[One Shot] Don’t You Know? (I Known You for Years)

Aaalooohaaa!!! Apa kabar dunia??? Lama ga nyapa readers tersayang… Kali ini aku datang menyapa kalian semua… *oke plis, kayaknya agak lebay deh*

Unhye!!! Happy Birthday!!! FF ini aku persembahkan special buat adik kembarku tercinta, Yulia. Moga-moga dirimu suka ya, hye? Amen. Amen. Amen. Hehehe…

Percaya ga percaya ide FF ini aku dapet pas lagi di gereja, akhir bulan maret lalu. Dan akhirnya aku bikin tepat di penghujung bulan maret. Dan anehnya bisa selesai hari itu juga. Tapi entahlah kayaknya ide ini terlalu maksa. *semoga reader ga sependapat sama aku*

Harapan aku sih semoga FF ini tidak mengecewakan terutama buat Unhye. Aku udah berusaha semaksimal mungkin. Kekkekkeke~~

Sekedar saran, pas baca FF ini sambil dengerin lagu-nya FT Triple yang Don’t You Know. Puter lagu itu aja sampe selesai baca FF-nya. Cuma saran sih. Terutama bagian ending-nya, biar ngena! Hehehe.

Tanpa banyak cap cis cus lagi, monggo dinikmati FFnya. Halah! Dan jangan lupa abis baca comment ya? Thank You!

Selamat membaca, kawan!!! ^_^

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Title : Don’t You Know? (I Known You for Years)

Author : neys

 

CAST

♥ Lee Jae Jin ♥ Choi Hye Jin ♥

Choi Min Hae

 

Dear CHJ…

Lama tak membalas suratmu. Maaf, akhir-akhir ini aku sangat sibuk.
Bagaimana kabarmu? Ah, klise sekali pertanyaanku.
Oh ya, sebentar lagi ulang tahunmu bukan? Tenang saja, aku pasti akan mengirimimu hadiah. Jangan kaget dengan hadiahku nanti ya? Hahaha…

Aku tiba-tiba teringat, sudah cukup lama kita saling berkirim surat seperti ini. Apa kau masih ingat bagaimana pertama kali aku mengirimu surat?

#flashback – 5 tahun yang lalu…

Sudah beberapa hari ini aku pindah ke rumah yang baru karena appa dipindah tugaskan ke Seoul. Rumah yang bagus dan nyaman. Rumah ini terdiri dari dua lantai. Tapi aku lebih memilih kamar di lantai bawah, dekat pintu belakang. di belakang rumah ini terdapa taman yang cukup luas. Begitu menempati rumah ini aku langsung tertarik dengan taman itu.

Appa dan eomma tidur di lantai atas. Begitu pula dengan Min Hae onnie, saudara kembarku yang lahir beberapa menit terlebih dulu dariku.

Aku iseng mengitari rumah, lalu keluar ke halaman depan. Mencoba mengecek kotak surat. Ternyata ada sebuah surat. Kenapa hanya menulis alamat rumah ini tanpa disertai dengan nama orang yang dituju? Siapa pengirimnya? LJJ? Siapa?

Aku masuk ke dalam kamarku lalu duduk di depan meja belajar. Membuka surat tersebut.

Untuk siapapun yang menemukannya…

Ya! Aku tahu jika seseorang akan membaca suratku ini nantinya. Aku hanya ingin berpesan jaga rumahku baik-baik. ya meskipun sekarang sudah menjadi rumahmu sih. Terutama kamarku yang berada di lantai bawah, dekat pintu belakang. Balaslah surat ini sebagai pertanda bahwa suratku ini sudah terbaca. Gomawo.

Tertanda,

LJJ

Hm… Aku putuskan untuk membalas suratnya. Aku pengambil kertas dan pena lalu mulai menulis.

Dear, LJJ…

Aku sudah membaca suratmu. Dan kebetulan sekali aku juga yang menempati kamarmu. Kau tenang saja, aku akan menjaga rumah ini sebaik mungkin karena bagaimanapun juga rumah ini milikku sekarang. terima kasih telah menjaga rumah ini dengan sangat baik sebelumnya.

