[Series] Diary of Secret Love – Part 1

Author : Gisela

Title : Diary of Secret Love

Cast :
Cho Kyu Hyun
Cho Yeon Hae
Choi Hae Won
Choi Si Won

Hai..hai…mian author baru muncul…masa hiatusku panjang juga rupanya…hahahaha… Oya tapi aku ga bawa FF lama lo, saya malah bawa FF baru..mianhae…*bungkuk bareng teukie* Gatau nemu ide ini darimana, sepertinya saya gila…heheheh… Ya sudah dibaca saja… Mohon comment dan jempolnya… Author kangen dengan suara kalian semua… ayo!! Tunjukkan diri kalian…wkwkwkwk

Gomawo ya ^__________^

Oya mau ucapin thanks puol buat temen2ku yang selalu support dan kasih aku ide, sehingga terbentuklah FFni… Gomawo semuanya……

Author pamit……>>>>>>>>

Yeonhae Pov

“Ya!! Kyu jangan lakukan itu lagi, kau membuat rambutku berantakan!!” Aku mendorong punggung Kyuhyun keluar dari kamarku, karena dia mencoba menggangguku mengerjakan tugas. Dia senang sekali mengacak rambutku dan membuatnya berantakan, setelah itu dia akan senang sekali melihatku kesal dengan tingkahnya.

“Tidak butuh bantuan, oppa?”

Aku menggeleng dan dia kembali bertanya “Jeongmal?? Tidak akan menyesal??”

“Hmm, sebenarnya ada yang aku tidak mengerti” dan aku membawa setumpuk tugasku yang terus terang membuatku pusing.

“Kyu, kau tidak menjenguk appa Haewon?” teriak eomma dari dapur dan diikuti Kyu yang keluar dari kamarku, aku pun mengikutinya.

“Iya, aku baru saja akan pergi, eomma. Bye, little pig!!”ucapnya sambil mengacak rambutku lagi dan aku mendengus kesal. Aku tidak membalas salamnya dan kembali masuk ke kamarku. Kamarku kecil namun sangat nyaman menurutku. Ruangan ini seakan markas untukku, dimana aku sering meluapkan semua perasaanku. Aku mengeluarkan buku kecil dari laci meja belajarku, buku yang sudah bersahabat lama denganku sampai aku lupa kapan tepatnya aku memiliki buku ini. Buku dengan sampul biru garis – garis putih tersebut adalah pemberian dari appaku dulu, semasih ia hidup. aku membuka pada halaman pertama dan tergores sebuah kalimat,

“Yeon, semoga buku ini dapat menyimpan semua kenangan yang selalu membuatmu bahagia dengan akhir cerita yang membahagiakan pula. Appa sayang yeon, yeongwonhi ^^”

Aku tersenyum membaca tulisan dari appa. Appa meninggalkan kami semua saat aku baru masuk SMA, terhitung sudah 2 tahun lamanya dari sekarang. Dan setelah itu, kondisi keuangan keluargaku memburuk. Aku mengusap wajahku begitu teringat kenyataan dalam keluargaku, aku tidak bisa hanya diam sementara eomma dan kyu bekerja keras untuk membiayai hidup kami. Kyu? Ya!! Aku teringat hal yang mengusikku tadi dan menyebabkanku membuka buku ini kembali. Kyu mulai sering meninggalkanku hanya untuk menemui kekasihnya bernama Haewon. Padahal dulu, kyu selalu mendahulukanku dari kekasih – kekasihnya, ya aku tahu kadang sikapku berlebihan, tetapi aku tidak bisa berbohong kalau hatiku sakit tiap kali melihatnya tersenyum saat mendapat telepon dari Haewon, membayangkan mereka pergi berdua dan hanya membuatku semakin lelah. Ya, mungkin aku hanya tak terbiasa.

