[Series] Diary of Secret Love – Part 3 (End)

Author : Gisela

Title : Diary of Secret Love

Cast :
Cho Kyu Hyun
Cho Yeon Hae
Choi Hae Won
Choi Si Won

Halooooo…. part terakhir muncul…tapi author mau minta maaf dulu…feel author ilang dan menemukkaan kesulitan untuk menyelesaikan FF ini…

Mianhae kalo ga berasa feelnya. Mianhae juga kalo terkesan dipaksakan. Hehhe…

Oya buat pyol, semoga bisa hibur kamu ya? Aku uda tepatin janji aku buat post hari ini ^^

Mian kalo geje…*bungkuk bareng kyu*

Baca sajo lah…perutt author lagi ga enak ni….ckckck…

Ditunggu ya komen dan jempolnya…

 

Kyuhyun Pov

Hari – hari berlalu begitu saja dan terasa semakin berat kian harinya. Beribu – ribu kali aku memikirkan semua jawaban atas masalah ini, tapi aku tetap tidak menemukannya. Aku tidak ingin menyakiti yeonhae terus – terusan, tapi aku juga tidak dapat mengabaikan permintaannya. Lalu apa yang harus aku pilih. Jika aku memilih salah satunya, aka nada yang terluka. Tapi aku juga harus memilih. Apa aku harus mengorbankan perasaannya lagi?

Kuhembuskan nafasku perlahan sambil meregangkan ototku. Duduk berjam – jam di kantor membuatku sangat lelah dan jenuh. Aku memandangi tumpukan laporan di atas meja. Ya, akhir – akhir ini aku jadi lebih memilih untuk tinggal di kantor lebih malam. Lebih baik aku menenggelamkan diriku diantara proyek – proyek kantor. Sesekali aku berharap, bahwa esok tidak akan pernah ada. Kalau esok hanya membawaku terperosok lebih dalam. Aku benar – benar tidak tahu apa yang seharusnya aku lakukan? Kenapa pilihan itu begitu sulit? Kenapa kenyataan ini begitu kejam?

Drrrtttt…

Aku menatap layar ponselku yang berkedip dan membuat dadaku kembali sesak. Aku tidak pernah ingin ini akan terjadi. Dalam keadaan yang sulit pun kau masih berusaha menampakkan dirimu yang kuat. Kenapa? apa kau takut aku akan mengetahuinya? Aku lebih ingin kau menangis dan terlihat lemah di hadapanku. Dengan begitu aku dapat melindungimu, tapi wajah menangis yang terlihat tegar itu selalu membuatku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Rahasia hanya dapat ditutup dengan rahasia. Tapi kenapa sikapmu tetap sama? Apa kau belum bisa memaafkanku? Lalu apa yang harus kulakukan agar dapat kau maafkan?

Aku mengambil ponselku dan membalas pesan yang baru saja kuterima.

“Iya, yeon.. selesai pekerjaan ini, oppa akan pulang. Tidurlah dulu, jangan tunggu oppa. ^^ Gbu, my little pig..”

Tak lama, ponselku kembali bergetar

“Tenang saja kyu. Aku belum ngantuk. Aku tunggu kau pulang ^^ hati –hati”

Aku menundukkan kepalaku. Benar, aku tidak boleh terlihat lemah seperti ini. bagaimana pun, dia lebih menderita dariku, tapi dia masih memikirkan perasaanku daripada perasaannya sendiri. Aku mengambil tasku dan segera keluar dari ruanganku. Aku ingin segera sampai di rumah, tidak ingin membuatnya semakin khawatir.

Aku meletakkan tasku di meja makan dan membuat perasaan bersalah ini kian bertambah. Dia masih menyiapkan makan malam untukku. Sedangkan aku, tanpa sadar menjauh darinya. Mianhae yeon. Aku harus menyelesaikan ini semua, bagaimanapun caranya, ini harus berakhir.

Aku mengamati wajah adikku yang tertidur di sofa. Aku jahat sekali telah melukainya. Aku menggendongnya ke kamar. Dia bahkan tidak memakai jaket sementara udara mala mini sangat dingin. Kau bisa sakit, yeon. Besok, kita harus selesaikan ini semua.

Pov end

 

Yeonhae Pov

Hari minggu ini, kyuhyun berjanji akan mengajakku jalan – jalan berdua. Biasanya aku sangat antusias dengan ajakannya tapi kali ini tidak. Aku memiliki firasat bahwa ini akan menjadi hari yang tidak mudah untukku.

“Bagaimana kalau kita ke myeongdong?”ucapnya sambil mulai melajukan mobilnya.

“Ani. Aku bosan, kyu. Kita ke tempat lain saja.”

