[Series] In the name of LOVE – Prolog

Title : In the name of LOVE

Author : neys


Dalam sebuah kehidupan, setiap dari kita pasti memiliki rencana atau setidaknya harapan masing-masing. Namun, ada kalanya kedua hal itu berjalan tidak sesuai dengan kehendak sang pemilik raga, begitu juga dengan yang terjadi pada Jung Ga Eul.

Jung Ga Eul. Gadis berusia dua puluh tiga tahun itu melangkah gontai menyusuri kota Seoul yang nampak ramai, jalanan dipenuhi dengan kendaraan yang berlalu lalang. Hari sudah beranjak senja, bertepatan dengan jam pulang kerja.

Jung Ga Eul. Sebelum ini dia selalu tersenyum menjalani hari-harinya. Pekerjaannya mapan, keluarganya harmonis meskipun kini mereka tinggal di kota yang berbeda dan memiliki seorang tunangan yang sangat ia cintai. Alur selanjutnya yang ada di pikirannya adalah dia akan menikah lalu membangun keluarga baru yang bahagia. Tapi apa yang baru saja ia lihat membuat rencana serta perasaannya hancur seketika.

Ga Eul melihat tunangannya, yang juga merupakan anak dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja, sedang berpelukan mesra dengan gadis lain di ruangannya. Mereka berdua berpelukan cukup lama dan Ga Eul masih dapat mendengar dengan jelas ada kata ‘saranghae’ yang terucap dari bibir gadis itu. Dan tidak cukup sampai di situ, setelah tunangannya menyadari keberadaan Ga Eul yang tengah berdiri di dekat pintu ruangannya, dia mengatakan hal yang tidak pernah Ga Eul duga sebelumnya.

“O, Ga Eul ssi, aku rasa kau cukup tahu diri untuk tidak berdiri di sana saat ini. Dan… um, aku rasa untuk seterusnya.”

“Ne? Apa maksudmu?”

“Kau dipecat.”

Kata-kata ‘kau dipecat’ yang didengat Ga Eul sebenarnya bukanlah masalah yang terlalu besar untuknya, toh dia masih bisa mencari pekerjaan lain. Yang menjadi masalah adalah siapa yang mengucapkan kata-kata itu untuknya. Kata-kata itu terlontar dari mulut tunangannya sendiri. Entah halusinasi atau memang karena hatinya yang terlalu kaget, kata-kata ‘kau dipecat’ seolah memiliki pengertian ‘kita putus’. Ya, tidak mungkin pria itu akan memecatnya jika tidak bermaksud untuk memutuskan hubungan mereka, bukan?

Ga Eul tidak menangis. Setidaknya ia tidak ingin menangis di depan pria itu. Ia hanya mengangguk sekilas lalu meninggalkan mereka berdua. Dan demi Tuhan dia sangat muak melihat wajah gadis yang berpelukan dengan tunangannya tadi, yang menurutnya nampak seperti wanita penggoda.

Ga Eul memijit keningnya yang terasa berdenyut-denyut. Kepalanya terasa sangat berat, menandakan tekanan darah rendahnya kambuh. Ia memejamkan matanya sejenak lalu menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.

“Aku akan baik-baik saja. aku harus sampai di apartment secepatnya kalau aku tidak mau pingsan di sini. Bodoh! Gara-gara wanita sialan itu aku malah berjalan kaki.”

Ga Eul kembali melangkahkan kakinya, berjalan menuju apartment-nya. Tiba-tiba ia tersentak oleh pemikirannya sendiri, ia baru saja berhasil mengingat jika apartment yang selama dua tahun ini ia tinggali merupakan apartment milik tunangannya tersebut. Dan jika sekarang status mereka tidak lagi sama, itu juga berarti dia harus segera angkat kaku dari apartment tersebut. Dia tidak berhak atau lebih tepatnya dia tidak mau tetap tinggal di situ dan menunggu di usir oleh tunangan atau sekarang lebih cocok disebut mantan tunangannya itu.

