[Series] Diary of Secret Love – Part 2

Author : Gisela

Title : Diary of Secret Love

Cast :
Cho Kyu Hyun
Cho Yeon Hae
Choi Hae Won
Choi Si Won

Annnyyyyyeeeeeoooonnnggg!!!!!!

Bagaimana kabar readersku?? Author bawa lanjutan FF 3shoots kemarin nih..

Semoga tidak mengecewakan ya?? ^^v

Author juga tetap menunggu comment dan jempol kalian semua ^_____^

Oya pengen curhat, hehe… author lagi banyak tugas ni di kampus, ada yang mau bantu tidak??? *nyengir*

Yasudah, silahkan membaca ^^

Author pamit……>>>>>>>>

Kyuhyun Pov

Aku menutup diary itu dan meletakkannya di meja. Perasaanku semakin aneh setelah membaca kenyataan yang menyakitkan. Aku mengamati wajah adikku dan perasaan bersalah ini memperanjatiku. Aku mengusap air mata di pipi yeon. Aku memang tak pantas kau panggil oppa, karena aku banyak menyakitimu, yeon.

“Apa sangat sakit, yeon? Mianhae. Oppa janji itu yang pertama dan terakhir kali. Mianhae.” Aku mengusap pipi yang telah kutampar tadi.

“apakah selama ini, kau tidur dengan menangis? Mianhae. Jangan menangis lagi, terutama untuk laki – laki bodoh sepertiku. Kau harus lebih kuat, yeon, bagaimana kalau kau menangis saat oppa tidak ada bersamamu? Mianhae.” Aku mengambil kembali diarynya dan bolpen yang terletak diatas meja.

Pov end

 

Author Pov

Pagi harinya, suasana rumah kembali diributkan suara – suara di dapur, percikan air di kamar mandi dan kegaduhan yang biasa terjadi pada pagi hari. Yeonhae keluar dari kamarnya masih menggunakan piyama sambil mengusap matanya. Ia menyambar sepotong roti di meja makan dan mengunyahnya.

“Yeon, mandi dulu. setelah itu kau bisa langsung sarapan, eomma juga sedang membuatnya nih.” Ucap eomma yeonhae sambil terus sibuk di dapur. Yeonhae mengangguk lalu menuju kamar mandi dan berpapasan dengan kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi.

“Yeon?”

“Aish, pasti kau membuat kamar mandinya pengap, kyu. Oya, jangan lupa sisakan sarapan untukku. Awas kau!” ucap yeonhae dan segera menghambur ke dalam kamar mandi. Kyuhyun masih terdiam di tempatnya dan memperhatikan sesuatu yang aneh dengan adiknya. Kyuhyun mengetuk pintu kamar mandi, tapi tak ada jawaban hanya terdengar suara air mengalir, sepertinya yeonhae sengaja membuka kran air terus mengalir. Kyuhyun kembali ke meja makan.

“Oya, kyu, kau tidak perlu mengantarku pagi ini, aku berjanji berangkat bersama temanku.”ucap yeonhae sambil tersenyum. Kyuhyun hanya diam memandangi adiknya.

“Em, eomma, kyu, bagaimana kalau aku bekerja, kemarin aku mendapatkan pekerjaan yang lumayan, meski hanya pembantu tapi bukankah aku jago dalam membersihkan, bukan?”

“Yeon? Jangan lakukan itu. Eomma tidak ingin kau bekerja, cukup kau belajar saja, ara? Eomma masih punya cukup banyak tabungan, jadi kau jangan berpikiran macam – macam” raut eomma berubah seketika saat mendengar perkataan Yeonhae.

“Tapi eomma, aku masih bisa bekerja dan sekolah, aku tidak akan meninggalkan ….”

“YEON!! Apa kau tidak mendengarkan kata eomma!! Kalau kau tidak boleh melakukannya, jangan lakukan!! Ara?! “ teriak Kyuhyun dan membuat Yeonhae terdiam lalu memalingkan wajahnya lagi.

