[One Shot] Marrying an ELF

Annyeong!!! Lama tak jumpa… Hehehe… Masih dalam masa hiatus, serta kehilangan mood nulis besar-besaran… Dan akhirnya aku muncul juga di hari ini…

Oh ya, mianhae buat FF series aku yang ketiga itu aku cancel soalnya aku putusin buat ambil alih ide itu untuk project lain… ^_^v

Unnie!!! Happy Birthday!!! FF ini aku persembahkan special buat unnie-ku tercinta Gisela. Moga-moga dirimu suka ya, un? Hehehe…

Ini FF pertama yang berkonsep pernikahan. Agak-agak gimana gitu pas bikin. Ide ini muncul November tahun lalu pas aku lagi di bali. Pas acara pemberkatan nikahnya sepupu aku. Bahkan FF ini udah selesai aku bikin awal februari lalu, tapi berhubung niat awal emang buat kado ultahnya unnie jadi ya baru aku post sekarang.

Sekedar info. Di FF ini Jae Mi sama Ji Hyeon manggil Yeon Hae onnie. Mereka bertiga bukan saudara si tapi sahabatan and udah deket banget kayak keluarga jadi manggil onnie deh. Gitu…

Tanpa banyak cap cis cus lagi, monggo dinikmati FFnya. Halah! Dan jangan lupa abis baca comment ya? Thank You!

Selamat membaca, kawan!!! ^_^

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Title : Marrying an ELF

Author : neys

 

CAST

♥ Park Jung Soo ♥ Cho Yeon Hae ♥

Cho Kyu Hyun, Lee Dong Hae, Choi Si Won

Park Jae Mi, Yoon Ji Hyeon

3 tahun sudah aku menjalin hubungan dengan Park Jung Soo. Seorang pria yang lebih dikenal dengan nama Lee Teuk oleh penggemar-penggemarnya atau ELF lebih tepatnya.

Dan aku tak menyangka bahwa satu minggu lagi, tepat di hari ulang tahunku yang ke 24, aku akan menikah dengannya.

Park Jung Soo… Namja yang berhasil merebut hatiku. Biarpun orang-orang bertanya-tanya kenapa aku bisa menyukainya? Usianya bahkan terpaut 8 tahun dariku. Tapi aku tak bisa menjawab itu semua. Karena aku sendiri pun tak tahu mengapa aku bisa jatuh cinta padanya.

Aku hanya melihat bahwa sebenarnya dia sosok yang sangat rapuh. Dan aku ingin selalu berada di sisinya, selalu mendukungnya. Aku ingin menjadi seseorang yang berada di sisinya saat ia menangis lalu menghapus air matanya.

“Onnie! Kau jadi fitting gaun pengantin hari ini kan? Kenapa malah melamun?”

Aku menoleh kearah suara tersebut. Jae Mi rupanya.

“Ne. Kau tunggu saja di bawah. Sebentar lagi aku akan turun. Ji Hyeon sudah datang?”

“Ne. Dia sedang di bawah bersama dengan Hae oppa dan Won oppa. Oh ya, Kyu oppa juga.”

Aku mengangguk pelan sebelum Jae Mi akhirnya menutup pintu kamarku lalu beranjak kembali ke bawah.

* * *

Kami berenam sudah berada di sebuah bridal. Hari ini aku akan fitting gaun pengantin-ku untuk yang terakhir kali. Dimana Park Jung Soo itu? Bukankah dia juga harus fitting? Pasti sedang sibuk mengurusi pekerjaannya. Memang leader yang baik, padahal anggotanya ada bersamaku saat ini.

Aku keluar dari ruang ganti dan mendapati mereka semua sedang duduk. Menantiku kah? Bukannya mereka juga harus fitting pakaian yang akan mereka kenakan saat aku menikah? Sudah selesai kah? Dan saat aku keluar, mereka semua menatapku sambil tersenyum. Lalu Kyu oppa menghampiriku.