“Hmm, baiklah”

Dia melajukan mobilnya dan sepanjang perjalanan aku berpura – pura tertidur. aku tidak memiliki kekuatan untuk berpura – pura mengoceh di sampingnya jadi lebih baik aku tidur. tak lama, dia menghentikan mobilnya dan aku membuka mataku.Tempat ini sangat ramai dan banyak pedagang disetiap jalan.

“Ayo turun”

Aku memandang sekelilingku dan tempat ini benar – benar sangat ramai. Aku merindukkan saat – saat seperti ini. Kyuhyun menggandeng tanganku dan menarikku ke dalam keramaian festival itu. Festival ini sangat menarik dan membuatku nyaman. Sejenak aku merasakan telah kembali seperti diriku yang dulu, begitu pula dengan kyu. Kita benar – benar seperti kembali ke masa kecil kami. Dia juga membelikanku kue beras dan bercanda dengan pedagangnya.

Aku mengelap keringatku dengan punggung tanganku. Panas terik matahari benar – benar membuatku kelelahan berjalan memutari festival ini. tiba – tiba kyuhyun mengelap keringat di wajahku dengan tissue lalu tersenyum padaku.

“Kita berteduh disana saja?” aku mengikutinya lagi dan tempat yang ia tunjukkan memang sangat sejuk. Ada air mancur yang mengalir di dekat bangku yang kita duduki sekarang. Suasana disini juga lebih sepi, dan keheningan ini membuatku mulai ketakutan.

“Yeon, kau mau beli es krim? Oppa yang traktir deh”

Aku mengacungkan tanganku di depan wajahku dan dia pergi meninggalkanku sendiri. Perasaan apa ini, kenapa aku takut sekali? Aku juga merasa kyu sangat aneh hari ini. wajahnya terlihat gelisah dan tidak tenang. Dia juga menggenggam tangaku sangat erat. Ada apa denganmu kyu?

Pov end

 

Kyuhyun Pov

Aku berjalan menjauh dari tempat yeonhae berdiri. Aku tidak tahu bagaimana mengatakannya. Saat aku melihat wajahnya, keberanian itu segera menghilang entah kemana. Aku tidak sanggup melihat perubahan wajah yeon nanti. Aku tidak tega melihat senyumnya hari ini lenyap.

Malam kian larut, tapi aku tidak bisa tidur.  sampai detik ini pun, aku belum mengatakannya pada yeonhae. Bagaimana aku dapat menyelesaikan ini? aku mengambil gelas bir di sampingku dan meneguknya lagi. aku benci diriku yang seperti ini dan kalau yeonhae tahu, dia pasti sangat marah padaku. Tapi aku benar – benar pusing dan tidak dapat berpikir lagi.

“Kyu?? Kenapa kau minum??” suara ini mengaketkanku dan ia merebut gelas di tanganku.

“Sedang ada masalah di kantor? Seberat apapun, kau harus perhatikan kesehatanmu. Kenapa harus minum di teras malam – malam begini? Disini kan dingin?” omelnya. Aku menunduk dan mengusap wajahku.

“Yeon, apa yang harus oppa lakukan? Oppa benar – benar tidak tahu.” Mulutku terbuka begitu saja dan kata – kata itu pun keluar tanpa bisa kukendalikan.

“Appa haewon memintaku untuk segera menikah, beliau takut jika tidak sempat melihat pernikahan anak gadis satu – satunya. Aku harus bagaimana? Aku juga tidak ingin melukai seseorang. Ya.. tentu aku akan melukainya jika aku menyetujui hal itu. Lalu aku harus bagaimana? Beritahu aku, yeon. Kau tidak menyukai haewon, kan? Apa yang akan kau lakukan jika aku menyetujui hal itu? Kau pasti terluka, kan?” lagi – lagi otakku tidak dapat mengendalikan perkataanku. Stop! Aku mohon siapapun bantu aku menghentikan kata – kataku.

Aku menoleh dan berusaha melihat wajah yeonhae, tapi itu menjadi susah dengan keadaanku sekarang. Pandanganku buram, pasti efek dari minuman keras tadi.

Yeonhae beranjak dan menarikku untuk masuk ke dalam. Aku berusaha bangkit dan berjalan dengan baik. Tapi berkali – kali aku mau jatuh dan perut ini terasa sangat mual. Aku duduk dengan dibantu yeon, lalu dia berkutat di dapur. Tak lama ia menyodorkanku susu hangat. Aku meneguknya dan memejamkan mataku sejenak.

“Menikahlah kyu”ucapnya dan membuatku melebarkan mataku.

“Yeon?” aku rasa aku mendapat kesadaranku lagi. aku mulai bisa mengendalikan diriku lagi.