Tertanda,

CHJ

#flashback end

Aku tersenyum mengingat bagaimana awal dari pertemanan kami. Tak terasa sudah 5 tahun dia menjadi sahabat penaku.

Aku yakin kau mengingatnya dengan baik bukan? Apa kata-kataku waktu itu terlalu kasar? Aku harap kau tidak tersinggung. Aku hanya merasa sangat menyayangi rumah itu. Karena sejak lahir aku tinggal di sana. Terlalu banyak kenangan.

Tentu saja kasar, babo! Untung saja saat itu mood-ku sedang baik kalau tidak aku pasti sudah memaki-makimu lewat surat.

Bagaimana kuliahmu? Kau lulus tahun ini bukan? Ah, kelulusanku masih sangat lama.

Banyak-banyaklah belajar agar dapat lulus dengan nilai yang baik. Jangan mempermalukanku! Hm… Meski sebenarnya tidak ada hubungannya sih. Kekkekkeke…

Dasar! Apa hubungannya coba nilaiku dengan mempermalukanmu? Benar juga, aku akan lulus kuliah tahun ini. Hwaiting Hye Jin ah~!

Apa lagi ya? aku rasa tidak ada. Kau tunggu saja, di hari ulang tahunmu aku akan memberikan kejutan yang tidak pernah kau duga sebelumnya.

LJJ

Aku tersenyum membaca kata-kata penutup dalam suratnya. Kejutan? Membuatku penasaran saja.

Aku mengambil pena lalu menulis surat balasan untuknya.

Dear LJJ…

Aku ingat! Aku ingat! Aku ingat! Jika dipikir-pikir kembali kau sungguh menyebalkan! Bagaimana mungkin kau memperingati penghuni baru dari mantan rumahmu? Bagaimanapun kan ini sudah bukan rumahmu lagi. Dasar!

Tentu saja aku akan berjuang lebih keras. Ya, meskipun tidak ada hubungannya kau harus percaya bahwa aku tidak akan membuatmu malu. Aku akan lulus dengan nilai terbaik. Pegang kata-kataku ini.

Ulang tahun ya? Masih ingat rupanya? Aku sungguh terharu. Ulang tahunmu tahun lalu, maaf aku tidak memberimu sesuatu yang special. Tapi jika tahun ini kau memberiku sebuah kejutan yang menarik, baiklah akan aku pertimbangkan untuk memberimu sebuah kejutan juga. Hm… Kau suka kejutan yang seperti apa? Hahaha…

PS : Awas saja kalau kejutanmu ternyata tak mengejutkan!

CHJ

* * * * * * *

Aku sedang berjalan-jalan bersama dengan Min Hae onnie. Tentu saja karena hari ini adalah hari libur. Jarang sekali kami bisa meluangkan waktu bersama seperti ini karena Min Hae onnie bekerja dari hari senin hingga sabtu. Ia memutuskan untuk langsung bekerja setelah lulus dari bangku SMA. Sementara hari Minggu biasanya kami lebih memilih untuk ke gereja bersama lalu bersantai di rumah.

“Bagaimana kabar sahabat pena-mu itu, Hye ah~?”

“Dia baik-baik saja, onnie. Waeyo?”

“Aniyo. Kenapa kalian tidak merencanakan waktu untuk bertemu?”

“Belum pernah membahas hal itu, onnie.”

“Kau tidak penasaran dia seperti apa?”

“Tentu saja aku penasaran.”

“Lantas?”

“Tunggu dia saja yang meminta.”

“Oh, arasho.”

“Lalu? Bagaimana perasaanmu padanya?”

“Maksud onnie?”

“Ya, kalian kan sepertinya sudah sangat dekat beberapa tahun belakangan ini. Apa iya tidak muncul perasaan-perasaan lain?”

“Perasaan lain? Hahaha. Kau ada-ada saja, onnie. Hm… Mollayo, memang sih menunggu surat balasan darinya adalah hal yang cukup menyebalkan.”

“Jinjja? Terus-terus?”

“Apanya yang terus?”

“Biasanya apa yang kalian bahas?”

“Ya! Kau mau tahu saja!”

