[One Shot] Japan! Our Love’s Witness (This is our end?’s Sequel)

Title : Japan! Our Love’s Witness

Author : neys


Jalan Midosuji, salah satu jalan Mayor di Osaka, Jepang. Midosuji merupakan jalan yang membentang sepanjang empat kilometer melalui bagian pusat kota, dengan Kita-Mido (Utara Cathedral) di satu ujung dan Minami-Mido (Selatan Cathedral) di sisi lain. Kedua sisi jalan, serta jalur tengahnya, ditanam dengan lebih dari 800 pohon ginkgo, memberikan keteduhan yang menyenangkan di musim panas dan pemandangan emas kuning indah di musim gugur – seperti saat ini.

Melewatkan musim gugur di sepanjang jalan Midosuji tentunya sebuah pilihan yang tepat. Daun-daun pohon ginkgo berubah menjadi merah, oranye, dan kuning, dan mereka begitu indah. Dedaunan musim gugur ini disebut “kouyou” dalam bahasa Jepang yang secara harfiah berarti daun merah.

Song Min Hyo, gadis Korea yang tengah menuntut ilmu di Universitas Osaka itu sedang berjalan seorang diri di jalur sebelah kiri, menikmati pemandangan di sisi kanannya. Sesekali daun-daun yang berguguran itu mengenai tubuhnya. Terhitung enam bulan telah berlalu sejak ia memutuskan untuk mengambil beasiswa yang sempat hampir ia tolak karena seseorang. Dalam kurun waktu enam bulan cukup membuat Min Hyo untuk sedikit melupakan kesedihannya tentang seseorang tersebut. Seseorang yang entah sekarang ada di mana.

Min Hyo mengusap air mata yang tanpa ia sadari meluncur dari kedua sudut matanya lalu membasahi kedua pipinya. Waktu enam bulan mungkin mampu membuatnya sedikit melupakan kesedihannya, tapi tentu tidak akan sanggup membuatnya lupa akan perasaannya pada seseorang tersebut. Waktu enam bulan tidak akan sanggup membuatnya menahan rasa rindu yang setiap hari semakin bertambah.

Jauh di lubuk hatinya Min Hyo ingin sekali bertemu dengan seseorang itu, Jung Yong Hwa. Ia ingin mendengarkan setiap detail penjelasan dari Yong mengenai perasaannya, juga mengenai alasannya untuk tidak memperjuangkan perasaannya dan malah lebih memilih untuk melepaskan Hyo begitu saja. Tapi semua itu sepertinya belum bisa Hyo wujudkan. Setelah hari di mana Yong melepaskan Hyo, Yong menghilang entah kemana. Yong tidak pernah lagi muncul di rumah sakit. Dia meninggalkan Hyo dengan begitu banyak misteri yang belum terungkap.

“Yong… Aku merindukanmu….”

= = = n – e – y – s = = =

sarangi anieosseum chohkesseo
jakku dagaoneun ibyeoreun neomu apheujanha
niga haengbokhal su itdamyeon geuman ije geuman
nege haejul su itneun geoni geotpun

nae sarang neomaneul neomaneul neomaneul neoreul wihan binjari
nunchi jaeji mothage aesseo oimyeonhamyeo utgo itneunda
niga apheumyeon nan sirheo ibyeoreun sirheo
nal saranghamyeon andwaeyo

geu naega anieosseum chohkesseo
sesangeseo gajang so junghan geudae gudae inikka
geuraeseo neol miljimyeo ddo ulrimyeo ppurichimyeo
nege haejul su itneun geon igeotppun

nae sarang neomaneul neomaneul neomaneul neoreul wihan binjari
nunchi jaeji mothage aesseo oimyeonhamyeo utgo itneunda
niga apheumyeon nan sirheo ibyeoreun sirheo
nal saranghamyeon andwaeyo

gidarijima sseu disseun nunmul ddo gyeou chamanaemyeo
nan dwidoaseo gayo na ireohke

saranghae saranghae saranghae saranghae hanapeuni nae sarang
gaseumeuron wichyeodo neomu sojunghaeseo bureujin mothae
naega apheun gon gwaenchanha saranghanikka
nal michidorok ulmyeondwae

niga apheumyeon nal sirheo saranghanikka
nan yeogi kichi hamyeondwae

(I hope it’s not love
The coming goodbye hurts so much
If you can be happy, [I’ll] stop now stop
This is all I can do for you