“menikahlah segera, sebelum kau menyesalinya nanti. Aku tahu bagaimana rasanya hidup tanpa appa, kau juga kan? Salah satu impianku dulu adalah appa dan eomma dapat memujiku dengan gaun pengantin yang aku kenakan, mendampingiku saat berjalan ke altar, dan dapat melihatku hidup bahagia bersama pria yang kucintai.”

“Jadi, jangan biarkan Haewon kehilangan itu semua. kau juga mencintainya, bukan? Jadi, aku ingin melihat pernikahanmu nanti.”ucapnya sambil tersenyum. Aku menatapnya dalam – dalam

“Yeon??” aku terperangah dengan perkataannya. Apa ini juga sebuah kepura – puraan? Aku berjalan menghampirinya dan memeluknya. Meski aku tidak menatapnya tapi aku merasakan ia sedang menangis dalam pelukanku. Aku melepas pelukanku dan melihatnya terisak.

“oppa tidak akan menikah jika itu yang kau inginkan. Kenapa kau menangis, yeon?” kuusap air matanya dengan sebelah tanganku

“Menikahlah kyu. Aku ingin melihat kalian menikah. Hehe.. aku tidak akan menentang pernikahan kalian. aku menyetujui hal itu. Gogjongma” aku merengkuhnya dalam pelukanku lagi. apa ini benar – benar yang kau inginkan, yeon?

Pov end

 

Yeonhae Pov

Aku terbangun di tengah malam dan menemukan kyu duduk di teras rumah. Kenapa dia belum tidur? aku mendekatinya dan melihatnya sedang minum. Apa yang terjadi? kenapa dia minum? Kyu sudah lama meninggalkn minuman itu. Apa yang membuatnya tertekan seperti ini. kuputuskan untuk menghamprinya dan duduk di sebelahnya.

“Kyu?? Kenapa kau minum??”

“Sedang ada masalah di kantor? Seberat apapun, kau harus perhatikan kesehatanmu. Kenapa harus minum di teras malam – malam begini? Disini kan dingin?” dia menunduk dan mengusap wajahnya.

“Yeon, apa yang harus oppa lakukan? Oppa benar – benar tidak tahu.” Aku diam menanti kelanjutan ceritanya.

“Appa haewon memintaku untuk segera menikah, beliau takut jika tidak sempat melihat pernikahan anak gadis satu – satunya. Aku harus bagaimana? Aku juga tidak ingin melukai seseorang. Ya.. tentu aku akan melukainya jika aku menyetujui hal itu. Lalu aku harus bagaimana? Beritahu aku, yeon. Kau tidak menyukai haewon, kan? Apa yang akan kau lakukan jika aku menyetujui hal itu? Kau pasti terluka, kan?”

Apa maksudnya? Dia mengkhawatirkanku?

aku beranjak dan menariknya untuk masuk ke dalam. Aku membantunya untuk berjalan karena sepertinya itu menjadi hal sulit untuknya sekarang. Aku bergegas ke dapur untuk membuatkan susu hangat untuknya.

“Menikahlah kyu”ucapku setelah melihat kesadaraannya mulai kembali.

“Yeon?”

“menikahlah segera, sebelum kau menyesalinya nanti. Aku tahu bagaimana rasanya hidup tanpa appa, kau juga kan? Salah satu impianku dulu adalah appa dan eomma dapat memujiku dengan gaun pengantin yang aku kenakan, mendampingiku saat berjalan ke altar, dan dapat melihatku hidup bahagia bersama pria yang kucintai.”

“Jadi, jangan biarkan Haewon kehilangan itu semua. kau juga mencintainya, bukan? Jadi, aku ingin melihat pernikahanmu nanti.”ucapku sambil tersenyum.

“Yeon??” dia berjalan mendekatiku dan memelukku. Pelukan ini mungkin yang terakhir untuk melepasmu, kyu. Air mataku mengalir begitu saja dan aku tak dapat menyembunyikannya lagi.

“oppa tidak akan menikah jika itu yang kau inginkan. Kenapa kau menangis, yeon?” dia mengusap air mataku.

“Menikahlah kyu. Aku ingin melihat kalian menikah. Hehe.. aku tidak akan menentang pernikahan kalian. aku menyetujui hal itu. Gogjongma” dia kembali memelukku. Mianhae, aku jadi menangis di depanmu, tapi itu akan jadi yang terakhir kyu. Aku merelakanmu, mungkin ini yang terbaik, aku tidak ingin melihatmu tertekan lagi. aku hanya ingin appa juga bisa tersenyum dengan apa yang kuputuskan. Terima kasih kyu telah mengkhawatirkanku sedemikian rupa.

Pov End

 

Haewon Pov

Aku bercermin sekali lagi dan tersenyum puas. Appa mengundang Kyuhyun makan malam, entahlah tapi jantungku berdegup lebih kencang, padahal ini bukan untuk pertama kalinya, kyuhyun makan malam disini.