Aku menutup diary ku dan menyimpannya di tas bersama tugas – tugasku. Ya, aku berusaha menyelesaikannya sendiri tanpa kyu dan membuatku semakin kesal dengannya. Lagi – lagi aku menguap dan baru menyadari jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Aku beranjak dari kursiku dan pergi ke ruang tamu. Aku mendapati eomma yang mencoba menyelesaikan jahitan dari pelanggan, kepalanya terangguk – angguk dan membuatku semakin bersalah. Aku menggoyangkan lengannya perlahan, “Eomma tidurlah di kamar, besok masih bisa dilanjutkan, bukan?”

Eomma mengerjapkan matanya dan berjalan tertatih kearah kamarnya. Ruangan ini cukup berantakan, banyak kain berserakkan dan piring makan malam kami tadi juga masih tergeletak di meja. Aku melipat lengan piyama ku dan mulai membersihkannya, dimulai dari piring – piring kotor itu. Aku terus melirik jam di dinding itu, apa jamnya salah? Kenapa kyu masih belum pulang?? Ahh!!!!

Hari sudah malam dan aku belum melihat tanda – tanda kyu akan pulang. Kuputuskan untuk menunggunya di luar. Malam itu sangat dingin dan aku merapatkan jaketku. Tiba – tiba saja aku teringat masa kecilku, saat rumah kecil ini terasa lebih sempit yaitu saat appa masih ada dan kami berempat selalu menikmati makan malam bersama, membantu ibu menjemur pakaian, dan menunggu appa pulang kerja sambil bernyanyi bersama kyu dan eomma . Hah.. aku merindukan itu semua. aku duduk di tangga kecil di teras rumahku dan membayangkan saat appa pulang dengan membawa makanan yang lezat dan tanpa sadar membuat air mataku menetes. Kubenamkan wajahku di kedua lenganku dan lututku lalu terisak semakin dalam.

Tiba – tiba aku merasakan tangan hangat yang membelai punggungku. Aku mendongak dan melihat kyu menatapku, entahlah apa yang terjadi denganku, aku merasakan jantungku berdegup kencang, aku tidak tahu sejak kapan aku menjadi aneh seperti ini, yang aku tahu perasaan ini sering muncul saat aku bersama dengan kyu.

“Waeyo? Kenapa kau diluar, yeon? Kau bisa sakit”

“YA!!! Ini jam berapa kyu?? Apa saja sih yang kau lakukan dengan orang itu?” tanyaku mengingat aku masih sebal dengannya.

“Haewon, yeon. Kau juga harus memanggilnya onnie kan?” jawabnya sambil mengetuk dahiku.

“Aku tidak peduli dengannya. Seberapa penting dia untukmu, kyu? Bahkan kau membiarkanku mengerjakan tugas – tugasku sendirian”

“ohh, jadi kau marah karena itu? Ouh, adikku ini memang sangat lucu ya?”dia mencubit kedua pipiku dan membuatku terkejut.

“YA!! Jangan perlakukan aku seperti anak kecil!!”

Dia menaikan puundaknya “Kan kau memang my little pig”

Dia hendak mencubit pipiku lagi tapi aku menepis tangannya dan meninggalkannya diluar.

“Yeon, kau benar – benar marah pada oppa?? Mianhae. Tadi oppa di rumah sakit menemani Haewon menjaga appanya, oppa tidak mungkin meninggalkannya sendirian dalam kondisi seperti itu, kan?”

“Iya, tentu saja. Dia memang yang paling penting, aku juga tidak keberatan untuk kau lupakan sekalian” aku tak menghiraukan perkataannya lagi dan menutup pintu kamarku.

“Ya!! Yeonhae!!”

Pov end

Kyuhyun pov

Aku bernyanyi kecil sambil menunggu Haewon selesai bersiap. Aku sengaja menunggu diluar, karena di rumah Haewon sekarang hanya ada dia seorang. Appanya masih dirawat di rumah sakit, siwon hyung sudah berangkat ke kantor sedangkan ahjumma yang tak lain pembantu Haewon juga sedang belanja ke pasar. Biasanya Haewon tidak mau dijemput karena dia tahu Yeonhae kurang menyukainya dan membiarkanku berangkat bersama Yeonhae. Tetapi kali ini, aku tidak bisa membiarkannya sendiri disaat yang berat untuknya. Hari ini, aku juga mengajak Yeonhae berangkat bersama, tetapi entahlah dia tiba – tiba menolak saat aku bilang akan menjemput Haewon terlebih dahulu. Sepertinya Yeonhae akan sulit memaafkanku, karena kemarahannya akan menumpuk dengan kejadian kemarin malam, tapi biarlah akan kuatasi nanti.