= = = n – e – y – s = = =

Ga Eul tengah menata pakaiannya ke dalam koper ketika ia mendengar suara pintu terbuka. Pintu kamarnya terbuka dan ia sudah bisa menebak siapa yang datang karena hanya dirinya sendiri dan orang inilah yang mengetahui kode keamanan apartment yang ia tinggali tersebut.

Ga Eul menoleh dan menatap seseorang di hadapannya tajam, “Tidak perlu mengusirku, aku akan segera pergi dari sini.”

Pria itu memiringkan kepalanya, sedikit heran mendengar kata-kata Ga Eul, “Aku datang bukan untuk mengusirmu.”

“Lalu?”

“Tetap tinggal di sini.”

“Mwoya? Kau pikir aku gadis yang tidak tahu malu dengan bersikeras tinggal di sini?”

“Oke kalau kau memaksa. Begini saja, kau tidak akan tinggal gratis di sini. Kau bisa menyewa apartment ini dengan begitu kau tidak perlu repot-repot mencari apartment baru, pindah, memberitahukan pada orang-orang terdekatmu lalu masih harus menyesuaikan diri lagi.” Dan membuatku kehilangan jejakmu, lanjut pria itu dalam hati.

“Bagaimana?”

“Aku? Menyewa apartment ini padamu? Kenapa tidak kau berikan saja pada pacar barumu itu?”

“Dia bukan pacarku. Dan aku tidak berniat memberikan apapun padanya, tidak juga pada wanita manapun selain dirimu.”

DEG! Ada sebuah perasaan senang yang tiba-tiba menelusup di hati Ga Eul tapi kemudian dia tersadar dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa pria di hadapannya ini hanya sedang berpura-pura.

“Berhenti mengucapkan kata-kata yang tidak masuk akal padaku. Perkataanmu barusan terdengar seperti kau adalah pria baik-baik dan pria yang setia pada seorang wanita saja, dan sialnya dalam kasus ini wanita itu adalah aku.”

Pria itu sedikit tersentak, dia terdiam beberapa saat tapi tak lama kemudian ekspresinya berubah menjadi dingin, “Bayar uang sewamu sebelum tanggal lima belas setiap bulannya, terserah kau hargai berapa apartment ini aku tidak peduli yang penting kau tetap tinggal di sini, jangan pindah kemana-mana. Aku pergi.”

Pria itu berbalik lalu beranjak keluar dari kamar Ga Eul, langkahnya terdengar ragu, raut wajahnya nampak begitu tidak bersemangat dan sorot matanya kosong. Ia memaksakan untuk tersenyum lalu kembali menoleh ke arah Ga Eul yang ternyata kembali ke kesibukannya, “Dan… Jangan lupa untuk mengganti kode keamanan apartment ini.”

Ga Eul yang belum sempat menoleh merasakan dadanya tiba-tiba sesak. Setetes air mata menetes tanpa aba-aba sebelumnya. Ia tersenyum samar, masih enggan untuk balas menatap mantan tunangannya lalu menjawab, “Pasti.”

Tbc or end???

Annyeong~~ Rasanya udah cukup lama aku ga muncul bawa FF, 20 hari ya? Ada yang kangen sama tulisan aku?

Kali ini aku lagi-lagi kangen bikin FF series, dan aku mau jajak pendapat dulu lewat prolog FF ini. Tertarik? Kalo banyak yang tertarik ya aku terusin kalo ga ada ya udah. Hahaha. Trus, kira-kira ada yang bisa nebak ga itu siapa cowoknya? Kalo hafal pairing aku pasti udah tahu siapa. Hahaha.

Tambahan pertanyaan. Siapa yang mau nonton SS4INA? Trus buat yang ga nonton, pada galau ga nih? Hehehe.

Oke deh sekian dulu. Akhir kata, Welcome to Indonesia Super Junior~~ ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s