“Kau tidak mau? Sayang sekali makanan ini, untukku saja ya?”Tanya yeonhae sambil menunjuk mangkuk kyuhyun yang masih penuh dengan makanan. kyuhyun menggeser mangkuknya. Yeonhae melahap sarapannya dengan semangat lalu berpamitan pada eomma dan oppanya. Saat yeonhae hendak mengunci pagar rumahnya, kyuhyun mengejarnya.

“Yeon, kau marah pada oppa? Oppa hanya ingin yang terbaik untukmu, pikirkan sekolahmu saja, ara? Apa kau masih marah? Kau mau memukul oppa?” Kyuhyun mengarahkan tangan yeonhae untuk menghantam dirinya sendiri, tapi dengan segera yeonhae menepis tangannya.

“Kau kenapa sih, kyu? Aku tidak marah. araseo, aku tidak akan bersikap aneh lagi. Aku harus berangkat sekarang, temanku sudah menungguku” yeonhae berbalik dan meninggalkan kyuhyun yang masih menatapnya dengan perasaan khawatir.

Pov end

 

Kyuhyun Pov

Aku melihat punggung yeonhae semakin menghilang dan aku yakin ada yang salah dengannya. Meski dia mengatakan dia tidak marah tetapi sorot matanya mengatakan hal sebaliknya. Kenapa kau tidak memakiku dan membenciku, yeon? Kenapa kau justru berpura – pura tidak terjadi apapun dan mencoba menyembunyikan kesedihanmu sendiri? Kau bahkan tidak mau menatap mataku seperti sebelumnya. Aku pun tahu senyummu tadi pagi adalah sebuah kebohongan. aku tahu perasaanmu, yeon tapi aku tetap tidak tahu apa yang seharusnya aku lakukan untukmu. Mianhae, jeongmal mianhae.

Aku masuk ke dalam mobilku dan melaju ke rumah Haewon. Mulai dari kemarin, aku berjanji akan menjemputnya setiap hari. Awalnya aku pikir akan berdebat keras dengan Yeonhae pagi ini, rupanya aku salah. Dan rupanya aku belum bisa mengenali adikku dengan baik.

“Masuklah oppa. Kau sendirian?”Tanya Haewon setelah membuka pintu rumahnya.

“Ne. Yeonhae berangkat bersama temannya pagi ini. bagaimana keadaan appamu?” tanyaku balik. Haewon sibuk memasukkan barang – barangnya ke dalam tas.

“Sudah membaik dan ia sedang beristirahat di kamar. Apa kau ingin menemuinya?” aku mengangguk dan mengikutinya ke sebuah kamar yang sangat luas dan besar. Haewon berjalan mendahuluiku dan menggoyangkan lengan appanya perlahan.

“Appa. Ada kyuhyun datang.”

Appa Haewon membuka matanya sayu dan tersenyum padaku. Aku menghampirinya dan ada perasaan sedih melihatnya berbaring lemah seperti itu. Aku memang mengenal ajjushi ini setelah berpacaran dengan Haewon, yaitu sekitar setahun yang lalu. Dia appa yang sangat menyayangi anaknya dan mengingatkanku pada appaku yang telah tiada.

“Haewon ah, bisa kau tinggalkan appa dengan kyuhyun?”pintanya dengan suara yang parau. Haewon mengiyakan dan menghilang di balik pintu.

“Apa ada yang bisa saya bantu, ajjushi?” aku membalas tatapan matanya yang terlihat sangat lelah dan ia menggenggam tanganku.

Pov end

 

Yeonhae Pov

Pelajaran baru saja selesai dan aku melangkah keluar dari gerbang sekolah. Hari ini terasa lebih melelahkan dari kemarin – kemarin. Aku membuat lingkaran di atas tanah dengan kakiku, aku belum ingin pulang ke rumah dan menghadapi semua kenyataan itu. Aku tidak menghindar hanya saja aku butuh tempat untukku bisa bernafas.