“oppa kau sudah lama? Mianhae, seharusnya kau tak perlu menjemputku seperti ini kampusku dan kantormu kan berbeda arah”

“Anieyo, aku senang bisa menjemputmu. Untuk selanjutnya, ijinkan hamba menjemput tuan putri dengan kereta kuda ini ya?” Dia tertawa dan aku senang melihatnya setelah melihat wajah tertekannya kemarin. Aku membuka pintu mobilku dan mempersilahkannya masuk.

Pov end

 

Yeonhae Pov

Kakiku sudah pegal dan aku memutuskan untuk beristirahat di bangku halte. Aku mengeluarkan koran dari dalam tasku dan memandangnya lemas. Aku sudah mendatangi semua lowongan kerja yang memungkinkan untukku tapi semuanya nihil. Aku membolak – balik koranku sambil terus memijit kakiku.

“Apa kau sedang mencari pekerjaan, nak?”ucap dari seorang di sebelahku.

“Ah, ne ajjuma. Apa anda bisa membantuku?”

“Ne, apa kau bisa membersihkan rumah, mencuci dan pekerjaan semacamnya?”

Aku mengangguk pasti dan setelah kami berunding sejenak, akhirnya aku mendapatkan pekerjaan. Rasanya senang sekali meski hanya sebagai pembantu. Ajjuma itu meninggalkan kartu namanya dan aku berjanji akan menghubunginya jika aku menerima pekerjaan itu. Aku menaikki bis ke arah rumahku dan ingin segera pulang, memberitahukan kabar gembira ini.

Aku melompat dan menari kecil di gang rumahku, aku tahu semua tetanggaku akan menganggapku gila tapi tidak ada yang bisa kusembunyikan kalau aku sedang senang. Aku memasuki halaman rumahku dan melihat pintu rumah sedikit terbuka. Kenapa eomma tidak menutupnya?

“Eomma, aku tahu tapi apa ini tidak terlalu cepat?”

Kyu? Kenapa ada suara kyu? Dia sudah pulang?

“Kyu, eomma mohon kau pikirkan kita semua. kau tahu hasil dari menjahit itu tak seberapa dan Yeon juga masih harus kuliah. Dengan mengandalkan gajimu pun tidak dapat mencukupinya. Apa kau tidak mengerti?”

“Araseo eomma, tapi…”

Aku mendengar suara kyu yang berat dan tertekan, ada apa sebenarnya?

“Kau bilang kau mencintainya, bukan? Lalu apa masalahnya? Menikahlah dengan Haewon dan semua masalah akan selesai, bukankah appa Haewon juga sudah setuju?”

“Apa kau tidak mau melakukannya demi Yeon? Dia sangat ingin masuk kuliah kyu. Kau menyayanginya bukan meski dia bukan adik kandungmu?”

Mwo?! Genggamanku lepas dari knop pintu. Apa yang baru saja aku dengar? Menikah? Adik kandung? Aku mendengar derap langkah seseorang yang mendekat dan aku segera bersembunyi. Aku melihat kyu keluar dan pergi dengan melajukan mobilnya. Aku.. Aku bukan adik kandung kyu? Itu berarti aku bukan anak kandung keluarga ini? kenapa ini bisa terjadi? aku siapa? Tidak! Mungkin saja ini salah, aku memang anak kandung mereka, tetapi perkataan eomma tadi terdengar jelas olehku. kenapa eomma juga menyuruh kyu menikah dengannya? Kalau hanya karena uang, lantas apa gunanya aku berjalan memasuki tiap lowongan untuk mencari pekerjaan? Atau kyu memang mencintainya? Andwae!! Aku yakin kyu tidak serius, sama seperti kekasih – kekasih sebelumnya. Dan kenapa hatiku harus sesakit ini? Apa yang sebenarnya terjadi?