“Ceritanya rahasia nih?”

“Aniyo…”

“Kau lucu sekali Hye ah~!”

“Onnie… Dia bilang ingin memberiku sebuah kejutan pada ulang tahunku nanti.”

“Wah, jinjja? Romantis sekali…”

“Kau berlebihan onnie…”

“Wah! Kemarilah Hye ah~ Jae Jin tampan sekali di poster ini.”

“Omo! Kau benar onnie. Dan Jong Hun oppa-mu juga tampan di poster ini.”

“Jika kejutan yang dia maksud adalah membawa Jae Jin ke rumah, itu baru benar-benar sebuah kejutan.”

“Ya! Itu kan tidak mungkin onnie!”

“Siapa tahu kan? Apa dia tahu kau menyukai Jae Jin?”

“Untuk apa memberi tahunya hal-hal demikian?”

“Hm… Sama hal-nya dengan memberi tahumu bahwa dia menyukai salah satu member girlband ya? Cukup aneh memang. Baiklah, jadi sepertinya dia tidak mungkin memberimu kejutan itu.”

“Sudahlah, onnie. Nanti juga kita akan tahu bukan.”

“Kau benar! Hehehe…”

* * * * * * *

Aku sedang duduk santai di tempat tidur sementara lagu Love Letter dari FT Triple mengalun indah melalui earphone yang tengah bertengger di telingaku. Omo! Suara Jae Jin!

Aku mengambil sebuah kotak dari laci di dekat tempat tidurku. Kotak yang berisi surat-surat dari sahabat pena-ku yang berinisial LJJ itu. Aku mengambil salah satu surat dengan cap pos tanggal 18 oktober 2007.

Dear CHJ…

Tak terasa sudah satu tahun kita saling berkirim surat seperti ini. Aku minta maaf sepertinya sesudah ini aku tidak bisa membalas suratmu secepat biasanya. Ada kesibukan baru yang menyebabkannya. Tidak apa kan?

Selamanya LJJ dan CHJ selalu terkait satu sama lain. Itu janjiku padamu.

LJJ

-01 september 2008-

Dear CHJ…

Aku benar-benar lelah. Sibuk sekali rasanya. Ingin rasanya pergi berlibur bersamamu. Kemana ya? Tetap di korea atau luar negeri saja? Hahaha. Andai aku benar-benar bisa berlibur bersamamu.

Oh ya, aku lupa menanyakan padamu. Bagaimana rasanya tinggal di rumah itu? Sangat nyaman bukan? Aku sebenarnya enggan pindah dari rumah itu. Terlalu banyak kenangan. Biasanya setiap sore aku akan duduk di taman belakang sambil memainkan gitar dan bernyanyi. Jangan tersenyum! Aku bisa bermain gitar dan suaraku juga bagus! Hahaha. Suatu hari kau harus mendengarnya secara langsung!

Bagaimana jika aku berkunjung ke rumah itu kapan-kapan? Aku benar-benar merindukan rumah itu. Dan mari kita lihat, apa kau dapat mengenaliku! Kekkekkeke…

LJJ

Woah! Surat-surat ini semua sangat berarti untukku. Dia, LJJ yang selalu ada untukku. Meski hanya lewat surat aku bisa merasakan kehadirannya. Caranya memperhatikanku, caranya memberiku semangat saat aku dalam masalah. Kau benar-benar dapat diandalkan.

Kapan kau akan membuktikan kata-kata dalam suratmu itu? Kau akan berkunjung ke rumah ini? Kapan? Aku menunggumu, LJJ…

Selamanya LJJ dan CHJ selalu terkait satu sama lain. Benarkah? Mengapa setiap mengingat kata-kata itu jantungku berdetak lebih cepat? Siapa sebenarnya dirimu, LJJ? Tidakkah kau ingin bertemu denganku? Atau sebenarnya kau sudah mengetahui diriku? Bagaimanapun kan kau mengetahui rumah ini? Atau, haruskah aku mengunjungi rumahmu juga?

* * * * * * *

Hari ini aku memutuskan untuk mencari di mana rumah LJJ. Aku sudah benar-benar penasaran dengan dirinya. Seperti apa dirinya itu?