Aku teringat kejadian tadi pagi. Aku minta maaf, kyu. Eomma dan kyu, kalian satu – satunya yang kumiliki di dunia ini dan aku tidak ingin kehilangan kalian. Karena itu aku bersikap seperti tadi pagi. aku harus bisa bersikap seperti biasa, karena aku tidak ingin ada yang berubah. Tidak mau karena hal itu, akan terbentuk dinding diantara aku dan kyu. maafkan keegoisanku, meski kenyataan ini sungguh membuatku sesak dan ingin kabur  tapi aku tidak sanggup harus berpisah dengan kalian. Ijinkan aku tetap ingin tinggal di rumah itu, tak apa meski kau hanya menganggapku sebagai adikmu, kyu. Itu sudah sangat cukup untukku. Aku hanya butuh waktu untuk melupakan perasaanku. aku mohon beri aku waktu, aku mau belajar melihatmu sebagai oppa. Jangan usir aku.

Aku membuka tasku untuk mengambil handphoneku, tetapi pandanganku tertuju pada secarik kartu. Kartu nama ajjuma yang menawariku pekerjaan. Aku mengambilnya lalu merobek hingga menjadi potongan – potongan kecil. Ya, ini sekarang sudah tidak berguna. Aku mengeluarkan handphoneku dan membuka sebuah message,

“Yeon, kau kujemput ya? Tunggu oppa, jangan kemana – mana, ara? ^^”

Aku menggenggam erat handphoneku, aku masih belum siap bertemu denganmu, kyu. Aku masih belum siap untuk berpura – pura lagi di hadapanmu. Hahh, aku menghela nafas panjang dan tiba – tiba ada telepon yang mengejutkanku.

“Yeobseyo? Ah begitu, araseo kau harus menemaninya, kyu. Aku? Aku masih mau ke rumah temanku, ada yang tak ku mengerti dan aku ingin belajar dengannya. Annyeong”

Aku menutup sambungan teleponnya dan menenangkan kembali perasaanku. kenapa masih sakit padahal aku sudah mencoba untuk tersenyum. Kenapa berat sekali untuk merelakanmu, kyu? Masih terasa menyakitkan saat kau lebih memilih untuk bersama Haewon, walau aku meyakinkan diriku sendiri dengan seribu alasan, aku tetap tidak dapat merelakanmu dengannya.

Pov end

 

Kyuhyun Pov

Aku bergegas menuju sekolah adikku namun aku segera menghentikan mobilku saat mendapat pesan bahwa appa Haewon kembali kritis dan dilarikan ke rumah sakit. Aku tahu aku akan melukai perasaan yeonhae lagi tapi aku juga tidak bisa meninggalkanku Haewon sendirian. Aku mengambil handphoneku dan menekan speed dial nomor 1.

Aku memasukkan handphoneku ke saku dan memutar arah ke kampus Haewon. Aku masih memikirkan Yeonhae, meski dia mengatakan tak apa, tapi aku tahu dia hanya berpura – pura dan sekali lagi aku tidak dapat melakukan apapun untuknya.

Pov end

 

Haewon Pov

Aku memainkan gantungan handphoneku yang kutaruh di meja. Mencoba menghilangkan semua kekhawatiranku. Semua bayangan appa di rumah sakit tadi memenuhi pikiranku dan membuatku semakin lelah. Orang tua yang kupunya hanya dia seorang dan aku tidak mau kehilangan lagi. aku belum siap.

“kenapa tuan putri tidak mau makan? Apa makanannya tidak enak?” ucapan kyuhyun membuyarkan lamunanku. Bahkan aku tak tahu kapan ia kembali dari toilet. Ya, kami sedang berada di restoran untuk makan siang dan seingatku tadi dia pergi ke toilet sebelum pikiranku mulai menjalar.

“Ani, oppa. Aku akan makan. Oya, bagaimana dengan yeonhae? Kalian sudah berbaikan?”tanyaku dan membuat kyuhyun sedikit terkejut.

“ne, kami sudah berbaikkan. Kau tidak perlu khawatir.”

Aku tersenyum mendengarnya dan aku harap mereka memang sudah berbaikkan. Aku menunduk dan melahap makananku, karena aku tak tahu lagi harus berkata apa. Aku mendongak saat kyuhyun menggenggam tanganku.

“setelah makan, bagaimana kalau kita pergi jalan – jalan? Kuliahmu sudah selesai, bukan?”

“tapi kau harus kembali ke kantor oppa?”