Pov end

 

Haewon Pov

Setelah menerima telepon dari kyu, aku bergegas ke cafe dimana kami sering menghabiskan waktu disini. Pengunjung malam ini tidak terlalu banyak dan membuatku semakin bosan. Aku mengaduk minumanku sambil menunggu kyu, dia bilang dia sedang dalam perjalanan tetapi kenapa perasaanku tidak tenang.

“Haewon?” aku mendongak dan terkejut melihat orang yang menghampiriku

“Yeonhae? Kau habis menangis? Ada apa?”

“Menangis? Aku tidak menangis. Kebetulan aku melihatmu disini, aku ingin menegaskan sesuatu” ucapnya tak ramah. Ya, aku tahu yeonhae kurang menyukaiku, aku pun tak tahu apa alasannya, tapi melihatnya datang dengan kondisi seperti ini membuatku khawatir padanya.

“Ada apa Yeonhae?” aku tidak menyukai pandangannya, terlihat sinis dan begitu membenciku.

“Kau, seharusnya tidak bersama dengan kyuhyun. Apa yang kau harapkan darinya? Cinta? Asal kau tahu dia bertahan di sampingmu selama ini karena kondisi keluargaku, ya karena dengan menikah denganmu, tentu keluarga kami akan terlepas dari kemiskinan. Tapi kyuhyun tidak pernah mencintaimu, tidak akan pernah! Jadi sekarang, tinggalkan kyuhyun! Dan jangan menampakkan dirimu lagi di hadapannya!” aku tertegun mendengar ucapannya dan begitu selesai dia berbalik meninggalkanku yang masih terdiam.

Plak..

Aku mendongak dan tak percaya melihat kyuhyun baru saja menampar yeonhae, satu – satunya adik yang ia punya dan sangat ia sayangi.

“oppa” hanya itu yang dapat aku ucapkan dan aku tidak dapat menggambarkan perasaannya, matanya merah dan tangannya gemetar.

“Kenapa kau seperti ini, yeon? Aku tidak tahu, apakah eomma sudah memberitahumu tentang rencana itu tetapi aku memilihnya bukan karena itu, aku ….”

“Andwae!!! Aku tidak mau dengar!! Aku tidak mau dengar kyu!! Kau tidak mencintainya!!” aku terkejut melihat reaksi yeonhae yang histeris lalu berlari keluar dari cafe ini. Kyu duduk lemas di kursi yang sudah disiapkan memang untuknya. Aku kembali duduk di hadapannya.

“Oppa? Kau baik – baik saja? Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa yeon semarah itu?” aku menggenggam tangan kyu, mencoba menenangkannya. Tangannya dingin dan membuatku semakin ketakutan akan kehilangannya. Dia masih terdiam dan perasaan khawatir terus menjalari tubuhku.

“Aku tidak apa, Haewon ah. Kau jangan khawatir. Sepertinya yeonhae salah paham, aku mohon kau percaya padaku.” Dia menatapku lekat – lekat dan tidak kutemukan kebohongan dimatanya.

“Aku percaya padamu, oppa. Tapi sepertinya yang perlu kau khawatirkan sekarang adalah yeonhae. Dia pasti sangat terluka, oppa. Saat menemuiku tadi, aku melihat matanya sembab.” Aku melihat kekhawatiran di mata kyu dan membuatku tak tega melihatnya tertekan seperti ini. aku memeluknya, “Temui yeonhae, oppa. Kau harus minta maaf padanya. Bagaimanapun dia adikmu, kau tidak bisa membiarkannya terluka lebih dalam”

“Haewon ah, kau tahu salah satu alasan aku jatuh cinta padamu? Karena kau bisa menyayangi adikku. Gomawo. Aku antar kau pulang sekarang?”

Aku menggeleng, “aku masih ingin disini, oppa pergilah.”

“Mianhae tidak dapat menemanimu makan malam. Hati – hati” ucapnya lalu mencium keningku sekilas dan menghilang dari balik pintu cafe. Yah, seharusnya keputusanku benar, yeonhae lebih membutuhkannya sekarang dan sepertinya ada masalah yang harus mereka selesaikan.