“Aku tak menyangka, adik kecil-ku akan menikah sebentar lagi.” Ucapnya sambil mengacak rambutku.

“Oppa!” aku memeluk oppa-ku ini. Rasanya tak rela jika sebentar lagi aku akan meninggalkan oppa kesayanganku ini.

“Kau harus berbahagia. Berjanjilah pada oppa.”

“Ne. Aku berjanji, oppa. Masa kau tidak percaya pada hyung-mu sendiri? Dia pasti bisa membahagiakan aku.”

“Ara. Aku percaya Teukie hyung bisa membuatmu tersenyum bahagia setiap hari.”

Aku melepas pelukanku lalu menatap keempat orang yang masih duduk di tempat.

“Kenapa kalian memandangku seperti itu?”

“Aniyo, Yeon ah~ hanya tak menyangka saja akhirnya kalian menikah.” Ucap Hae oppa padaku sambil tersenyum.

“Memang kenapa? Tunggu saja saat kau dan Jae Mi menikah, apa kau juga akan tidak menyangka?”

“Mwo? Aku menikah dengan dia? Apa tidak salah, onnie?” ucap Jae Mi sambil menunjuk Hae oppa.

“Ya! Apa kau tak mau menikah denganku, Jae ah~? Aku kan kekasihmu?”

“Kata siapa kau kekasihku?”

“Ya!”

“Bagaimana kalian bisa menikah jika seperti ini? Lebih baik aku dan Ji Hyeon duluan saja.” Ucap Won oppa menyela perkataan Hae oppa.

“Mwo? Kita duluan?” Ji Hyeon kaget dengan pernyataan Won oppa.

“Aish! Sudah-sudah! Aku yakin setelah aku, kalian semua akan segera menyusul. Dan kau Kyu oppa, cepatlah menikah. Aku tak mau melihatmu sendirian terus. Hae Won sudah menunggumu terlalu lama.”

“Kau tenang saja. Aku pasti akan segera melamar gadis itu. Mana ada gadis yang bisa menolak pesonaku? Yang terpenting sekarang, adikku sudah menemukan seseorang yang tepat.”

* * *

Aku memasuki dorm Super Junior. Aku penasaran apa yang sedang Soo oppa lakukan sampai-sampai tidak mengangkat telepon-ku dan tidak membalas SMS-ku.

Aku langsung masuk ke kamar Soo oppa dan mendapati dia yang sedang sibuk mengutak atik laptopnya. Dan penampilannya sangat kusut.

“Ya! Oppa! Apa yang sedang kau lakukan?”

Dia menoleh padaku lalu kembali menatap laptopnya tanpa mengucapkan apa-apa padaku.

Aku menghampirinya lalu duduk di sampingnya. Menatapnya. Kenapa dia acak-acakan begini?

“Oppa! Sebenarnya apa yang kau kerjakan? Kau belum mandi?”

Dia tidak menjawab pertanyaanku, malah terus asik dengan laptop-nya itu. Ingin rasanya aku merebut laptop itu lalu membantingnya agar dia menyimak kata-kataku.

“YA! OPPA! AKU INI SEDANG BERBICARA PADAMU!”

“YA! YEON HAE AH~ KAU INI CEREWET SEKALI! AKU SEDANG SIBUK! JANGAN MENGGANGGUKU!”

“Oppa?” Air mataku menetes. Baru kali ini dia berkata sekeras ini padaku. Selama ini dia tidak pernah membentakku. Aku keluar dari kamarnya lalu berlari keluar menuju rumahku.

Saat sampai di rumah aku langsung masuk ke kamar, tidak mempedulikan tatapan heran dari Kyu oppa saat melihatku masuk sambil menangis.

Aku membenamkan wajahku di tempat tidur. Tak lama pintu kamarku diketuk. Pasti Kyu oppa.