“Tenang saja, banyak orang ahli disana yang dapat menghandle semuanya. Ayo cepat habiskan makanan kita, lalu kita bersenang – senang” aku tersenyum mendengarnya, ia selalu bisa membuatku nyaman.

Kami sudah sampai di Myeongdong. Kyuhyun benar, kami bisa bersenang – senang disini. Dia juga sering membuatku tertawa karena tingkahnya. Aku baru sadar bahwa kekasihku ini memiliki sisi yang jarang ku lihat, dia kekanak – kanakan. Kami terlihat seperti seperti sepasang kekasih yang masih SMA.

“Haewon ah, coba kemarilah”

Aku menengok dan berjalan ke arahnya, ia sibuk memilih baju – baju wanita dan mencocokannya denganku. Aku hanya tersenyum melihatnya. Aku memang tidak hobi berbelanja dan yang terlihat bersemangat memilih baju itu malah dia.

“Ah ini. dress ini terlihat sangat cantik, haewon ah. Cobalah.”

Aku menaikkan alisku “Sekarang oppa?” dan dia mendorongku ke ruang ganti.

Tak berapa lama, aku keluar mengenakan dress yang dipilih kyuhyun dan melihatnya menatapku membuat pipiku memerah.

“Yeppuda!!”serunya

“Kau baru tahu kalau aku cantik, oppa?”godaku

“Ah, anieyo, maksudku dress ini memang sangat cantik.”Aku mencibir mendengar perkataannya dan ia mencium pipiku. Aku membulatkan mataku dan dia tersenyum sangat manis. Dia sukses membuatku salah tingkah. Aku menggaruk kepalaku yang tak gatal dan mencoba melepas tatapanku darinya.

“Yeonhae?” aku menangkap sosok yang kukenal berbalik dan berlari dari luar etalase butik ini.

“oke, kita ambil dress ini. lalu, kau mau kemana lagi, haewon ah?”ucap kyuhyun memecah kekagetanku.

“Oppa, aku melihat yeonhae. Dia ada disini dan sepertinya dia menangis.”

“Ayo cepat ganti bajunya” kyuhyun mendorongku ke ruang ganti lagi.

“terima kasih”ucapnya pada pelayan butik.

“Oppa, ada Yeonhae adikmu di sini. Dia ada di myeongdong, oppa.” Aku mengulangi perkataanku meski aku ragu bahwa dia tidak mendengarkanku tadi. Dia masih berjalan sambil menggenggam tanganku. Aku tahu dia hanya berpura – pura dan mengacuhkan perkataanku tadi. Aku menghentikan langkahku dan ia pun juga berhenti. Dia menatapku penuh tanya dan aku membalas tatapannya dengan tajam. Aku tahu ada sesuatu yang aneh dan ucapan kyuhyun tadi mengenai hubungannya dengan adiknya juga bohong.

“Aku tahu, Haewon ah. Aku tahu Yeonhae ada disana. Aku juga tahu dia berlari dan tidak jadi menyapa kita. Aku tahu dari pantulan bayangannya di kaca butik itu.”

“Kalau begitu, kenapa kau tidak mengejarnya oppa? Mungkin aku salah melihatnya sedang menangis tapi aku merasa ada yang harus kalian selesaikan, oppa.”

“Apa yang harus kami selesaikan?”

“Molla, perasaanku hanya mengatakan seperti itu. Pergilah.”

Aku semakin heran melihatnya semakin mempererat genggamannya dan menarikku untuk berjalan lagi. ada apa sebenarnya? Apa mereka bertengkar lagi karena aku? Kenapa kyuhyun tidak menceritakannya padaku? Atau mungkin perkataan yang diucapkan yeonhae malam itu adalah benar, kalau kyuhyun tidak pernah mencintaiku.

“Jangan berpikir macam – macam, haewon ah. Yeonhae hanya sedang ngambek. Besok juga akan baik lagi. dia pergi karena tidak ingin bertemu denganku dan jika aku berdiri di hadapannya sekarang, apa kau tidak merasa itu akan menyebalkan? kau percaya padaku, kan? Aku sedang tidak ingin membahas tentang yeonhae, bisa kan? Aku hanya ingin menikmati hari ini bersamamu saja.”ucapnya sambil menatapku dan membuat perasaanku menjadi hangat. Semua kekhawatiranku segera lenyap oleh senyumnya.