My love is an empty space only for you for you for you
I look away and laugh with effort so that you don’t find out
I don’t like it when you’re hurt I don’t like goodbyes
You shouldn’t love me

I would like it if it wasn’t you
Because you, you are the most precious to me in this world
So I push you away and make you cry and turn you down
This is all I can do for you

My love is an empty space only for you for you for you
I look away and laugh with effort so that you don’t find out
I don’t like it when you’re hurt I don’t like goodbyes
You shouldn’t love me

Don’t wait for me… I barely hold back the bitter tears
And I turn around and leave like this

I love you I love you I love you I love you my only love
Although I shout with my heart I can’t call out because [you’re] too precious
My pain is okay because I love you
I can just cry until I’m crazy

I don’t like it when you’re hurt because I love you
I can just do this much)

(Park Yoo Chun – A Space Left For You)

Jung Yong Hwa meletakkan gitarnya asal di tempat tidur lalu menangkupkan kedua telapak tangannya di wajahnya, menahan tangisnya semakin menjadi.

“Hyo… Aku merindukanmu…”

= = = n – e – y – s = = =

Min Hyo memutuskan panggilan jarak jauhnya dengan Song Jong Ki – kakaknya. Ia menghela nafas berat lalu menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Ia merindukan kakaknya, merindukan seoul dan merindukan Yong. Setidaknya Hyo ingin tahu di mana keberadaan Yong sekarang, mengetahui bahwa Yong baik-baik saja.

“Sebenarnya kau ada di mana, Yong? Kalau kau memang mencintaiku kenapa harus meninggalkanku bahkan sebelum aku sempat menyuarakan isi hatiku padamu, Yong?”

“Kau bahkan tidak berpamitan padaku. Apa ini yang kau sebut dengan cinta?”

= = = n – e – y – s = = =

Acara fitur tahunan “Midosuji Kappo” dimulai pada tahun 2008, dan menawarkan pertunjukan live music, parade dari seruling dan drum corps, sejumlah pameran makanan bussanten mewakili prefektur yang berbeda negara. Pawai memanjang mulai dari jembatan Oe sebelum Osaka City Hall sampai Namba dengan sekitar 10.000 peserta dan 93 unit penampil. Parade ini diselenggarakan dengan tujuan tunggal untuk menyatukan dunia dan mengembangkan pemahaman yang lebih dalam orang-orang dan sumber daya. Bergabung bersama marching band, tongkat twirlers, drum band dan seruling. Unit penampil terdiri dari kelompok festival lokal, dari negara-negara pengunjung, kelompok tari rakyat Jepang dan mikoshi anak-anak atau tempat suci portabel. Dipentaskan pula dengan penuh pesona di Midosuji seperti kaligrafi musik panggung, dan kinerja tari pemandu sorak, kontak dengan atlet profesional, dan makanan-makanan lezat Osaka.

Yong Hwa menyapukan pandangannya seteliti mungkin, ia yakin Hyo akan datang ke pawai ini. Hati kecilnya mengatakan bahwa Hyo tidak mungkin melewatkan kesempatan setahun sekali ini. Yong memutuskan untuk menyusul Hyo di Jepang. Ia tidak lagi sanggup membohongi hatinya untuk terus menghindar dari Hyo.

Kedua sudut bibir Yong tertarik saat ia menemukan sosok yang ia cari-cari. Tanpa menunggu lagi ia melangkahkan kakinya ke tempat Hyo berada.