“Yeon ah~ museum iriya? Bolehkah oppa masuk?”

Aku melangkah ke pintu lalu membukakan pintu untuk Kyu oppa. Aku butuh seseorang saat ini. Saat aku melihat sosoknya di balik pintu aku langsung menghambur ke pelukannya.

“Oppa… Sepertinya pernikahan ini salah. Aku tidak seharusnya menikah dengan Soo oppa.”

“Mwoya?” Tanya oppa sambil melepaskan pelukanku. Ia menahan kedua bahuku. Menatapku dengan tatapan tidak percaya.

“Dia… Dia… Aku tak yakin dia masih mencintaiku…”

“Yeon ah~ apa yang sebenarnya terjadi? Beberapa hari lagi kan kalian akan menikah? Bagaimana bisa kau masih membahas tentang cinta?”

“Mollayo, oppa. Hanya saja, melihat perlakuannya tadi padaku. Aku menjadi ragu akan cintanya.”

“Yeon ah~, memang apa yang hyung lakukan padamu?”

“Dia membentakku, oppa. Padahal selama ini dia tidak pernah membentakku. Rasanya sangat sakit, oppa.”

“Yeon ah~ mungkin ini hanya salah paham. Kau bicarakan baik-baik saja dengan hyung. Aku yakin dia sangat mencintaimu. Mungkin kau hanya mencemaskan hal-hal secara berlebihan karena sebentar lagi kau akan menikah.”

“Jeongmalyo? Ne, araji, oppa. Gomawo.”

Kyu oppa membelai rambutku. Rasanya tenang sekali berada dalam pelukannya. Aku jadi semakin tidak rela meninggalkannya.

“Oppa, setelah menikah aku tetap tinggal di sini ya? Aku masih ingin bersamamu.”

“Mwo? Andwae! Kau harus tinggal bersama suamimu.”

“Oppa…” ucapku merajuk.

Kyu oppa melepaskan pelukanku lalu beranjak pergi sambil tetap menyerukan ketidak setujuannya. Aku yakin jika aku benar-benar sudah menikah, aku akan sangat merindukannya. Meskipun dia terkadang menyebalkan tapi aku sangat menyayanginya.

* * *

“Yeon ah~ kenapa kau diam saja?”

Aku tak menghiraukan kata-katanya, malah asik memainkan handphone-ku. Aku masih marah perihal dia membentakku kemarin.

“Ya Yeon ah~ kau ini kenapa? Kalau memang tidak ingin bersama denganku, kenapa tadi menerima ajakanku?”

“Ya! Jadi kau masih belum menyadari perbuatanmu padaku kemarin?”

“Kemarin? Ada apa memangnya?”

“Aish! Sudahlah, lupakan!”

Aku melihat dia masih berpikir, sepertinya mengingat-ingat apa saja yang ia lakukan kemarin.

“Oh! Arayo! Mianhae, Yeon ah~ aku tak bermaksud untuk membentakmu. Hanya saja aku benar-benar dalam keadaan kesal kemarin. Aku juga belum tidur semalaman kemarin.”

“Mwoya? Apa yang kau lakukan, oppa? Kenapa sampai tidak tidur?”

“Aku tahu, sebenarnya kau tidak pernah bisa lama-lama marah padaku kan? Dan kau sangat mengkhawatirkanku.”

“Ya! Apa kau membohongiku?”
”Aniyo… Aku serius, aku memang tidak tidur semalaman. Dan itu karena kau, Yeon.”

“Aku?”

“Sudahlah, aku senang kok melakukannya untukmu.” Ucapnya sambil tersenyum lalu mengacak rambutku.

“Sebenarnya apa sih yang kau lakukan? Katakan padaku atau aku akan marah padamu.”

“Hahaha… Rahasia! Kau akan tahu setelah kita menikah nanti.”

“Ah! Kau curang, oppa!”