Ting tong..

Aku berlari ke pintu depan dan membukakan pintu untuk kyuhyun. Dia terdiam dan hanya memandangiku.

“Wae? Apa ada yang salah?”

“Ani, kau sangat cantik, haewon ah. Aku memang tidak pernah salah pilih, kan?”

“Ne, aku tahu, dress ini pilihanmu.”aku mengerucutkan bibirku dan dia tertawa.

“Maksudku aku tidak salah memlihmu.” Ucapnya dan membuat pipiku merona.

“Kyuhyun ah? Kau sudah datang? Ayo masuklah. Appa sudah menunggumu di meja makan.”ucap siwon menyusulku.

“Ne, hyung”

Aku memperhatikan wajah kyuhyun gelisah dan wajah appa yang senyum – senyum terus, begitu juga dengan siwon oppa yang terus menyenggol lengan kyuhyun.

“Kalian kenapa sih? Aneh. Apa ada yang kalian sembunyikan?”

Siwon lagi – lagi menyenggol lengan kyuhyun.

“Araseo hyung, aku akan katakan.”

“Haewon ah, aku…aku…”

“Hahaha… sudah – sudah, biar appa saja yang katakan. Haewon ah anakku, appa hanya ingin melihatmu bahagia, dan appa senang dan merestui hubunganmu dengan kyuhyun ini. appa juga mengijinkan kalian untuk menikah.”

“MWO?? Menikah? Kyuhyun oppa??”aku menatap kyuhyun kebingungan.

“Wow, kelihatannya kalian harus berbicara dulu. appa, aku antar ke kamar ya?” ucap siwon dan mendorong kursi roda appa.

Aku kembali menatap kyuhyun dan meminta penjelasan padanya. Kenapa hanya aku saja yang tidak tahu, aku terlihat bodoh tadi.

“Mianhae, kau tahu aku tidak bisa mengatakan hal – hal seperti itu, haewon ah.”

“YA!! Kau pikir kau akan menikah dengan appa? Atau siwon oppa? Bagaimana bisa aku menjadi orang terakhir yang mengetahuinya?”

Kyuhyun menundukkan kepalanya dan berlutut di depanku

“Mianhae, haewon ah.  Aku, aku, aku…” aku menatap wajahnya, sangat lucu dan membuatku tertawa.

“YA!! Tertawalah sepuasmu!!”omelnya.

Aku menutup mulutku dan mencoba menghentikan tawaku.

“haewon ah, aku ingin bercerita padamu, ada seorang wanita yang sudah bertahan untukku selama setahun lebih dan aku sangat bersyukur Tuhan telah mempertemukannya denganku. Aku tidak ingin melepasnya apalagi kehilangan dia. Wanita yang selalu berusaha ada untukku. Wanita yang selalu berusaha mengerti dan memahamiku. Wanita yang selalu memaafkan kebodohanku. Wanita yang selalu membuatku tersenyum dengan senyumnya dan pipinya yang chubby. Wanita yang mampu membuatku tak berkedip walau jarang. Wanita yang melengkapi semua kekuranganku. Apapun yang ada padanya aku sangat mncintainya, wanita bernama Choi Hae Won. Would you marry me, Choi Hae Won??”ucapnya tiba – tiba dengan wajah serius. Aku terdiam dan mencerna tiap perkataannya. Aku tidak tahu harus menjawab apa karena senangnya.

“Tapi aku baru saja lulus kuliah, oppa? Apa ini tidak terlalu cepat?”

“Aku yakin aku sanggup mengatasi semuanya, asal kau bersamaku, haewon ah. Apa kau siap menjalani hidup bersamaku? Awalnya ini adalah permintaan eomma dan appamu, tapi sekarang aku yakin kalau aku mampu untuk membuat hidup baru bersamamu.”

Air mataku menetes dan kyuhyun memandangku cemas.

“Aku mau oppa. Gomawo. Gomawo karena kau juga begitu peduli pada appaku”

Dia merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil lalu membukanya. Aku terkesima dan air mataku semakin mengalir deras.

“Apa kau tidak suka? Apa aku mengatakan yang salah?”

Aku menggeleng “ini dolphin, oppa? Bagaimana kau tahu aku menyukai dolphin?”tanyaku sambil terus memperhatikan cincin dengan ukiran dolphin di atasnya.

Kyuhyun oppa hanya tersenyum dan menatapku. Aku memukul kepalanya.

“YA!! Kenapa kau memukulku, haewon ah?!”

“Karena kau membuat pipiku merah oppa”ucapku dan aku benar – benar kehilangan kata – kata sekarang.