“Hyo…”

Mendengar suara tersebut membuat Min Hyo kaget luar biasa. Degup jantungnya bertambah cepat begitu saja. Ia tahu suara siapa itu, ia tahu dan sangat hafal. Hyo menoleh dengan takut dan kontan matanya melebar begitu mendapati bahwa yang ada di hadapannya adalah sosok Yong, seseorang yang sangat ia rindukan itu.

“Yong…”

“Yong… Kau datang untuk menonton pawai di sini?”

Yong terkekeh, “Itu tujuan sampingan. Tujuan utamaku adalah mencarimu.”

“Mencariku? Untuk?”

“Menjelaskan apa yang seharusnya kujelaskan dari dulu.”

Yong meraih tangan kanan Hyo lalu menggandengnya, “Kujelaskan nanti saja. Sekarang kita nikmati pawai ini saja dulu. Lupakan semua masalah kita yang belum tuntas itu untuk sementara. Sayang kalau kita melewatkan kesempatan setahun sekali ini begitu saja.”

“Oh.”

Yong dan Hyo berjalan sambil bergandengan tangan. Keluar dari stand yang satu ke stand yang lainnya. Menikmati pula setiap pertunjukkan yang tersaji di sepanjang jalan Midosuji. Mereka tertawa seperti dulu lagi, tanpa beban.

“Sudah siang, ayo ikut aku ke sebuah tempat.”

= = = n – e – y – s = = =

Mino adalah salah satu tujuan perjalanan populer dari Osaka. Mino berjarak 15 km utara dari pusat Osaka. Ejaan resmi pemerintah kota dalam bahasa Inggris adalah “Minoh”, tapi ejaan yang umum adalah “Mino”. Mino secara resmi dikenal sebagai Minoo. Dekat dengan Stasiun Mino Anda akan menemukan jejak menawan sepanjang Sungai Mino. Jejak ini membawa Anda ke tempat wisata termasuk Museum Serangga Mino, Candi Ryuanji, Air Terjun Mino, Kuil Katsuoji dan Taman Nasional Meiji-no-mori Mino Kuasi yang membutuhkan total waktu empat puluh menit untuk berjalan.

Air terjun Mino adalah salah satu dari 100 air terjun terbaik di Jepang. Air terjun megah ini memiliki tinggi sekitar 33 meter. Hal ini menunjukkan berbagai macam pemandangan sepanjang tahun dan khususnya pemandangan di musim gugur yang menarik banyak pengunjung.

Yong mengajak Hyo duduk di salah satu kursi, bergabung dengan para pengunjung yang lain. Mereka berdua duduk dalam diam dengan tangan Yong yang masih menggandeng tangan Hyo.

“Hyo… Tahukah kau alasanku sempat ragu untuk menyanyikan lagu ciptaanku untuk Shin Hye waktu itu?”

Hyo menoleh lalu menatap Yong heran, “Oh, kau benar! Kau sempat ragu… Mengapa?”

“Karena lagu itu kuciptakan khusus untukmu.”

“Untukku? Bagaimana mungkin?”

“Mian. Aku benar-benar minta maaf karena baru mengatakannya sekarang. Pernahkah kau mencoba untuk merenungkan lirik lagu ciptaanku tersebut?”

The day when I first saw you
Your bright smile full of shyness
We’ll get closer after today
Every day, I have heart-fluttering expectations

 

“Hari pertama aku melihatmu, aku masih ingat hari itu adalah hari pertama kita masuk SMP. Kita berdua datang paling akhir, jadi kita terpaksa duduk sebangku. Aku juga masih ingat bagaimana ekspresi wajahmu waktu itu, kau tampak malu-malu. Tapi aku benar-benar tidak menyangka karena hari itu kita bisa menjadi demikian dekat di kemudian hari.”