* * *

Hari ini adalah hari yang sangat menegangkan. Hari ini aku akan menikah. Melepaskan status lajangku dan menjadi istri dari seorang Park Jung Soo. Aku benar-benar sangat gugup.

Aku menatap diriku di cermin. Gaun ini simple tapi sangat indah. Gaun pengantin berwarna putih dengan taburan permata-permata mungil berwarna sapphire blue. Lengan gaun ini bermodel sabrina. Panjangnya sampai menutup kakiku tapi tidak ada ekor gaun yang menjuntai ke belakang. Aku suka, karena tidak membuat gaun ini terasa berat.

Rambutku digelung ke atas dengan model yang anggun. Selubung putih menutupi kepalaku. Aku sangat menyukai penampilanku hari ini.

Tak lama aku mendengar suara pintu dibuka. Dan saat aku menoleh, aku melihat Soo oppa tengah menatapku. Aku tertegun sesaat melihat penampilannya. Dia benar-benar menawan. Dia sangat tampan hari ini. Kemeja putih dibalut dengan jas yang juga berwarna putih. Celana panjang berwarna putih dan sepatu yang juga berwarna putih. Nampak bunga kecil berwarna sapphire blue menghiasi sisi kiri jas-nya. Penampilannya yang serba putih ini nampak sangat cocok melekat di tubuhnya.

“Kau sangat tampan, oppa.” Ucapku sambil tersenyum padanya.

Ia berjalan menghampiriku. Tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun dariku.

“Ada apa, oppa? Apa ada yang salah dengan penampilanku hari ini?” tanyaku saat ia sudah berada di hadapanku.

“Aniyo. Kau sangat cantik, Yeon.”

“Jeongmalyo?”

Dia langsung mengangguk antusias. Lucu sekali ekspresinya.

“Oppa! Aku baru sadar! Kau kan tidak seharusnya ada di sini? Ayo keluar! Aish! Kau ini!”

“Hahaha. Habis aku sudah tidak sabar ingin melihat calon istriku.”

Aku masih mendorong-dorong tubuhnya keluar sampai dia berbalik secara tiba-tiba.

“Aku melupakan sesuatu!”

“Lupa?”

“Saeng il chukaeyo, jagi!” ucapnya sambil memelukku.

“Jeongmal gomapta, oppa.”

Aku melepaskan pelukannya lalu kembali mendorong tubuhnya keluar. Begitu berhasil aku langsung menutup pintu itu. Tapi tak lama pintu kembali terbuka. Aku hampir saja memarahinya karena menganggap bahwa Soo oppa kembali masuk. Untung aku belum melaksanakannya karena yang datang adalah…

“Onnie!!!” seru Jae Mi dan Ji Hyeon dan langsung menghambur ke pelukanku.

Harus aku akui, penampilan mereka hari ini seperti anak kembar saja. Wajar, hari ini mereka berdua akan menjadi pengapitku bersama dengan Hae oppa dan Won oppa.

Mereka berdua memakai dress panjang berwarna putih sama sepertiku, tapi lebih sederhana daripada milikku. Tidak ada taburan apa-apa di atasnya, hanya hiasan pita-pita kecil yang bertengger di sana. Gaun itu tanpa lengan, berbentuk kemben tapi terdapat dua tali kecil yang menopangnya. Tidak mewah tapi sangat manis.

Rambut panjang mereka dibiarkan terurai. Sebuah jepit berbentuk pita menghiasinya. Secara keseluruhan penampilan mereka benar-benar mengagumkan.

Tak lama mereka melepaskan pelukan mereka. Memandangku lekat-lekat lalu mengucapkan selamat bersama-sama.

“Chukae, onnie!”

“Ya! Kalian benar-benar seperti anak kembar.” Ucapku lantas tertawa.

“Apa kau sudah siap, onnie?” tanya Ji Hyeon.

“Jujur aku sangat gugup.”

Mereka berdua menggenggam tanganku.