Setelah beberapa waktu mencari akhirnya aku menemukan rumahnya. Aku tidak lantas mengetuknya. Bagaimana mungkin? Namanya saja aku tidak tahu. Masa iya aku mencarinya dengan nama pena-nya? LJJ?

Aku memutuskan untuk bersembunyi di dekat rumahnya. Siapa tahu aku bisa melihatnya keluar dari rumah.

Satu jam… Dua jam… Tidak seorangpun keluar dari rumah tersebut. Apa usahaku ini sia-sia ya? Rasa penasaran ini membunuhku perlahan!

Setengah jam kemudian pintu rumah itu terbuka, munculah sosok seorang wanita paruh baya yang aku yakini adalah eomma dari LJJ. Apa aku bertanya padanya saja? Ah tidak-tidak! Apa yang harus aku tanyakan?

Aku kembali menunggu. Tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda ada yang akan keluar lagi. Aku memutuskan untuk pulang saja. Lebih baik aku memberitahunya lebih dulu. Masa bodoh jika ia tidak mau bertemu denganku dulu. Tapi saat baru saja aku hendak pulang aku melihat pintu kembali terbuka dan aku melihat seorang wanita muda. Cantik. Siapa dia? Apa kekasih LJJ? Kenapa memikirkan hal itu membuat hatiku sedikit sakit? Sudahlah aku pulang saja!

“Aku pulang!”

“Ya! Darimana saja kau? Sudah jam segini baru pulang, tidak ada kuliah?”

“Hari ini dosennya sakit jadi tidak bisa mengajar.”

“Kau belum menjawab pertanyaanku!”

Aku menghempaskan tubuhku ke sofa.

“Menjadi seorang mata-mata di rumah LJJ.”

“Mwo?”

“Aku benar-benar penasaran dengan LJJ itu? Eotteokke?

“Kau jatuh cinta padanya ya?”

“Aish! Onnie!”

“Lalu? Apa kau berhasil?”

“Aku hanya melihat dua orang keluar dari rumah itu. Yang satu sepertinya adalah eommanya sementara yang satu ah entahlah! Mungkin kekasihnya!”

“Sepertinya ada yang sedang cemburu… Hahaha…”

“Onnie! Eh, tapi sepertinya aku pernah melihat wanita itu.”

“Jeongmalyo? Perasaanmu saja mungkin.”

“Tidak! Wajahnya familiar. Siapa ya? Aduuuh! Kenapa di saat seperti ini aku malah lupa?”

“Sudahlah. Jangan stress menjelang hari ulang tahun.”

“Apa hubungannya, onnie? Tenang saja, besok aku akan kembali normal. Besok kan hari ulang tahunku.”

“Arashoyo.”

* * * * * * *

Baru saja aku membuka mataku, aku mendengar suara teriakan Min Hae onnie.

“YA! HYE AH~! CEPAT BANGUN! ADA KIRIMAN TIKET KONSER FT ISLAND UNTUKMU!”

“Mwo?”

Aku langsung bergegas keluar dan mengambil amplop yang ada di tangan Min Hae onnie. Menatap tak percaya pada apa yang saat ini ada di tanganku. Tiket VIP konser FT Island? Yang benar saja? Aku bisa melihat Lee Jae Jin dari dekat? Aku mengambil kertas yang masih ada di dalam amplop.

Dear CHJ…

Terkejut? Pastinya bukan? Apa kubilang, kau pasti akan terkejut.
Kejutan lainnya, aku juga akan datang di konser itu.

LJJ

“Omo! Onnie! Tiket ini adalah kiriman dari LJJ dan dia bilang dia juga akan datang di konser ini. Whoa!!!” aku langsung memeluk Min Hae onnie karena terlalu bahagia.

“Chukae, Hye ah~!”

* * * * * * *

Aku sudah duduk di kursi yang disediakan. Konser sudah dimulai beberapa waktu yang lalu tapi aku bahkan tidak bisa berkonsentrasi karena mencari sosok LJJ. Sibuk menerka-nerka yang manakah dia? Bahkan Lee Jae Jin pun tak mampu mengambil alih perhatianku.