Kring…

“Yeobseyo? Oppa, kau bisa menemaniku sekarang? Ne, aku tunggu.”

Tak lama kemudian, siwon datang dan aku melambaikan tanganku agar ia dapat melihatku.

“Kau kenapa sendirian disini, dongsaeng?” aku tersenyum mendengar ia memanggilku demikian, ya oppa akan memanggilku dongsaeng jika aku sedang marah.

“Tidak kenapa oppa, kita makan malam bersama saja ya? Aku terlanjur memesan makanan untuk dua orang”

“YA!! Aku pelarian dari Kyuhyun?” dan aku hanya tersenyum menanggapi perkataannya.

“Memangnya kekasihmu itu pergi kemana? Bagaimana bisa ia meninggalkan dongsaengku yang jelek ini?” aku mencibir

“Dia masih ada urusan, sudahlah oppa, kenapa kau cerewet sih? Pokoknya kau harus menemaniku sehari ini.”

“ya! Sebenarnya apa yang terjadi?” ah, pertanyaan ini, aku tahu oppa akan bertanya juga.

“oppa, bagaimana kalau aku tidak menyukai kekasihmu? Dan tidak setuju dengan hubungan kalian?”

“Mwo?? Bukannya kau sangat dekat dengan Ji hyeon?? Kau juga sering mengatakan bahwa kita serasi? Kenapa kau tiba – tiba berubah pikiran, Haewon ah?”

“Ya!! Tenanglah oppa, aku tidak sungguh – sungguh menentang hubungan kalian, aku hanya bertanya. Ah lupakan sajalah.” Aku kembali mengaduk minumanku.

“Ji hyeon harus bersabar mungkin, karena aku ingin meyakinkan dulu padamu kalo dia memang yang terbaik untukku. Dan aku sangat berharap disaat seperti itu ji hyeon terus di sampingku dan mendukungku.” Ucapan siwon menghapus semua kekhawatiran dan ketakutanku. Benar, aku akan bersabar, karena aku percaya pada kyuhyun dan mencintainya.

Pov end

 

Yeonhae Pov

Aku melangkah tak terarah. Aku tak tahu harus kemana, otakku terus berputar tapi aku tetap tidak dapat menerima ini semua dengan akal sehatku. Apa yang kudengar tadi adalah kenyataan? Jadi selama ini aku tinggal bersama orang – orang yang bukanlah orang tua dan kakak kandungku?keluarga yang kumiliki, yang merupakan satu – satunya harta paling berharga juga bukan milikku. Hatiku sakit dan sangat sesak. Aku tak rela kyuhyun menikah dengan haewon. Tidak akan bisa, aku tidak akan bisa merelakanmu kyu. Hati ini terlalu sakit. Aku bahkan tidak tahu, kenyataan mana yang membuatku hancur? Pernikahan kyu? Atau statusku sebenarnya? Atau keduanya? Aku tidak dapat berpikir lagi.

Langkahku terhenti saat melihat seorang yang kukenal dari balik kaca sebuah cafe. Aku tak dapat berpikir dan segera memasukki cafe tersebut. Gadis itu duduk sendirian, baguslah. Aku menghampirinya

“Haewon?”

“Yeonhae? Kau habis menangis? Ada apa?” aku dapat melihat wajah kagetnya saat melihatku dan aku tak peduli.

“Menangis? Aku tidak menangis. Kebetulan aku melihatmu disini, aku ingin menegaskan sesuatu”

“Ada apa Yeonhae?”

“Kau, seharusnya tidak bersama dengan kyuhyun. Apa yang kau harapkan darinya? Cinta? Asal kau tahu dia bertahan di sampingmu selama ini karena kondisi keluargaku, ya karena dengan menikah denganmu, tentu keluarga kami akan terlepas dari kemiskinan. Tapi kyuhyun tidak pernah mencintaimu, tidak akan pernah! Jadi sekarang, tinggalkan kyuhyun! Dan jangan menampakkan dirimu lagi di hadapannya!” semua ucapan itu keluar begitu saja dan aku tak dapat mengendalikannya, aku berbalik karena air mataku terasa meluap lagi.