“Hwaiting, onnie!” lagi-lagi mereka mengucapkan itu secara bersama-sama.

“Gomawo, saeng. Kalian berdua adalah saeng terbaikku. Meskipun kita tidak sedarah.”

“Ne. Cheon maneyo, onnie. Kau sudah bertemu Soo oppa?” tanya Jae Mi.

“Baru saja. Sebelum kalian datang.”

“Ya! Sepertinya dia sudah tidak sabar ya?”

“Aniyo. Hahaha.”

“Ya sudah kami keluar dulu, onnie. Sebentar lagi acara akan segera dimulai kan?” ucap Ji Hyeon sambil mengajak Jae Mi.

“Haengbokaseyo, onnie!” ucap mereka bersama-sama, sebelum keluar. Aku pun tersenyum.

* * *

Aku melirik pria yang ada di sampingku. Kami berdua berdiri bersama di hadapan altar. Aku tak menyangka akhirnya aku akan menikah dengannya. Betapa banyak ELF yang patah hati hari ini. Dari jutaan ELF, pada kenyataannya ia memilihku yang ternyata juga seorang ELF. Itu artinya, keinginannya untuk menikahi seorang ELF terkabul bukan?

“Sekarang tiba saatnya untuk meresmikan pernikahan kalian. Saya persilahkan kalian mengucapkan janji pernikahan di hadapan Allah, disaksikan oleh para saksi dan semua yang hadir di sini.” Ucap Imam yang ada di hadapan kami.

Aku dan Jung Soo oppa menumpangkan kedua tangan kami di atas Kitab Suci.

“Di hadapan Gereja Allah yang kudus, Imam, para saksi dan seluruh anggota keluarga dan saudara sekalian yang hadir di sini. Saya, Park Jung Soo menyatakan dengan tulus ikhlas, memilih dan menerima Cho Yeon Hae untuk menjadi istri saya. Saya berjanji untuk selalu setia kepadamu. Dalam suka maupun duka. Dalam untung maupun malang. Di waktu sehat maupun sakit. Dan saya mau mencintai dan menghormati engkau seumur hidup, sampai maut memisahkan kita. Saya berjanji untuk menjadi ayah yang baik bagi anak-anak yang dipercayakan Tuhan kepada kita serta mengasuh dan mendidik mereka menjadi anak yang baik. Demikian janji saya. Demi Allah dan Injil suci ini.”

“Di hadapan Gereja Allah yang kudus, Imam, para saksi dan seluruh anggota keluarga dan saudara sekalian yang hadir di sini. Saya, Cho Yeon Hae menyatakan dengan tulus ikhlas, memilih dan menerima Park Jung Soo untuk menjadi suami saya. Saya berjanji untuk selalu setia kepadamu. Dalam suka maupun duka. Dalam untung maupun malang. Di waktu sehat maupun sakit. Dan saya mau mencintai dan menghormati engkau seumur hidup, sampai maut memisahkan kita. Saya berjanji untuk menjadi ibu yang baik bagi anak-anak yang dipercayakan Tuhan kepada kita serta mengasuh dan mendidik mereka menjadi anak yang baik. Demikian janji saya. Demi Allah dan Injil suci ini.”

“Park Jung Soo dan Cho Yeon Hae, setelah janji kalian berdua untuk saling mengasihi dalam ikatan pernikahan suci, maka atas nama Gereja Allah dan di hadapan saksi serta umat sekalian, saya menyatakan bahwa pernikahan yang telah diresmikan ini adalah pernikahan yang sah. Semoga berkat ini menjadi sumber kekuatan dan kebahagiaan bagi saudara berdua mulai sekarang dan selama-lamanya. Demikianlah mereka bukan lagi dua melainkan satu. Apa yang telah disatukan Allah. Janganlah diceraikan manusia.”

Tiba saatnya pemberkatan cincin. Semua umat duduk, sementara kami tetap berdiri.