Kyuhyun oppa tersenyum lagi dan menyentuh pipiku dengan telunjuknya dan aku membalasnya “Pipimu juga memerah” dan setelah itu, kami berdua tertawa, menertawakan situasi canggung di antara kami. Tapi tiba – tiba aku teringat perkataannya tadi

“Tunggu! Tadi kau berkata apa? Pipiku chubby? Dan aku jarang membuatmu berkedip? YA!! Kau mengejekku??” aku mendengus kesal dan memalingkan wajahku darinya. Kyuhyun oppa semakin memperkeras tawanya dan tiba – tiba menarik lenganku hingga wajah kami sangat dekat. Aku tahu pipiku menjadi seratus kali lipat lebih merah dan jantungku akan copot kalau begini. Tapi kyuhyun tidak melepaskanku malah semakin mendekatkan wajahnya, hingga aku bisa merasakan nafasnya yang hangat di wajahku. Aku membulatkan mataku. Lalu dia jatuh ke pundakku dan memelukku sangat erat.

“aku bisa membuatmu tak berkedip, bukan? Jadi kita impas sekarang. Jangan marah lagi ya?”ucapnya dan segera menerima pukulan – pukulanku. Dia melepas pelukannya “YA!! Kau menyakitiku, haewon ah”

“Biar saja. Kau mempermainkanku oppa!!”

Kyuhyun oppa menarikku dalam pelukannya dan berbisik “iya, aku minta maaf. Saranghaeyo..”

Pov end

We don’t have to part every day,
We don’t have to worry about cab fare.
We don’t have to watch out for our parents even when we drink late at night.
Let’s meet and talk about our love story that heated up the phone every night.
Let’s stop dating.
Marry me, my baby. Marry me, my lady.
Because you are the only one for me. Because you are my everything.
Marry me, my baby. Marry me, my lady.
Because you are the only one for me. Because you are my love.

 I don’t have to say good bye
I don’t have to worry about you sleeping
I don’t have to eat latenight meal all by myself.
I’ll do all the hard things for you
I’ll do everything you want for you
Marry me, my baby. Marry me, my lady.
Because you are the only one for me. Because you are my everything.
Marry me, my baby. Marry me, my lady.
Because you are the only one for me. Because you are my love.
Marry me.

Marry marry marry me
Marry marry marry me
Marry marry marry me
oh oh oh oh
Come to me baby Come to me lady
Because all I need is you. Because all I need is you with me.
Marry me, my baby. Marry me, my lady.
Because you are the only one for me. Because you are my everything.
Marry me, my baby. Marry me, my lady.
Because you are the only one for me. Because you are my love.
Marry me.

(Lyrics from  Marry Me! by FT. Island)

 

Author Pov

Hari yang cerah dengan bunga – bunga bermekaran dan angin yang berdesir halus. Harum bunga juga tercium dengan jelas menambah kebahagiaan orang – orang yang berkumpul di gereja. Hari bahagia ini adalah hari pernikahan Kyuhyun dan Haewon. Gereja yang dihiasi bunga – bunga berwarna merah dan putih, menciptakan perasaan tersendiri. Karpet merah juga telah menanti dua pasangan berbahagia ini. karpet panjang ini berhenti di depan altar, tempat dimana mereka akan mengikrarkan janji suci pernikahan.

Dentingan piano yang berubah menjadi alunan lagu yang merdu mengiringi langkah Kyuhyun dan Haewon ke depan altar. Dengan didampingi oleh orang tua yang telah mengasihi mereka sepanjang waktu. Sesampainya di altar nanti, mereka akan hanya jalan berdua untuk sekarang dan seterusnya. Yang akan membina rumah tangga dan hidup barunya berdua. Eomma kyu dan appa Haewon meneteskan air mata kebahagiaan untuk melepas anak mereka. Siwon juga mengikuti langkah mereka di belakang, menemani appanya dan juga terus mengirimkan doa dan senyumnya untuk Haewon, adiknya.

Pov end

 

Kyuhyun Pov

Kini aku telah berdiri di depan altar dengan seorang wanita di sampingku. Wanita yang sangat kucintai. Aku menggenggam tangannya dan meyakinkan untuk memulai langkah kami. Hari ini akan menjadi hari yang terindah dan aku berharap itu dapat segera terkabul dengan melihat senyum dari orang – orang yang kukasihi. Terima kasih, yeon. Terima kasih telah memaafkan oppa.

Acara pemberkatan pernikahanku sudah selesai dan aku sangat lega. Semua teman – teman dan keluarga berhambur memberi selamat padaku dan Haewon segera setelah kami keluar dari Gereja. Halaman Gereja ini penuh dengan bunga – bunga yang berjatuhan, sangat indah, apakah ini kesengajaan? Aku menoleh dan melihat wajah Haewon yang berseri, sangat lega dapat melihatnya tersenyum. meihatnya, mengingatkanku pada Yeonhae.