Plak..

Aku merasa pipiku panas tapi bukan karena sakit di pipiku yang membuat air mataku menetes.

“oppa” aku mendengar haewon memanggil kyu pelan nyaris berbisik.

“Kenapa kau seperti ini, yeon? Aku tidak tahu, apakah eomma sudah memberitahumu tentang pernikahan itu tetapi aku memilihnya bukan karena itu, aku ….”

“Andwae!!! Aku tidak mau dengar!! Aku tidak mau dengar kyu!! Kau tidak mencintainya!!”

Aku berlari keluar dari cafe dan terus berlari meski aku tak tahu aku harus kemana. Aku hanya ingin bersembunyi. Aku tidak ingin seorang pun menemukanku. Sakit! Sakit sekali rasanya! Bukan sakit karena tamparan tadi tapi tatapanmu yang seolah memandangku seperti orang asing, terus terang aku takut melihat kyu tadi, dia tidak seperti kyu yang kukenal. Apa aku melakukan kesalahan yang fatal? Tapi aku juga tidak pernah meminta untuk memiliki perasaan ini padamu, kyu. Dan kau bertanya kenapa aku melakukan hal itu?aku telah jatuh kyu.. Benar – benar telah jatuh dan sulit untukku untuk bangkit. Tapi aku juga tidak pernah sanggup untuk mengatakan perasaanku ini, karena aku adikmu. Ya, aku kira tak apa jika kau hanya menganggapku adikmu, tapi nyatanya aku bukan adik kandungmu, aku bukan siapa – siapa bagimu.

Kakiku sakit sekali dan aku duduk di taman yang sering kudatangi dulu bersama appa dan kyu.. Udara dingin mulai menusuk kulitku, aku baru sadar aku tidak memakai jaket dan tetap mengenakan seragam sekolahku. Aku mencoba tertawa untuk melupakan semuanya, tertawa sekeras mungkin tapi yang kudengar hanyalah teriakan yang menyedihkan, semua rasa sakit ini menyusup di tiap sela hatiku dan membuatku sulit bernafas. Tiba – tiba aku teringat perkataan eomma tentang statusku, salahkah selama ini aku menyimpan perasaan ini padamu kyu? Bahkan selama ini aku hampir gila menyangkal perasaanku sendiri. Apakah ini berarti aku boleh menyimpan perasaanku ini?

Aku mengeluarkan diaryku dan mencoba meluapkannya lewat tulisan. Saat aku menunduk air mata ini terus mengalir dan tak mau berhenti. Aku tak sanggup menghentikannya dan membuat tulisanku luntur. Aku menutup diaryku dan mencoba memejamkan mataku dan berharap bahwa aku terlahir sebagai manusia baru dan terlepas dari perasaan menyiksa ini.

I forgot when it started 
I don’t know why I’m like this 
A day seems so long 
And doesn’t seem to have an end 
How does another morning come? 
I don’t know 
I can’t do anything  
While not doing anything 
I look at the slow time 
Where are you? 
What are you doing? 
Because I only think of one person 
I know I shouldn’t be doing this 
I know that I can’t love you 
My confession will make you go through more pain 
I know 
Even though I know 
I can’t do anything 
I can only think of you
If I close my two eyes
Or open them again
I can only think of one person
The memory I can’t erase for one second
I just think of you
I can’t do anything
While not doing anything
I look at the slow time
Where are you?
What are you doing?
Because I only think of one person
I only think of that one person

(Lyrics from The One I Loved by Super Junior) 

“My little pig?” aku tetap membenamkan wajahku di kedua lututku. Aku mendengar langkahnya mendekat.

“Jangan mendekat! Pergi kyu! Aku tidak mau kau melihatku seperti ini”ucapku tanpa melihatnya.