“Ya Allah, sumber kesetiaan, berkatilah sepanjang cincin ini supaya menjadi lambang kesetiaan bagi Jung Soo dan Yeon Hae serta lambang cinta kasihMu yang tak berkesudahan untuk selama-lamanya. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.”

Dan sekarang, aku dan Jung Soo oppa berdiri berhadapan.

“Jung Soo, kenakanlah cincin ini pada jari manis istrimu sebagai lambang cinta dan kesetiaan abadi.”

“Yeon Hae, terimalah cincin ini sebagai lambang kesetiaan dan cinta kasihku kepadamu.”

“Terima kasih.”

Lalu Jung Soo oppa pun menyematkan cincin tersebut di jari manis tangan kananku.

“Yeon Hae, kenakanlah cincin ini pada jari manis suamimu sebagai lambang cinta dan kesetiaan abadi.”

“Jung Soo, terimalah cincin ini sebagai lambang kesetiaan dan cinta kasihku kepadamu.”

“Terima kasih.”

Lalu aku pun menyematkan cincin satunya ke jari manis Jung Soo oppa.

“Kini saya persilahkan mempelai pria untuk membuka selubung muka mempelai wanita.”

Cincin tanda cinta kasih sejati
Tlah melingkar di jemari
Cincin tanda cinta kasih sejati
Tlah mengikat dua hati

 Di hadapan Altar yang suci ini
Kita saling serah diri
Di hadapan Altar yang suci ini
Cinta kita ‘kan abadi

 Badai serta taufan ‘kan menghadang
Namun cinta kita takkan goyang
Tuhan ‘kan memberi jalan serta cahayaNya
Mengarungi samudera cinta

 Tuhan bimbinglah kami berdua
Berlayar dalam bahtera
Tuhan bimbinglah kami berdua
Hidup seturut sabdaMu

 Badai serta taufan ‘kan menghadang
Namun cinta kita takkan goyang
Beri kami kasih serta cinta
Spanjang jalan hidup kami

 (Cincin Kami)

 

Jung Soo oppa membuka selubung wajahku lalu mengecup keningku penuh kasih.

“Semoga kalian berdua senantiasa saling memandang dengan wajah penuh cinta dan berseri-seri sehingga bersatu dalam kesetiaan dan saling mencintai satu sama lain sesuai dengan kehendak Allah. Dan semoga ikatan cinta kasih kalian berdua diresmikan dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.”

“Amin.”

* * *

Aku baru saja turun dari mobil dan langsung dibuat terkejut dengan apa yang aku lihat. Sepasang patung lilin. Itu aku dan Soo oppa bukan?

“Oppa… Patung itu?”

“Ah, ne. Mianhae, Yeon. Aku tahu sebenarnya kau menginginkan patung es tapi itu tidak mungkin dengan kondisi cuaca yang seperti ini.”

“Ne? Kau tahu darimana, oppa?”

“Informanku banyak, Yeon.”

“Tapi patung itu benar-benar menakjubkan.”

“Ne. Kajja!”

Akupun menggandeng lengannya. Dia menoleh padaku lalu tersenyum lebar.

“Kau siap?” Mendengar pertanyaannya, aku mengangguk pasti.

I can show you the world
Shining, shimmering splendid
Tell me, princess, now when did
You last let your heart decide!