Flashback

“Oppa..” panggil seseorang yang membuatku menghentikan pembiacaraanku dengan eomma di halaman gereja

“Yeon? Kau datang? Oppa kira kau tidak datang” aku menatapnya dan apa aku tidak salah melihat? Dia tersenyum kepadaku, terlebih dengan menatap mataku. Ia terlihat lebih baik dari hari – hari sebelumnya.

“tentu saja.. ini kan hari yang sangat penting untuk oppaku”

Dia tertawa, tawa yang seperti biasanya. Tawa yang kurindukan dan aku memeluknya.

“Gomawo yeon, kau terlihat lebih sehat. Oppa akan sering mentraktirmu setelah ini, ok?”

Yeonhae melepas pelukanku dan menyodorkan permen lollipop dengan ukuran besar. Aku tertegun melihat permen itu dan kemudian menyadari apa maksudnya. Aku memeluknya lagi.

“Gomawo, yeon. Jeongmal Gomawo.. oppa sangat menyayangimu, kau harus bahagia, ok.”

“Kyuhyun oppa Daebak!!” ujarnya sambil mengangkat kedua jempolnya di wajahku. Aku tersenyum dan dia beralih menghampiri Haewon yang tak jauh dari tempatku berdiri.

“Haewon onnie, aku minta maaf dengan sikapku selama ini. maukah kau memaafkan aku? Maukah kau menjaga oppaku yang bandel ini?” tanyanya pada Haewon

“Ne? Aku sudah memaafkanmu, yeonhae ah. Gomawo, kau mau menerimaku. Kau juga tidak perlu khawatir, aku akan menjaga oppamu yang bandel ini“ ucap Haewon dan yeon memeluknya.

Aku tidak tahu apa yang telah terjadi, tapi aku sangat lega melihat ekspresinya hari ini. Aku tidak lagi melihat wajahnya yang tertekan dan mata yang menampung banyak air mata yang dapat tumpah kapan saja. Aku senang melihatmu hari ini, yeon, adikku.

Flashback end

Pov end

 

Yeonhae Pov

Kyu baru saja pulang bersama Haewon.  Begitu pula dengan beberapa undangan lainnya. tapi aku masih berdiri di tempat yang sama.

“Oya yeon, kau bertengkar dengan oppamu? Kenapa memberinya lollipop itu?”tanya eomma yang berdiri di sampingku.

“Ne, sedikit, tapi masalah ini sudah selesai eomma.”jawabku tersenyum dan eomma hanya tertawa geli

“Kalian ini sama saja, kau tidak lihat bagaimana wajah oppamu mendapat permen itu? Haha… kau tidak pulang?”

“aku masih ingin disini. Eomma pulang dengan ajjuma tak apa kan?”

“ne, jangan pulang telat.”

Aku mengangguk

Aku berjalan menyusuri halaman gereja dan menemukan sebuah kursi dekat kolam ikan. Aku duduk di kursi itu dan membuka diaryku.

Flash back

Aku duduk di depan cermin dan memandangi wajahku yang kusut. Aku tidak bisa tidur nyenyak semalam. Pemberkatan akan berangsung 2jam lagi, bagaimana menghilangkan bundaran hitam di bawah mataku? Aku membuka laci mejaku untuk mengambil tas make up ku. Pandanganku tertuju pada diaryku. Awalnya aku ragu untuk membukanya, tapi aku hanya ingin menulis akhir dari cerita ini, akhir dari diaryku.

Aku menjatuhkan diaryku saat membukanya. Mana mungkin ini terjadi? aku melihat beberapa tulisan kyu. Bagaimana mungkin? Aku mengambil kembali diaryku dan membacanya satu per satu. Hanya beberapa yang ia tulisi.

15 Januari 2010

Hari ini kyu memasak untukku. Senang sekali!! Padahal dia tidak pernah memasak sebelumnya, tapi tiba – tiba saja dia membuat makanan kesukaanku.. hahaaha… rasanya kacau tapi aku menghabiskannya dan aku tunggu masakannya lagi.

YA!! Kenapa kau tidak mengatakan kalau itu tidak enak, yeon? Oya, kau tahu, masakan pertama yang kubuat adalah makanan favouritmu, yang kau bilang rasanya kacau ^^

22 April 2010

Kyu menjemputku seperti biasa tapi dia membawaku bertemu dengan kekasihnya, dia cantik dan ramah, sepertinya juga baik. Tapi aku tidak suka, hatiku sakit saat melihat kyu menuangkan makanan untuknya, menatapnya dan tersenyum padanya. Jangan kyu! Jangan tersenyum padanya! Andwae!!

Aku mengenalkan Haewon padamu pertama kali dan aku berharap kau menyukainya, yeon. Mianhae, kalau oppa sudah menyakitimu.