Hingga konser berakhir aku tak berhasil menemukannya. Tidak ada juga tanda-tanda yang mencurigakan dari penonton yang hadir. Aish! Sebenarnya dia itu yang mana sih?

Aku masuk ke kamar dan langsung  menghempaskan tubuhku ke tempat tidur. Menyebalkan! Kalau dia memang datang ke konser itu harusnya dia menampakkan dirinya padaku! Dasar!

TOK TOK TOK

Ada yang mengetuk jendela kamarku. Siapa? Aku berjalan perlahan ke arah jendela, menyingkap tirai yang menutupi jendela kamarku. Tidak ada siapa-siapa. Karena penasaran, aku membuka jendela kamarku lalu melongokkan kepalaku keluar. Tiba-tiba seseorang muncul dari sisi kanan. Mengagetkanku saja. Dan saat aku melihat siapa yang saat ini ada di depan jendela, mataku melotot tak percaya.

“Kau? Lee… Lee… Lee Jae Jin?”

“Ne. Lee Jae Jin imnida.”

“YA! SEDANG AP…” Ucapanku terhenti karena tiba-tiba ia membungkam mulutku dengan tangannya.

“Jangan berteriak! Nanti dipikir orang-orang aku bertindak macam-macam padamu.”

Aku hanya mengangguk mendengar penjelasannya lalu menunjuk tangannya yang masih membungkamku. Tak lama dia langsung melepaskan tangannya.

“Kau benar-benar tidak mengenaliku?”

“Siapa bilang? Bukannya tadi aku sudah mengatakan namamu dan kau membenarkannya?”

“Bukan itu maksudku. Bukan Lee Jae Jin bassist FT Island. Tapi yang lain.”

“Nugu?”

“Selamanya LJJ dan CHJ selalu terkait satu sama lain. Itu janjiku padamu.”

“Neo??? LJJ???”

“Ne. LJJ itu aku.”

“Jadi… Jadi…”

“Kemarilah…” ucapnya sambil membantuku keluar dari jendela kamarku. Saat aku sudah di luar dia menarikku untuk berjalan mengikutinya.

“Kemana?”

Tak lama kemudian aku melihat taman belakang rumahku sudah disulap sedemikian rupa. Kami melewati jalan yang dibatasi oleh lilin-lilin di samping kiri dan kanan. Sampai akhirnya aku melihat lilin-lilin yang disusun menjadi bentuk hati dan terdapat tulisan selamat ulang tahun di dalamnya, tulisan itu juga merupakan rangkaian lilin-lilin yang menyala. Benar-benar indah.

“Saeng il chukae, Hye Jin ah~!”

“Kau? Kau yang menyiapkan semua ini?”

“Ne.”

“Bagaimana mungkin?”

“Tentu saja mungkin. Aku sudah mengatur lilin-lilin ini sejak tadi siang. Saat konser berakhir aku langsung menuju rumahmu dan tinggal menyalakan semua lilin ini.”

“Tapi kan?”

“Kau kan masih harus antri untuk keluar dari gedung tadi. Dan itu memakan waktu yang tak sebentar.”

“Tunggu! Bagaimana caramu masuk ke taman ini?”

“Tentu saja aku memanjat. Kan aku hafal betul dengan keadaan rumah ini.”

“Ya! Kau berani!”

“Aku bercanda! Tentu saja lewat pintu depan. Min Hae yang membantuku. Duduklah di sini. Aku akan segera kembali.”

Don’t you know? I waited for you everyday.
Don’t you know? I am only looking at you, my love.
Don’t you know? When you are happy and smiling,
My love is even more happy from far away.

 

Tiba-tiba saja dia sudah bernyanyi sambil memainkan gitarnya. Suara yang indah berbaur dengan permainan gitar yang menakjubkan.


You don’t know. You don’t know because I never told you.
You don’t know anything. How much I love you.
You don’t know. You don’t know because you can’t hear me.

You don’t know anything.
All my heart needs is you, don’t you know?

 

Tatapannya hanya tertuju padaku seorang. Entah memang lirik lagunya yang terlalu menyentuh atau mungkin karena cara menyanyikannya yang penuh perasaan, aku seolah terhanyut dalam lagu ini – merasakan sebuah pengakuan.