Kami sudah berjalan jauh dan duduk di sebuah kursi taman. Meski kyuhyun berusaha keras untuk menghiburku, tapi tak jarang aku menangkapnya sedang melamun, seperti sekarang. Aku tahu ada sesuatu yang terjadi dengannya dan yeonhae. Tapi aku juga tidak dapat memaksanya untuk bercerita. Aku hanya dapat menemaninya disisinya. Aku menggenggam tangannya sama seperti saat – saat ia mencoba menenangkanku di masa – masa sulit. Dia menoleh menatapku, pandangannya sayu dan aku tak terlalu suka melihatnya. Aku memberikan senyum terbaikku dan ia membalas dengan senyumnya yang dapat menggetarkan hatiku.

Pov end

 

Yeonhae Pov

Aku terdiam dan berpikir aku harus kemana? Ucapanku pada kyu di telepon tadi memang hanya kebohongan belaka. Sekarang aku benar – benar tidak tahu harus kemana. Aku belum siap untuk kembali ke rumah. Tiba – tiba saja terlintas ide itu dan aku segera pergi dari halaman sekolah. Aku berjalan sendirian di myeongdong, meski tempat ini luas tapi aku tidak khawatir akan tersesat karena aku sangat kenal dengan tempat ini. ini adalah tempat dimana aku selalu menghabiskan liburanku bersama kyu. Kami sangat sering kemari dan bermain sepuasnya disini, mencoba setiap jajanan dan membeli barang – barang murah hanya sekedar untuk kenang – kenangan.

Aku merindukkan saat – saat itu, tapi aku tak yakin aku dapat merasakan hal itu lagi. dan aku tahu ini salah jika aku terus berharap. Mungkin aku akan belajar untuk melupakan perasaan itu dari tempat ini, bersama semua kenangan yang terangkai disini.

Langkahku terhenti saat melihat dua sosok yang kukenal. Mereka ada disini? Bukankah kyu bilang appa Haewon sedang kritis? Bukankah seharusnya mereka berada di rumah sakit? Apa kyu sudah membohongiku? Aku memakai topi jaketku dan berjalan mendekati etalase butik itu agar dapat melihat mereka lebih jelas.

Mereka benar – benar terlihat seperti sepasang kekasih, aku juga tidak pernah melihat kyu tertawa selepas itu, bahkan saat bersamaku. Apa kau benar – benar mencintainya, kyu? Jangan tersenyum padanya, kyu. Aku mohon! Dan jangan dekati dia. YA!! Cho Kyu Hyun!! Apa yang baru saja kau lakukan?! Kau mencium pipinya? Andwae!! Aku membalikkan badanku, aku tidak sanggup melihatnya dan air mataku menyeruak keluar. Aku berlari meninggalkan tempat itu. Kejadian itu tergambar jelas di kepalaku dan membuat dadaku semakin sesak. Aku melihat sebuah kursi dan duduk disana. Mencoba mengatur nafasku dan menghapus semua air mataku. Aku menutup mataku dengan telapak tangan kananku, berharap air mata ini dapat berhenti tapi tetap tidak bisa. Kau bahkan membawanya ke tempat ini, kyu. Tempat favourite kita. Kau benar – benar membawanya ke kehidupanmu? Aku memukul dadaku dengan tanganku yang mengepal. Kenapa sakit sekali? Kapan aku bisa terlepas dari perasaan ini? beri tahu aku, bagaimana cara untuk merelakanmu, kyu? Karena aku benar – benar tidak tahu.

Aku mengeluarkan diaryku, namun aku tak sanggup membukanya. Aku tidak ingin menangis lagi saat membacanya kelak. Aku harus melupakanya sekarang juga. Harus! Karena saat aku kembali ke rumah nanti, aku akan menjadi yeonhae, adikmu. Mianhae, tapi sekarang biarkan aku menangis sebagai yeonhae yang selalu berharap bahwa suatu saat nanti kau tidak melihatku sebagai adikmu.