“Babo!! Bagaimana mungkin aku tega meninggalkan adikku dengan kondisi seperti ini?” dia mengetuk kepalaku pelan, tapi aku tidak bergeming. Aku hanya tidak ingin dia melihatku hancur seperti ini. tidak!! Aku belum sanggup melihatmu kyu. Belum sanggup bertemu lagi denganmu. Aku mohon jangan sekarang!

Tubuhku yang menggigil kedinginan, sekarang menjadi sangat hangat karena pelukannya. Aku tidak tahu kenapa, tapi air mataku justru semakin deras mengalir. Tak lama, ia melepas pelukannya dan aku memberanikan menatapnya. Dia tersenyum memandangku dan orang di hadapanku ini adalah kyu yang kukenal, yang membuat hatiku berdegup kencang seperti sekarang.

“Ayo pulang. Eomma pasti mengkhawatirkanmu.”

“Pulang?” aku mengulangi perkataannya, karena aku tidak yakin bahwa aku masih memiliki tempat yang bisa kudatangi dan kusebut rumah.

“Ne.. ayo pulang ke rumah kita, yeon. Kau terlihat sangat lelah.”

Aku terdiam dan kemudian beranjak dari kursi namun aku terduduk lagi, rupanya kakiku kram karena terlalu banyak berjalan seharian ini.

“Ayo naik.” Aku melihat kyu berjongkok dan menepuk pundaknya. Aku terdiam kemudian naik ke punggung kyu. Dia menggendongku di punggungnya lagi seperti biasanya, saat aku terjatuh, saat aku tertidur di sofa. Aku dapat merasakan keberadaannya walau mataku tertutup. Malam yang berat ini, membuatku lebih cepat mengantuk. Aku memegang pundak kyu lebih erat karena aku takut jatuh, aku takut ia melepasku, aku takut untuk sakit lagi karena jatuh.

“aku memegangimu, yeon. Jangan khawatir jatuh. Tidurlah kau pasti lelah.”ucapannya menenangkanku dan aku meregangkan peganganku karena aku tahu dia kesakitan.

“Mianhae yeon. Jeongmal mianhae. Oppa sayang padamu, oppa tidak pernah membencimu, jadi jangan berpikir apa yang kulakukan tadi karena oppa membencimu. Tidak sama sekali. Mianhae” itu ucapan kyu yang kudengar sebelum aku tertidur dan membuatku menangis lagi.

Pov end

 

Kyuhyun Pov

Aku membuka pintu kamar yeon dan membaringkannya di kasur. Aku melepas sepatunya dan meletakkan tasnya di kursi, namun ada sebuah buku terjatuh dari dalam tasnya. Aku mengambilnya dan tanpa sengaja membaca tulisan namaku. Aku membalik lembaran lain dan lainya lagi, semua tentangku? Aku melihat yeonhae sudah tertidur pulas. Mianhae yeon, tapi mungkin dari buku ini aku bisa tahu kenapa kau tidak menyukai haewon. Aku mulai membaca diarynya dari awal.

Tbc………………^^V

First published on Gisela’s FB on Tuesday, April 12th 2011

My comment :
Kau memotong di saat yg sngat2 tidak tepat trnyata, un.. Hehehe..

Pertama.. Jeongmal mianhaeyo.. Dr awal baca ff-mu ini aku gbs nahan senyum geje-ku ini.. Bkn krna critamu.. Tp yaaa kyk yg aku blg sm kmu td.. Aku msti ngebayangin muka-mu pas bkin ff ini.. Ya syukur2 le ga ada org kantor xg mikir aku gila.. Wakakakakak..

Kedua.. Ah!!! Senangny jd adik siwon!!! Tentraaam skaleee kyke.. Kekkekkeke..

Ketiga.. Aduh2 itu kyu knpa jd so sweet gt ya? Jd makin cinta.. Loh? *dungek kau kemanakan?* *ah, aku kan skrg jd haewon* *nah loh*..

Keempat.. Next part sngat aku tunggu!!! Yeonhae! Bersiaplah! :p

Akhir kata, daebak!
Akhirnya kau post ff jg.. *elus2 dada*

Kiss n hug unnie.. Kekkekkeke~~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s