapa sakit perasaannya saat dia kembali merindukan sosok Jae Joong, ia akan menahannya. Bukankah itu akan terasa lebih menyesakkan?

Matanya memicing saat ia melihat sepasang pria dan wanita yang baru saja masuk ke dalam café sambil bergandengan tangan. Setelah sekian lama menjadi langganan café ini, baru kali ini dia melihat kedua orang tersebut berkunjung.

Kim Jae Joong dan istrinya.

Mungkin Ga Eul belum pernah melihat seperti apa wajah istri Jae Joong, tapi dia sangat yakin bahwa wanita yang digenggam oleh Jae Joong adalah istrinya. Ga Eul tersenyum tipis, kali ini benar-benar tipis. “Ternyata hanya aku yang tersiksa. Dia baik-baik saja. Baguslah, setidaknya dia berbahagia.”

Tanpa beranjak dari tempatnya, Ga Eul terus mengawasi gerak gerik Jae Joong dan istrinya. Mereka berdua duduk tidak terlalu jauh sehingga memudahkan Ga Eul untuk memperhatikan mereka. Tanpa sadar ia ikut tersenyum saat melihat Jae Joong tersenyum, ikut tertawa saat melihat Jae Joong tertawa.

Bukan. Bukan karena hatinya tidak lagi sakit sehingga ia bisa tertawa. Ia hanya merasa lega, setidaknya orang yang ia cintai bahagia. Sakit itu masih sangat terasa tapi berusaha tak diindahkan dan tawa serta senyum Ga Eul itu tulus adanya.

“Teruslah berbahagia seperti itu, oppa. Jika memang harus hanya ada salah satu dari kita yang berbahagia, maka biarlah kau saja yang berbahagia.”

Ga Eul beranjak dari tempat duduknya. Sepertinya dia bisa tenang setelah ini, setidaknya dia tahu bahwa seseorang yang dia cintai berbahagia. Ia berjalan perlahan menuju pintu keluar tapi baru saja ia akan mendorong pintu kaca café tersebut, seseorang memanggilnya ragu, “Ga Eul ah?”

Suara Kim Jae Joong. Tentu saja, Ga Eul hafal benar dengan suaranya. Ga Eul menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan sebelum akhirnya berbalik lalu tersenyum pada Jae Joong dan istrinya.

“Oppa… Oraemaniyeyo.”

“Yeobo, nuguseyo?”

Jae Joong menoleh pada istrinya, berpikir sebentar sebelum akhirnya menjawab, “Yeodongsaeng. Nae yeodongsaeng.”

Ga Eul kembali tersenyum mendengar jawaban Jae Joong. “Ne, annyeong haseyo eonni. Jung Ga Eul imnida. Bangapseumnida,” ucapnya sambil membungkukkan badannya pada Hae Na, istri Jae Joong.

“Annyeong Ga Eul ah. Na neun Hae Na imnida.”

“Kau sudah mau pulang?” tanya Jae Joong.

Ga Eul mengangguk, “O, aku sudah lama di sini. Lagipula aku ingin menghabiskan malam natal di luar saja. Menikmati udara dingin kota Seoul.”

“Mwo? Kau bisa sakit, Ga Eul ah.”

“Gwaenchanna, tidak ada orang yang perlu kujaga perasaannya untuk tidak mengkhawatirkanku. Dan… kurasa aku akan baik-baik saja karena, kau tau sendiri bukan bahwa adikmu ini sangat kuat.”

“Tapi…”

“Gwaenchanna, oppa. Oh ya, dimana anak kalian? Maaf belum sempat berkunjung untuk melihatnya.”

“Dia kami titipkan di rumah eomma.”

“Ah, kalian ingin melewatkan malam natal berdua saja ya? Romantis sekali. Baiklah, aku tidak akan mengganggu lagi. Aku pergi dulu. Sampai jumpa.”

Ga Eul lekas berbalik sebelum pertahanannya runtuh di depan mereka berdua, bahkan sebelum mendengar balasan dari Jae Joong. Ga Eul setengah berlari menyusuri jalanan kota Seoul. Berlari dan terus berlari sambil menahan air matanya. Ia berhenti berlari saat matanya melihat sebuah taman. Ia berjalan ke taman itu lalu duduk di salah satu kursi yang masih kosong.

Setetes. Dua tetes. Ga Eul menangis. Pikirannya kosong, dia tidak bisa memikirkan apapun. Dia hanya ingin menangis, meluapkan semuanya. Semua tangisan yang selama ini ia tahan akhirnya tertebus. Dalam hati Ga Eul berjanji, ini akan menjadi tangisan terakhirnya karena Jae Joong. Ia tidak boleh bersedih lagi karena Jae Joong-nya telah menemukan kebahagiaan. Jadi, bukankah kini gilirannya untuk menemukan kebahagiaan?

Ga Eul mengusap air matanya. Ia mengambil ponselnya lalu menjejalkan earphone ke telinganya.

 

 

Well I

Been thinkin’ ’bout the future

Too young to pretend

It’s such a waste

To always look behind you

You should be looking straight ahead

 

Yeah

I’m gonna have to move on

Before we meet again

Yeah

It’s hard

If you had of only seen

Ga Eul tersenyum saat mendengarkan lagu tersebut. Ya, sudah waktunya untuk move on, ucapnya dalam hati.

“Ga Eul ah?” pekik seorang pria, membuat Ga Eul mengalihkan perhatiannya.

Ga Eul melepas earphone-nya saat pria tersebut mendekat. Dia tersenyum saat pria tersebut sudah berdiri di hadapannya.

“Kau masih mengingatku? Ah, sudah lama sekali kita tidak bertemu,” tanya pria itu.

“Tentu saja aku masih mengingatmu. Bagaimana mungkin aku melupakanmu? Aku tidak mungkin melupakan seseorang yang sudah membuatku menangis karena menunggu selama tiga jam.”

Pria tersebut tertawa, membuat Ga Eul ikut tertawa. Sosok lain yang sempat hampir terlupakan oleh Ga Eul setelah ia mengenal Jae Joong, tapi rupanya masih ada bagian di dalam hatinya yang selalu mengingat pria tersebut. Sosok yang pernah mewarnai hari-harinya saat dia masih duduk di bangku SMA. Seseorang di masa lalunya, dan mungkin juga akan menjadi seseorang di masa depannya. Who knows, rite?

Pria tersebut menarik Ga Eul ke dalam pelukannya. “Aku merindukanmu, Ga Eul ah~.”

 –

.fin.

 –

Yeah, and finally! Not sad ending, though not happy ending too. Kkk~~

Let me know… Who’s the man in your mind when you read the ending. Okay? Thank you!

 

By the way, All I Want For Christmas Is You-nya Mariah Carey and Justin Bieber ini beneran ear catchy loh. Dan aku juga ngerasa pasti bakal cocok banget kalo diperdengarkan di café-café pas natal. Jadi pengen ngerasain deh, duduk di café yang lagi muter lagu ini. 😀

 

Merry Christmas all! May the peace of God always be with us. Amen. ^^

 

Oh ya, kalau kalian tertarik sih aku rencana mau bikin FF series tentang mereka. Jadi mulai dari siapa cowok misterius dari masa lalunya Ga Eul ini sampe akhirnya dia ketemu sama Jaejoong dst. Kalau kalian tertarik sih. Kalo yang tertarik sertakan juga di comment kalian ya? Thanks.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s