I can open your eyes
Take you wonder by wonder
Over sideways and under
On a magic carpet ride

A whole new world
A new fantastic point of view
No one to tell us no
Or where to go
Or say we’re only dreaming

A whole new world
A dazzling place I never knew
But when I’m way up here
It’s crystal clear
That now I’m in a whole new world with you

Unbelievable sights
Indescribable feeling
Soaring, tumbling, freewheeling
Through an endless diamond sky

A whole new world
(Don’t you dare close your eyes)
A hundred thousand things to see
(Hold your breath — it gets better)
I’m like a shooting star
I’ve come so far
I can’t go back to where I used to be

A whole new world
With new horizons to pursue
I’ll chase them anywhere
There’s time to spare
Let me share this whole new world with you

A whole new world
A new fantastic point of view
No one to tell us no
Or where to go
Or say we’re only dreaming

A whole new world
(Every turn a surprise)
With new horizons to pursue
(Every moment, red-letter)
I’ll chase them anywhere
There’s time to spare
Let me share this whole new world with you

A whole new world
(A whole new world)
That’s where we’ll be
(That’s where we’ll be)

A thrilling chase

A wondrous place

For you and me

 (Peabo Bryson & Regine – A Whole New World)

 

Kami memasuki tempat pernikahanku sambil diiringi lagu ‘A Whole New World’. Aku baru tahu tempat ini akan didesain seperti ini. Aku yakin ini ulah Soo oppa. Aku ingat kesepakatan kami waktu itu bukan seperti ini. Tapi harus aku akui ini jauh lebih indah. Padahal dia hanya menambahkan beberapa balon berwarna sapphire blue. Sepertinya pernikahan kami memang tak bisa dilepaskan dari Super Junior dan juga ELF.

Pernikahan kami digelar di sebuah pekarangan yang sangat luas. Mengacu pada pesta kebun. Di tengah-tengahnya terdapat sebuah kolam. Disitulah letak pelaminan kami.

Tempat ini dipenuhi dengan bunga-bunga yang cantik dan harum. Di dalam kolam terdapat lilin-lilin yang bersinar terang. Nampak sangat indah karena hari telah beranjak malam. Dan pelaminan kami sungguh sangat indah.

Aku menatap tamu-tamu yang datang. Sangat ramai. Bukan hanya keluarga dan teman-teman saja. Sepertinya banyak ELF disini, karena ada banyak tamu yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Dan sepertinya mereka juga berasal dari Negara yang berbeda-beda. Mereka tersenyum menatapku dan Soo oppa.

Aku menatap kue tart di depan kolam renang. Wah, benar-benar menakjubkan. Bagaimana cara menghabiskan tart sebesar itu ya?

“Ya! Apa yang sedang kau pikirkan? Biar kutebak! Kau pasti sedang memikirkan bagaimana cara menghabiskan tart pernikahan kita kan?”

“Ne? Kau bisa membaca pikiranku, oppa?”

“Tentu saja, nyonya Park.” Ucapnya sambil tersenyum lebar.

* * *

Acara demi acara berlalu. Aku benar-benar tidak sanggup berhenti tersenyum hari ini. Ini semua benar-benar anugrah buatku.

Aku sedang melihat Super Junior bernyanyi. Ya, mereka bertiga belas. Suamiku, Jung Soo. Bersama dengan Dong Hae, Si Won, Kyu Hyun, Hee Chul, Rye Wook, Sung Min, Yesung, Eun Hyuk, Shin Dong, Ki Bum, Kang In dan bahkan Han Kyung. Mereka menyanyikan lagu Marry U. Senang sekali melihat mereka bertiga belas menyanyi bersama-sama.

Setelah tadi juga sempat melihat Henry dan Zhoumi bersama member SuJu M yang lain menyanyikan lagu Super Girl. Aku benar-benar beruntung bukan?

* * *

Aku sedang duduk di sofa apartment-ku dan Soo oppa. Dia memutuskan untuk membeli sebuah apartment. Dan aku masih tersenyum mengingat semua kejadian hari ini.

“Sepertinya aku harus membawamu ke dokter besok, Yeon.” Ucap Soo oppa lalu duduk di sampingku.

“Ne? Untuk apa? Aku tidak sakit kok.”

“Bagaimana tidak sakit, daritadi kau itu senyum-senyum sendiri. Aku khawatir sekali, Yeon.” Ucapnya dengan mimik serius. Sejurus kemudian aku mengerti apa yang dia maksud. Aku langsung cemberut. Melihatku cemberut, dia malah tertawa.