What to say to you
How to get you to laugh
I fear it’ll get awkward when I try to hold your hand
All I can do is smile shyly

 

“Semakin hari kita semakin dekat. Percaya atau tidak, aku menyukaimu. Aku tahu aku masih SMP saat itu, tapi tidak ada larangan bagi anak SMP untuk menyukai lawan jenis bukan? Aku merasa nyaman saat di sampingmu. Aku bahagia saat kau tertawa. Atau bahkan terkadang aku menjadi salah tingkah saat berada di dekatmu.”

Hopefully we can speak banmal to each other
Even though it’s still awkward and unfamiliar
Instead of saying ‘thank you’
Talk to me in a friendlier way

Hopefully we can speak banmal to each other
You walk towards me slowly, step by step
Now look at my two eyes and tell me
I love you

 

“Aku benar-benar tidak mengerti mengapa waktu itu kau seolah membatasi dirimu. Kau selalu berkata dalam bahasa yang formal padaku padahal aku menginginkan kau bisa bebas saat di dekatku. Aku ingin kita dekat tanpa batasan seperti itu. Karena aku mencintaimu, aku ingin kau merasa nyaman saat berada di dekatku.”

“Yong… Waktu itu, aku hanya merasa tidak sopan jika tidak berbicara dalam bahasa formal padamu. Kau tahu kan aku juga begitu pada yang lain.”

The day when I held your hand
I felt my heart stop beating
I don’t even remember what I said
All I feel is a flutter in my stomach

 

“Kau ingat hari di mana akhirnya kau memutuskan untuk tidak lagi berbicara formal padaku? Itu hari kelulusan kita. Bayangkan, butuh tiga tahun untuk mengubahmu. Hari itu aku menggandeng tanganmu, kita berdua berjalan beriringan menuju rumahmu. Kau tidak tahu betapa bahagianya aku saat itu. Untung saja waktu itu aku tidak melompat-lompat saking bahagianya.”

We can probably fall in love with each other
We can lean on one another and take care of each other
Looking into your eyes, my two eyes
They’re talking to you
I love you

 

“Saranghae…”

“Saranghae, Hyo. Itulah kata-kata yang selalu ingin kuucapkan padamu sejak dulu.”

“Yong…”

“Aku tahu. Aku tahu aku sudah menjadi pria pengecut dengan pergi menghindarimu beberapa waktu yang lalu. Aku tahu aku begitu bodoh karena tidak berani mengungkapkannya padamu dari dulu. Maafkan aku, Hyo.”

“Kenapa? Kenapa waktu itu kau memutuskan untuk melepasku tanpa sempat memberitahuku?”

Yong menggenggam tangan Hyo yang lain, “Aku hanya ingin kau meraih impianmu. Aku hanya tidak ingin menjadi alasan untukmu tidak pergi.”

“Aku akan tetap pergi sekalipun kau mengatakan kau mencintaiku.”

“Ne?”

“Aku bukan wanita yang kekanakan. Tidak lantas karena cinta lalu aku melepas impianku begitu saja. Kalau aku bisa mendapatkan keduanya lalu untuk apa aku harus mengorbankan salah satunya? Apa kau sebegitu tidak bisanya menjalankan hubungan jarak jauh denganku?”

“Hyo?”

“Kau ini memang babo atau apa sih, Yong?”

“Sekalipun waktu itu kau menungguku sadar lalu mengatakan kau mencintaiku, aku akan tetap pergi.”

“Tapi waktu itu kakakmu bilang…”

“Oppa hanya sudah tidak tahan dengan sikap ragu-ragumu. Dia berharap kau bisa lebih tegas tapi ternyata kau malah memilih untuk lari.”

“Hyo… Apa kali ini aku sudah terlambat? Kau sudah tidak mau memaafkanku?”

“Siapa bilang?”

“Jadi itu artinya kau menerimaku?”

“Aku kan juga tidak bilang begitu?”

“YA! SONG MIN HYO!”

Hyo terkekeh melihat tingkah Yong yang mendadak menjadi kekanakan itu, ia melepas tautan kedua tangan mereka lalu menangkup kedua pipi Yong dengan tangannya.