23 Mei 2010

Perasaanku sangat kacau hari ini, kyu membawaku jalan – jalan hanya untuk memilihkan kado ulang tahun untuk Haewon, kekasihnya. Dan dia juga membuat masakan untuknya. Jadi kau belajar masak demi dia, kyu? Apa kau tahu betapa senangnya aku saat melihatmu membuat masakan untukku dan ternyata?

Ani!! Aku memang belajar masak karena Haewon, tapi bukan dia alasan utamaku,yeon. Saat itu, aku melihatnya sangat senang mendapat bekal buatan dari Siwon hyung, oppa Haewon. Karena itu aku juga ingin melihatmu tersenyum mendapat masakanku. Mianhae lagi – lagi oppa membuatmu sedih.

26 Juni 2010

Kenapa hatiku selalu sakit saat melihatmu bersama Haewon? Aku adikmu bukan? Kenapa aku tidak rela jika kau harus bersamanya? Kenapa justru aku menginginkanmu hidup sendiri. Ya, hidup single selamanya bersamaku dan eomma. Aku kira aku sudah gila.

Mianhae yeon. Mianhae, kau harus menghadapi hari – hari yang sulit karena oppa. Mianhae.

1 Juli 2011

“Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu padaku, kyu. Tidak dan mungkin tidak akan pernah tahu. Aku tidak menuntut agar aku mengetahuinya meski sebenarnya aku juga ingin tahu. Tapi jika memang lebih baik aku tidak mengetahuinya, maka kau tidak perlu mengatakannya padaku. Tak apa.”(from Yunita’s note)

Mianhae yeon.. oppa sangat menyayngimu. Oppa tahu kau benci mendengarnya tapi oppa benar – benar minta maaf. Mianhae…

26 Juli 2011

Kyu, apa yang aku dengar adalah kenyataan? Aku bukan adik kandungmu? Kenapa? Kenapa kenyataan ini begitu menyakitkan? Apa selama ini kau juga berpura – pura menyayangiku? Tapi ada perasaan lega di hatiku, apakah aku boleh memiliki perasaan ini? karena kita tidaklah sedarah? Kyu apa kau tahu kenapa aku tidak mau memanggilmu oppa? Karena aku tidak pernah menganggapmu sebagai oppaku, ada perasaan yang lebih dari itu.

Aku kira kau dan Haewon adalah suatu paksaan, karena itu aku mengatakan hal bodoh seperti itu, aku tak pernah melihatmu semarah itu kyu. Dan kau tahu hatiku sangat sakit, berlipat – lipat kali sakit daripada sebelumnya, bukan karena tamparanmu tapi karena ini pertama kalinya kau membela orang lain di depanku. Apa kau benar – benar menyukainya, kyu? Aku mohon jangan!

Mianhae yeon. Jeongmal mianhae. Oppa memang sangat babo, oppa tidak pernah tahu apa yang kau rasakan kalau oppa tidak pernah membuka diarymu ini. jeongmal mianhae. Dulu eomma mengangkatmu dari sebuah panti asuhan. Tapi eomma, appa dan oppa sangat menyayngimu, yeon. Kau tidak perlu meragukan jika kami sangat menyayangimu. Bukankah kau selalu mengatakan jika kita adalah keluarga paling harmonis sepanjang masa. Kau tahu, aku sangat senang mempunyai adik sepertimu, aku selalu melakukan yang terbaik dan berharap kau akan mengatakan Kyuhyun oppa DAEBAK!! Meski aku belum pernah mendengarnya, meski aku selalu menanti ucapan itu keluar dari mulutmu, aku tidak akan memaksamu lagi untuk memanggilku oppa, yeon. Tapi sampai kapanpun oppa akan selalu menyayangimu.

Maaf oppa memukulmu. Seharusnya oppa tidak melakukan itu, tidak pernah. Mianhae. apa sangat sakit, yeon? Jangan menangis lagi, yeon. Oppa tidak akan mampu melihatmu lagi jika kau terus menangis. Mianhae.  kau harus bahagia, yeon. Kau harus mendapatkan yang jauh lebih baik dari oppa. Beri tahu oppa, apa yang harus oppa lakukan untuk mengganti tiap air matamu yang terbuang? Mianhae.

Aku menutup diaryku dan membiarkan air mataku terus mengalir. Aku tidak tahu apa yang sekarang aku rasakan. Aku tidak tahu kalau kyu telah mengetahui perasaanku selama itu. Babo! Aku pasti sudah menyakitinya dengan terus – terusan bersikap biasa. Aku menelungkupkan tanganku di mukaku. Membiarkan air mata ini mengalir untuk yang terakhir kalinya bersama dengan rasa sakit dan perasaanku. benar – benar untuk terakhir kalinya, aku janji. Semuanya, aku ingin melepas semuanya, kyu.

