[One Shot Series] Can’t (Sequel)

Author : Rina Nay

Title : Can’t (Sequel)

Aku melangkahkan kakiku seringan mungkin. Dari awal aku tahu semua akan baik-baik saja, dan aku benar. Semua baik-baik saja. Meskipun pikiranku belum mampu melepas sosok itu, meskipun hatiku belum mengikuti perintahku—untuk mulai mengikhlaskannya—tetapi  sejauh ini semua baik-baik saja.

“Ya! Seo Jin-ah!” seruku seraya menepuk pundak sahabatku ini cukup kencang, membuatnya tersentak dan novel kesukaan—yang sedang ia baca jatuh.

Aku terkekeh lalu secepat mungkin memasang wajah polos disertai dengan mengangkat jari telunjuk dan jari tengah—pertanda damai—ketika kulihat Seo Jin sudah memasang tampang evil-nya. Seram, membuatku (hampir) bergidik.

“Ya! Pabo!” rutuknya seraya meraih novelnya. Dan—lagi-lagi aku hanya tertawa kecil.

“Kaja, kita pulang!” aku menarik tangannya dan berjalan keluar kampus, menuju ke halte terdekat.

Karena bosan, aku memutuskan untuk mengajak Seo Jin ke apartment ku. Jika aku sendiri, pikiranku akan tertuju pada sosok itu lagi; Dong Hae oppa. Ah, masih berhak kah aku memanggilnya ‘oppa’? Aku bahkan berencana untuk meminta ijin, tapi sungguh itu sama sekali tidak penting.

Sejak hari itu, hari dimana aku mengatakan semua kepadanya, tepat seperti dugaanku, semua berakhir. Aku bahkan belum melihatnya lagi. Belum menemukan senyumannya. Senyuman yang mampu membuat hari-hariku begitu ringan. Aku kehilangan sesuatu. Sesuatu yang tidak pernah kusadari akan berdampak sebesar ini pada hari-hariku. Tapi.. Bukankah aku hebat karena aku mampu menyembunyikan semua ini dibalik senyumku kini?

“Jae Mi-ya,” panggil Seo Jin ketika kami sudah duduk rapi didalam bis.

Aku menoleh, dan mengangkat alisku sebagai pertanyaan.

“Kau baik-baik saja?” tanyanya, membuatku tersenyum lalu mengalihkan pandanganku kejendela disampingku, “Maksudku, apakah kau benar-benar baik-baik saja? Aku ini sahabatmu, kau tahu?”

“Bukankah sudah kubilang aku tidak apa-apa?” kataku kembali menoleh kearah Seo Jin, dan menemukannya masih memasang tampang tidak percaya, “Aku baik-baik saja, Park Seo Jin. Kau tahu benar aku ini yeoja kuat,” kataku dengan setengah bergurau lalu tertawa, demi menutupi kecanggunganku membicarakan hal ini.

***

Aku sedang menceritakan—entah apa—pada Seo Jin, sambil berjalan mundur menuju apartmentku. Seo Jin tertawa dan akupun sama, merasa bangga karena ceritaku mampu membuat seseorang tertawa. Aku melirik kebelakang sekilas, dan apartment ku adalah dipintu selanjutnya. Kami berhenti melangkah tepat dihadapan pintu apartmentku. Tanpa melihat, aku menekan kombinasi kodeku. Baru saja menekan angka pertama, aku mendengar sebuah suara menggumamkan namaku pelan.

“Jae Mi,”

Gerak tanganku terhenti. Kusadari bukan hanya itu, tapi waktupun seolah berhenti menyadari siapa sang pemilik suara itu. Sebelum menoleh, mataku dan Seo Jin bertemu. Seperti sebuah telepati, aku mengikuti perintah Seo Jin untuk menoleh. Dan benar saja, ada Dia..