“Yong-ku yang babo, masa kau tidak mengerti juga? Ne, aku juga mencintaimu, jelas?”

Yong menarik kedua tangan Hyo lembut lalu menghambur untuk memeluk Hyo. “Gomawo. Jeongmal saranghaeyo, Hyo.”

“Ne. Na ddo.”

“Kajja!” ajak Yong sambil menarik tangan Hyo untuk meninggalkan tempat tersebut.

“Mau kemana?”

“Mencoba sesuatu yang hanya ada di tempat ini.”

“Ne?”

= = = n – e – y – s = = =

Momiji Tempura (紅葉 天ぷら), sangat terkenal di daerah Mino. Momiji Tempura dibuat dengan daun maple merah, digoreng dengan adonan yang sedikit manis. Daun maple tidak benar-benar memiliki banyak rasa, tapi adonan manis yang digoreng membuat rasanya seperti keripik kentang. Anda hanya perlu menambahkan wijen dan gula ke dalam adonan manis, celupkan daun maple di dalamnya dan goreng. Mereka tidak akan sekitar memetik daun dari pohon, melainkan membelinya. Daun maple yang digunakan merupakan jenis yang dapat dimakan, yang telah diawetkan dalam garam selama setahun.

Momiji (红叶) berarti daun maple, yang berlimpah di daerah ini. Bahkan, popularitas Mino yang mencapai puncaknya setiap musim gugur, ketika semua pohon maple berubah menjadi merah, kontras terhadap hijau gunung.

Menurut sebuah legenda tua, seorang biarawan pertapa jatuh cinta dengan keindahan pohon maple. Jadi, ia mengambil daun jatuh dan menyembuhkan mereka dalam garam selama satu tahun. Ia kemudian membuat adonan tempura dari minyak rapeseed dari lilin dan menggoreng daunnya.

“Eotte?” tanya Yong pada Hyo yang sedang makan Momiji Tempura dengan lahap.

Hyo hanya mengacungkan jempolnya sebagai jawaban. Yong mengacak rambut Hyo pelan, “Dasar rakus!”

“YA! Apa kau bilang barusan?”

“Ne? Ani. Aku tidak bilang apa-apa. Sudah makan sana. Cepat habiskan, aku harus segera kembali ke Korea.”

“MWO? Kau langsung kembali ke Korea hari ini juga?”

“Tentu saja, kau pikir aku ini pengangguran apa? Tentu saja aku harus kembali hari ini, Hyo.”

“Cish! Tahu begitu tidak usah datang saja sekalian.”

“Kalau aku tidak datang kau pasti sedang menangis di kamarmu saat ini.”

“Mimpi!”

“Baiklah-baiklah, aku mengalah. Saranghae, Hyo.”

“Aku tahu, jangan diulang-ulang terus.”

“YA! SONG MIN HYO!”

.end.

Okeee, aku tahu kayaknya another FF gagal nih. Udah bisa nebak kan kalo ini adalah sekuel dari songfic aku yang judulnya ‘This is our end?” ???

Aku mencoba bikin FF dan masukin beberapa pengetahuan di dalamnya, tapi mohon maaf banget kalo misalnya ga berhasil sesuai harapan. Dan aku tahu banget ide FF ini asli kacau banget kayaknya. Ah entahlah, benernya aku malah minder mau post FF ini. Tapi udah kepalang dibuat and jadi, kan sayang kalo ga di post? Hahaha.

Ya, apapun pendapat kalian aku terima deh. Ini juga tadi cuma ngerasa lagi pengen ngetik, eh tiba-tiba kepikirannya pengen bikin lanjutannya songfic itu soalnya pada banyak yang minta lanjutan trus kebetulan besok eh hari ini libur jadilah aku ngetik FF ini.

Akhir kata, Selamat memperingati hari Jumat Agung buat readers aku yang beragama Kristiani. Dan semoga ada yang bisa didapet dari FF geje aku ini. Pamit! ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s