Pov end

I’m still at the same place
I’m weary from wondering by your side
Even today, as i was wondering
Day has passed again and again
Now I’m here
You know? You know that my heart is hurting
Watching you smile makes my heart ache more
How much longer must I cry
I knew I couldn’t have you
But my heart just kept growing
It’s my mistake for
Waiting by myself
Regretting by myself
Loving you
Even though my heart was hurting
It’s my mistake for not letting you go
I’m such a fool
I knew i would get hurt and couldn’t let go
Even though it could be all my mistake
That’s ok
As long as you’re there
Please forgive me for being like this
Who loved you

(Lyrics from Mistake by SNSD)

 

Author Pov

Kyuhyun baru saja sampai di rumah dan tidak menemukan siapapun di ruang tamu. Ia berpikir mungkin eommanya masih bekerja. Ia membuka kamarnya tapi mengurungkan niatnya dan pergi melihat kamar adiknya. Ia mengetuk pintunya tapi tak ada jawaban, akhirnya kyuhyun memutuskan untuk langsung masuk. Yeonhae sedang berkutat dengan bukunya dan tetap meneruskan pekerjaannya walau ia tahu kyuhyun berada di kamarnya sekarang.

“Kau sedang apa, yeon? Mianhae oppa tadi tidak bisa menjemputmu.”

“Tenang saja, aku sudah menemukan teman belajar yang sangat pintar, kyu. Aku tidak akan mengganggumu lagi dengan tugas – tugasku sekarang. Akan kubuktikan kalau aku bisa mendapatkan beasiswa di universitas Kyunghee.” Cerocos yeonhae sambil tertawa bangga.

Kyuhyun tak terkejut lagi dengan sikap adiknya, tapi ia juga tidak tersenyum menanggapi sikap yeonhae. Ia terdiam sejenak.

“baik, aku akan tunggu kabar gembira itu darimu! Awas kalau kau tidak mendapat beasiswa itu ya!”ucapnya dan mengetuk kepala yeonhae pelan. Yeonhae mengusap kepalanya dan tersenyum.

“Aku lapar, yeon. Kau masakan makanan ya? Aku mau mandi dulu”

“YA!! Aku sibuk, kyu. Kau tidak bisa seenaknya menyuruhku seperti itu.”

“YA!! Aku lapar, yeon. YA!! Karena kau sudah dapat teman belajar baru sekarang kau melupakan oppamu, yeon. Uhh, hatiku sakit.” Protes kyuhyun dan memegangi dadanya seakan dia sedang kesakitan. Yeonhae beranjak dari kursinya dan memukul kepala kyu. Ia pergi ke dapur dan mengambil beberapa bahan masakan untuk dimakan bersama kyuhyun.

Pov end

 

Kyuhyun Pov

Aku mencoba mengikuti permainan yeonhae. Aku akan mencoba bersikap seperti biasa. Aku hanya tidak ingin melihat usahanya sia – sia. Dan kalau sekarang dia tahu aku telah mengetahui perasaannya, aku hanya akan menekannya untuk segera menghilangkan perasaannya itu atau justru membawanya ke tempat yang jauh lebih gelap dan berat dari sekarang. Saat di kamarnya, setelah ia tertawa, aku melihat rautnya berubah hampir menangis. Aku tahu ia sangat menderita dengan berpura – pura tertawa dan baik – baik saja didepanku. Mianhae, yeon. Apakah ini akan membantu?

Aku pergi ke meja makan dan melihat yeonhae telah menyiapkan makanan untuk kita berdua. Aku duduk di depannya dan melahap habis masakannya.

“YA!! Kyu makannya pelan – pelan saja. Berapa hari kau tidak makan?” ledeknya. Aku menatapnya dan ia segera mengalihkan pandangannya. Dia masih tidak berani menatapku. Dia melanjutkan menyantap makanannya dan begitu pun denganku. Aku memperhatikannya diam – diam dan dia hanya berfokus pada makanan di hadapannya tanpa melihatku sama sekali. Ada apa denganmu, yeon biasanya kau akan sangat cerewet sekali disaat seperti ini.