“Oh ya, kau tidak ingin tahu apa yang membuatku tidak tidur seminggu yang lalu?”

“Kalau mau cerita, cerita saja.”

Tiba-tiba dia menarik hidungku gemas. “Kalau kau sedang ngambek begini, lucu sekali. hahaha.”

“Waktu itu aku sibuk mencari fanbase ELF dari Negara-negara lain. Berusaha menghubungi mereka untuk datang ke pernikahan kita. Kau tahu kan? Aku ingin sekali menguundang seluruh ELF. Meski aku tahu tidak mungkin jika semua datang. Jadilah hari itu aku begadang. Kau kan juga tahu aku tidak pandai berbahasa inggris jadi aku agak kerepotan menghubungi mereka semua. Dan aku sedang berusaha memastikan bahwa patung lilin itu akan selesai tepat waktu”

“Jinjja?”

Ia mengangguk pasti. Dan aku langsung memeluknya.

“Mianhae, aku tak menyangka suamiku ini sudah sangat menderita menyiapkan pernikahan kita.”

“Oh ya! Aku masih punya sebuah kejutan untukmu.”

Ia beranjak ke dalam kamar, lalu keluar dengan membawa sebuah amplop.

“Kau ingin sekali belajar memasak coklat bukan? Salah! Sepertinya kau lebih suka memakannya. Ini untukmu.”

Aku mengambil amplop tersebut. Lalu mengambil isinya. Dua buah tiket pesawat atas namaku dan Soo oppa, dengan jadwal keberangkatan besok lusa. Dengan tujuan…

“SWISS???”

.F.I.N.

Nah… Kalo ada yang minta lanjutan dari FF ini… Aku sarankan buat langsung minta pada si empunya, alias Unnie Gisel… Kelanjutan cerita saya serahkan sepenuhnya… Hahaha…

Pesan pribadi dari Pyosaeng buat Unnie tercinta :

Happy Birthday my best friend ever, Gesela Junita Tjandra!!!

Unnie terbaik yang aku punya… Saranghae Unnie…

Hope you all the best…

God bless you abundantly!

xoxo

Btw, inget kan aku pernah tanya-tanya sama unnie? Nah, sekarang dah ngerti kan kenapa and buat apa? Hehehe… SarangHae…

Oh ya, sukses ya buat ujiannya? Semangat! Big hug from pyol… ^_^

Advertisements

2 thoughts on “[One Shot] Marrying an ELF

  1. annyeong
    kuku imnida

    maap saia tiba-tiba datang merusuh setelah ngeliat di timeline, ada yang promo blog ini.
    saia komen ceritanya dulu ya, sebelum komen yang lain2

    ceritanya bagus, diceritain sampe mendetail gitu
    soal biasanya yang saia baca suka pada skip-skipan *termasuk saia juga*
    dan si abang leeteuk kreatif banget sampe niatin ngundang ELF di seluruh dunia buat dateng ke pernikahannya *thumbs up*
    patung lilinnya, omg!
    ni orang bener-bener niat ngebahagiain istrinya yah

    oh, ya. Saran saia, mending ini di-cut aja tiap ceritanya.
    meskipun emang mudah buat dibaca, tapi kalo sekali halaman buat tulisan panjang gini kadang bikin bingung yang baca.

    sekian dulu komen dari saia, maap tiba2 merusuh.

    p.s. saia 18 y.o
    saia harus manggil anda apa buat selanjutnya?

    Like

    • Annyeong! 🙂

      Iya.. Sengaja aku bikin detail.. hehehe..

      Maksudnya? Dbikin part gt kah?

      Oke2.. Gpp kok.. Gomawo ya udah baca n comment.. 🙂

      Panggil neys aja gpp kok.. ^_^

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s