瘁!想家!加油!

Apa yang tak pernah dilihat mata, yang tak pernah didengar telinga, yang tak pernah timbul di dalam hati, semua disediakan bagi yang mengasihi Dia…

Tidak pernah ada dalam bayanganku kalau sekarang ini aku akan tinggal di kota ini, sebuah kota yang bahkan namanya saja begitu jarang kudengar. Sebuah kota dengan kondisi jauh dari kata ‘metropolitan‘. Seolah masuk ke kawasan pengasingan, begitulah jika aku boleh menggambarkannya. Tidak pernah terpikir sebelumnya untuk menginjakkan kakiku di kota ini. Semua terjadi di luar rencana dan kehendak. Kalau aku boleh ada di sini saat ini, aku percaya ini bukan sebuah kebetulan. Ada maksud Tuhan di balik semua ini yang sayangnya masih belum kupahami.

Berangkat dalam keraguan tapi seolah tidak memiliki celah lain, bersama harapan-harapan yang hendak diwujudkan. Bermodal tekad, aku berusaha memantapkan hati untuk bertahan bagaimanapun tantangan yang menghadang.

Ada beberapa hal yang seolah menjadi pemberat. Pengalaman pertama di beberapa sisi membuatku lemah dan takut.

Aku mencoba untuk tetap kuat di tengah kesepian yang kian sering menyergap. Sendiri. Perasaan itulah yang pada akhirnya selalu berhasil melemahkan pertahananku. Aku menangis miris meratapi diri sendiri yang terkadang sibuk dalam pemikiran-pemikiran pribadi tanpa arah.

Tidak peduli jika aku termasuk dalam kumpulan orang langka yang gemar bersembunyi di balik topeng tanpa niat untuk berbagi. Tidak peduli jika aku adalah segelintir orang yang hanya tetap diam di saat semua orang tengah mengemukakan pendapatnya. Tidak peduli jika aku adalah salah satu dari mereka yang seolah memasang dinding pembatas untuk orang-orang di sekitarnya. Ya, aku tidak peduli karena memang begitulah adanya. Aku mendambakan duniaku sendiri tanpa perlu diusik oleh orang lain.

Mimpi-mimpi yang aku rangkai jauh-jauh hari membuatku semakin lemah dan kuat di saat bersamaan. Aku begitu ingin maju, mengabaikan apa saja demi meraihnya tapi di sisi lain aku tidak punya cukup bekal untuk mewujudkannya. Aku ingin, tapi aku merasa belum mampu. Lantas, apa yang harus aku lakukan untuk membuatnya menjadi mungkin?

Tidak banyak bahkan mungkin tidak ada yang pernah tahu, apa yang sebenarnya aku rasakan. Karena terkadang diriku sendiripun sulit menerkanya. Aneh? Tapi, begitulah adanya.

Aku telah berusaha, sedang berusaha dan akan tetap berusaha untuk tegar dan tetap percaya pada rancangan Tuhan di hidupku. Mengusahakan semampuku untuk apapun yang dapat kukerjakan.

Tapi…

Salahkah jika aku sampai di titik jenuhku? Aku hanya merasa… Entahlah… Ibarat sebuah pertandingan kungfu dalam game, nyawaku telah nyaris lenyap. Dalam dunia nyata, jelas aku tengah membutuhkan asupan semangat.

Sempat merasa nyaris serupa di dunia yang sebelumnya. Meski akhirnya aku berhasil bertahan selama beberapa tahun lamanya. Aku yang terobsesi pada duniaku atau…memang akulah yang terlalu lemah?

Dunia yang ingin kutekuni, sebegitu sulitkah untuk membawaku masuk ke dalamnya?

Begitu lelah hingga rasanya tidak lagi memiliki gairah untuk melakukan apapun. Begitu sepi rasanya hati ini. Aku kesepian, tapi tak dapat teratasi oleh banyaknya orang yang ada di ruang lingkup hidupku sekarang. Sungguh, bahkan akupun tidak mengerti apa yang harus aku lakukan.

Aku lelah. Fisik, terlebih batinku. Rasanya tidak nyaman, sungguh!

Aku merindukan rumah. Sebuah rumah dengan keluargaku di dalamnya. Aku membutuhkan keluarga dan sahabat-sahabatku. Yang meski tidak bisa kubagi pemikiran abstrakku namun mampu mengalihkan perhatianku. Yang meski tidak bisa memberiku jalan keluar namun mampu membuatku menyadari bahwa mereka akan selalu ada untukku. Mereka yang mampu membuatku merasa hangat dan bersyukur karena memiliki mereka di hidupku.

Entah harus berapa lama lagi bertahan. Aku akan tetap berusaha bertahan. Entah rencana apa yang sebenarnya tengah Tuhan siapkan untukku, aku akan tetap percaya bahwa semua pencobaan ini akan mendatangkan kebaikan di masa mendatang. Aku pasti bisa melalui semua ini, karena jika aku menyerah maka hidupku berakhir di situ.

Semangat!

Kata-kata yang senantiasa setia menemaniku dalam kondisi apapun, terlebih di titik jenuh seperti yang belakangan ini kurasakan.

Ah! Sebenarnya apa saja yang sudah kubagi di sini? Kalian mengerti? Maaf, terlalu banyak bicara tapi tanpa inti yang jelas untuk berbagi. Hanya butuh ruang untuk meluapkan saja sebenarnya.

Terima kasih untuk siapa saja yang telah menjadi kekuatanku untuk tetap bertahan sejauh ini. Aku menyayangi kalian, lebih dari yang kalian tahu.

Tuhan inilah hidupku
Kuserahkan padaMu
Segala cita-citaku, masa depanku
Menjadi milikMu

Jadikan kami terangMu
Di tengah keg’lapan dunia
Membawa bangsa-bangsa kepadaMu
Tuhan ini kerinduanku

BagiMu Tuhan seluruh hidupku
Pakailah Tuhan bagi kemuliaanMu
Genapi seluruh rencanaMu
Sampai bumi penuh kemuliaanMu

^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s