“Oya kyu, kau tahu tadi aku bertemu dengan seorang pedagang kue beras. Dia menawariku kue beras buatannya dan aku membelinya, kau tahu rasanya sangat enak. Dan aku berpikir untuk membuatnya lain kali. Yah, tapi aku belum tahu resepnya. Besok aku akan mencari tahu.”cerocos yeonhae

“benarkah? Kau harus membuatkan untukku juga. Awas kalau tidak, aku tidak akan mengantarmu ke sekolah lagi.”

“Ah benar juga, besok aku akan berangkat dengan temanku lagi, jadi kau tidak perlu mengantar dan menjemputku. Tapi tenang saja, aku akan menyisakan kue berasku untukmu, tapi tentu saja bagian eomma lebih besar. Hehe”

Aku terdiam, apa aku mengatakan hal yang salah.

“Kau yang cuci piringnya ya? Aku kan sudah memasak? Gomawo, kyu.” dan ia beranjak karena makanannya sudah habis. Dia tersenyum lagi tapi senyumnya justru menyesakkan dadaku. Aku menahan tangannya dan dia berhenti meski tanpa menatapku.

“Yeon, aku mencintai haewon. Aku serius dengannya dan aku harap kau bisa menyetujui hal itu.”

“Aku masih.. ada tugas. Aku masuk dulu” tangannya terlepas dari genggamanku dan aku tidak tahu apa yang kulakukan ini salah? Aku tahu aku membuatnya terluka lagi tetapi dia harus mengetahuinya, sekarang atau aku tidak ada keberanian untuk mengatakannya lagi. Mianhae, yeon. Oppa sangat menyayangimu dan tidak ingin melihatmu terus – terusan tersiksa. Oppa hanya tidak ingin kau terluka lagi setelah ini, karena setelah lukamu mengering, kau tidak akan menghadapi perasaan seperti ini lagi. Jadi, biarkan oppa membantumu untuk menyelesaikan ini sekarang, meski sangat berat.

Aku terbangun di tengah malam dan kembali membuka kamar yeonhae. Dia sudah tertidur pulas dan aku mendekatinya. Wajahnya terlihat tidak tenang dan sekali lagi aku melihatnya tertidur sambil menangis. Aku mengusap air matanya dan merapikan selimutnya. Mianhae, yeon. Oppa minta maaf. Oppa berharap kau dapat tersenyum lagi secepatnya. Aku merindukan senyummu, senyummu tanpa kepura – puraan. Mianhae, harus membuatmu menanggung rasa sakit itu. Mianhae.

Pov end

 

Yeonhae Pov

Bantalku basah karena air mataku. Meski aku tahu, kyu mencintai haewon, meski selama ini sebenarnya aku tahu, tapi aku hanya ingin menyangkalnya. Tapi kenapa saat mendengar langsung darimu membuat luka di hatiku semakin menganga, sakit kyu. Mianhae, meski aku berusaha bersikap seperti biasa, sangat sulit untuk menatap matanya, aku takut, sangat takut jika dia akan mengetahuinya dan membuatnya merasakan sakit ini juga.. aku tidak mau melihatnya menatapku dengan perasaan bersalah. Aku mengambil diaryku, tapi bukan untuk kutulisi tapi untuk kusimpan. Aku tidak tahu bagaimana cara melupakan perasaanku tapi aku tidak ingin membuka diary ini lagi, karena terlalu banyak cerita tentangmu disana kyu. Semua perasaanku, buku yang mencatat perasaanku yang terus tumbuh.

Pov end

TBC………….

First published on Gisela’s FB on Thursday, April 14th 2011

My comment :
Lo??? Curiga! Itu kyu kyke nulis sesuatu ya nd diary-ne???
Ah ga dcritain it yeon nulis apa??? Uuu!!! Unnie ya? Hahaha..

Oh ya lg, kurang panjaaang.. *reader banyak maunya*

Kyuuuuuuu!!! Knapa kau aneh skali ya? Wakakakak..

Ngmg apa lg ya? Yeonhae kasian skali ya? Tenang2.. Teukie akan sgra dtg mnyelamatkanmu.. Ciakakakak..

Oh ya! Lupa! Unnie daebak!!!

At least, gomawo ya un dah posting.. Mengobati kegundahan hatiku.. Ceileh!

*kiss n hug unnie*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s