Setelah perasaanku jauh lebih baik, aku bersiap dan memilih dress yang kyu berikan saat aku berulang tahun kemarin. Aku segera berpamitan pada eomma untuk berangkat dahulu. Aku harus menyelesaikan ini segera. Aku tidak ingin membawa kyuhyun jauh lebih bersalah dari ini.

Aku sengaja tidak ke gereja, tempat pemberkatan pernikahan kyu. Aku menyuruh sopir taxi ke suatu tempat terlebih dahulu. Tak lama taxi berhenti di depan sebuah toko permen. Benar dugaanku, permen lollipop besar itu memang dijual di toko ini. aku membelinya kemudian kembali ke taxi.

Flashback end

 

Aku menghela nafas panjang dan meletakkan diaryku di sampingku. Setelah hari ini seharusnya aku tidak harus bingung lagi bukan untuk bertemu denganmu, oppa? Setelah hari ini, aku akan benar – benar menjadi adikmu. Karena hari ini, aku benar – benar bersyukur kaulah yang menjadi oppaku. Tiba – tiba aku teringat perkataan eomma tentang permen lollipop. Ya, aku sengaja membelinya untuk kyu, yang berarti aku telah memaafkannya. Dulu, saat kami masih kecil, kita sering bertengkar dan jika kyu marah, aku akan ngambek lalu kyu akan membelikanku permen lollipop besar yang berarti dia telah memaafkanku dan begitu sebaliknya. Tapi kyu selalu membeli 2 permen, satu untukku dan satu untukknya. Berbeda denganku, yang selalu hanya membeli 1 permen dan dia selalu protes karena dia harus membaginya bersamaku. Sangat menggelikan mengingat hal itu. Tapi sekaarang saat mengingatnya itu akan menjadi kenangan yang sangat manis.

Aku membuka tasku dan mengeluarkan permen lollipop sama dengan permen yang kuberikan pada kyu tadi. Sekarang aku tidak akan membeli 1 oppa. Karena mulai dari sekarang, aku akan berjalan sendiri. Jangan salahkan dirimu lagi, karena aku sudah memaafkanmu. Ini pilihanku dan aku merelakanmu untuk bahagia. Goodbye my love..

THE END

NB : oya, susah banget buat pernikahan itu, ga dapet feelnya. Maklumlah, author belum nikah jadi gatau feelnya gimana…heheheheh…..

First published on Gisela’s FB on Saturday, April 16th 2012

My comment :
Aku dataaaang..

Ah! Kok aku jd lupa ya mau comment apa???

Bntar ta inget2.. T baca ulang jg deh.. :p

Pertama..

Iyaaa, un.. Makasiii ya udah mau post hari ini? Muachhh.. ^_^

Kedua..
Tadi pas baca adegan’e KyuWon xg Kyu deketin wajahny trus meluk itu, aku cm isa senyum garing..
Sorry.. Pas it lg ngeblank n bnr2 kacau prasaanku..
Tp stlah chat ma kamu n unhye, perasaanku jd jauh lbh baik.. Dan, stlh t inget2 lg, aku jd malu.. hehehe..

Ketiga..
Unnie!!! Cincin dolphin!!!
Aku jd ngrasa bnr2 ngrasuk jd Hae Won..
Makasiii jg udah brusaha gambarin Hae Won dr bbrp sisi-ku.. Trmasuk pipi chubby itu.. hehehe.. Aku jd bnr2 ngrasa Hae Won itu aku bgt ya? *kan emg iya?*

Keempat..
Mian.. Td aku melupakan, 1 juli itu ultahny siapa..
Trnyata eh trnyata.. hehehe..

Kelima..
Unnie!!! Bikinin after story-nya dong!!!
Bikin yg KyuWon ama SooYeon juga ya??? :p

Keenam..
Hahaha.. Trnyata kata2 yg itu toh yg menginspirasi dirimu..
“Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu padaku, kyu. Tidak dan mungkin tidak akan pernah tahu. Aku tidak menuntut agar aku mengetahuinya meski sebenarnya aku juga ingin tahu. Tapi jika memang lebih baik aku tidak mengetahuinya, maka kau tidak perlu mengatakannya padaku. Tak apa.”
Dalem jg ya trnyata? T.T

Ketujuh..
Kyu Hyun oppa daebak! Gomawo ya yeon? kekkekkeke~~ *ga karep*

Unnie!!! Bener2 makasiii.. Sorry ya baru isa comment.. Sorry jg tadi bacany putus2, beneran pngen nangis td.. Sorry jg, ni comment kyke panjang buangeeet nget nget..

Kiss n hug unnie.. I Love You, unnie.. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s