***

Kami duduk canggung diruangan ini—apartmentku. Belum ada yang berani mengeluarkan suara. Aku tidak tahu apa yang membawanya kesini lagi. Ya,  lagi. Sudah lama aku tidak melihat ia tidak di apartmentku, dan sekarang, melihatnya duduk disana seperti dahulu ketika kami masih bersama, entah mengapa rasanya menyesakkan..

“Aku tidak tahu harus memulai darimana,” katanya.

Aku mendongak, dan tersenyum senormal mungkin, “Memulai apa?”

“Entahlah..”

Aku memutuskan untuk diam, memberinya kesempatan untuk memikirkan apa yang ingin ia katakan.

“Park Jae Mi-ya,”

“…”

“Apakah benar apa yang kau katakan padaku tempo hari?”

Oh, ayolah.. Apakah aku harus melakukan hal gila itu lagi? Mengeluarkan semua yang ada dihatiku—tentang perasaanku kepadanya?

“Nde.” Jawabku akhirnya.

Ia diam. Membuatku bungkam.

“Kalau begitu, kembalilah padaku..”

“…”

“Jae Mi..”

“…”

“Jae Mi, jawab aku..”

“Dong Hae-ssi..”

Sudah kubilang ‘kan, sekarang aku tidak lagi berhak memanggilnya ‘oppa’?

“Mianhata.. Untuk sekarang ini aku tidak bisa..”

“Jae Mi?”

“Bagaimanapun juga aku yang telah membuat kita seperti ini. Aku yang salah. Jadi.. Walaupun kita kembali, bukankah aku hanya akan menghancurkan semuanya lagi? Bukankah aku hanya akan mengulang semuanya lagi?”

“…”

“Mianhata,”

“…”

“…”

“Gwaenchana.” Katanya, “Kalau itu keputusanmu, aku terima. Terimakasih, Jae Mi. Aku pulang..”

Dong Hae bangkit dari duduknya, sementara aku bahkan masih belum mampu mengangkat wajahku yang sejak tadi tertunduk. Aku dapat melihat dari sudut mataku ia berjalan menuju pintu. Dan aku sadar, ketika ia menghilang dibalik pintu itu, ia tidak akan menoleh lagi padaku. Dan apakah aku akan menyesal? Apakah aku akan menyesali keputusanku?

Sebenarnya sebelum menyesal, bisa saja sekarang aku berlari kearahnya lalu tertawa sambil berkata, “Oppa, aku bercanda! Hahaha.”

Tapi sayangnya keputusanku ini sungguh-sungguh. Aku serius. Aku serius melepaskannya untuk yeoja lain, yeoja beruntung diluar sana—dan itu sama sekali bukan aku.

Dong Hae sudah menghilang disana; pergi. Bukan hanya pergi dari apartmentku, tapi juga dari hari-hariku..

***End***

Readerssssss… Kemarin kan ada yang minta sequel, yaaa.. Ini aku bikin khusus untuk kalian haha tapi teteeeeeppp endingnya gitu ya, mianhae.. Soalnya aku Cuma mau menggambarkan aja, kalo gak semua cerita berakhir indah. Gak semua kisah yang diawali dg senyuman akan berakhir dg senyuman juga. Gimanapun juga kita harus tetep liat realita yg ada, kan? Jadi, Ficlet ini gak muluk-muluk ide ceritanya. Aku Cuma ngeliat dari sisi kehidupan yang sekarang ini byk ditemuin dikeseharian kita aja. Jadi, aku mau Readers semua membuka mata, kalau gak semua kisah harus berakhir indah.

Gamsahamnida, jangan lupa C&L nya..

First published on Nay’s FB on Monday, April 30th 2012

My comment :
Uwaaa!!! Nyesek!!! Untung ga nangis.. Kalo nangis bs jd pertanyaan besar, soalnya aku bacanya ini lg di food court salah satu mall.. Hahaha..
Oke lah kalo itu maunya jaemi. Jaemi… Jaemi… Ada apa dnganmu? Bikin sekuel bbrp tahun kmdian ah.. Critanya ketemu lg tp eh ttp ga jodoh jg.. :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s