Don’t you know? At your angry face,
My love was crying even harder from far away.

You don’t know. You don’t know because I never told you.
You don’t know anything. How much I love you.
You don’t know. You don’t know because you can’t hear me.

You don’t know anything.
All my heart can take is you.

 

Aku menyeka air mata yang berada di sudut mataku. Rupanya tanpa sadar aku menitikkan air mata.Aku menangis haru. Benarkah lagu ini ditujukan hanya untukku? Jika jawabannya iya, aku bahagia. Sungguh.

 


Don’t you know? Don’t you know my heart cannot even speak?

I don’t know love. I don’t know any other love.
I don’t know anything because I only remember your name.
I don’t know love. I don’t know even when another love comes.
I don’t know anything. I don’t know because I only remember you.

(FT Triple – Don’t You Know)

 

“Saranghae…” Ucapnya setelah menyelesaikan nyanyiannya dan ia berdiri tepat di hadapanku.

“Ne???”

“Jika LJJ dan CHJ selalu terkait satu sama lain. Maka aku ingin Lee Jae Jin dan Choi Hye Jin selalu terkait satu sama lain.” Ia menggamit tanganku agar aku berdiri berhadapan dengannya.

“Mungkin pengakuanku barusan terdengar bodoh. Tapi selama ini, selama kita berkirim surat. Aku merasakan kecocokan. Terlebih saat aku mengetahui sosokmu beberapa waktu yang lalu. Aku benar-benar sudah jatuh cinta dengan seorang gadis bernama Choi Hye Jin.”

“Seharusnya aku membawa handycam.”

“Untuk apa?”

“Semua yang kau lakukan untukku hari ini terlalu sayang untuk tidak diabadikan.”

“Mwo? Dasar! Asalkan semua ini terekam dalam memorimu, itu sudah cukup Hye Jin ah~.”

“Gomawo. Jeongmal gomawoyo. Aku tak menyangka hari ulang tahunku kali ini terasa sangat mengesankan. Nonton konser boyband idolaku bahkan mendapat pernyataan cinta dari salah satu personilnya. Apa aku sedang bermimpi? Kalau iya kumohon jangan bangunkan aku dulu.”

“Ya! Kau tidak sedang bermimpi! Semua kejadian hari ini nyata. Dan terlebih, pengakuan cintaku padamu juga nyata.”

“Hahaha. Mianhae, Jin ah~.”

“Kenapa meminta maaf?”

“Na ddo saranghae.”

“Ne???”

“Apa? Aku tidak berkata apa-apa kok.”

“Saranghae Hye Jin ah~.” Ucapnya sambil memelukku.

Dan hari itu menjadi hari ulang tahun yang tak akan pernah bisa aku lupakan. Akhirnya aku mengetahui sosok LJJ yang sesungguhnya. Mendapatkan cintaku yang ternyata ada dalam genggaman idolaku sendiri. Saranghae, Lee Jae Jin…

.F.I.N.

Woah! Geje! Geje! Geje! Ga ada kata lain di pikiranku selain geje. Entahlah, aku ngerasa FF ini geje banget. Btw, pada tau nggak siapa cewek yang diliat sama Hye Jin di rumah Jae Jin? Hayo??? Hehehe…

Pesan pribadi dari Pyol buat Unhye tercinta :

Happy Birthday my best friend ever, Yulia Eka Pratama!!!

Kembaran terbaik yang aku punya… Saranghae Unhye…

Partner terhebat dalam hal apapun mulai bangku kanak-kanak…

Hope you all the best…

God bless you abundantly!

xoxo

Hm.. Mungkin aku ga bisa tahu-tahu muncul tengah malem di depan kamu, setidaknya ga tahun ini… Aku cuma bisa kasih ini buat kamu, karyaku. Dengan harapan setidaknya kamu tahu bahwa kamu itu berarti buat aku… ^_^

Oh ya, sukses ya kuliahnya? Pastikan lulus dengan nilai yang terbaik ya? Hehehe… Big hug from pyol… SarangHae… ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s