[Series] Because it is you – Part 1

Alooohaaa!!! Aku datang lagi!!! Kali ini bawa two shots. Sekedar pemberitahuan, FF ini merupakan before story dari FF temen aku yang punya nama ‘Gisela’ yang judulnya ‘Diary of secret love’. Aku kepikiran buat FF ini setelah baca FF-nya and tanya asal usul cerita pasangan di situ eh dia ga tau, ya udah deh aku bikinin. Gini deh jadinya. Hehehe…

Semoga saja FF ini nyambung ya ma FF temen aku itu. Ameeen…

Buat yang belum baca FF-nya, ntar aku post FF temen aku di sini… Don’t worry… Tapi inget, yang aku bikin ini before story-nya… Tapi balik lg, aku bikin ini menurut pengamatan aku di FF temen aku itu… Jadi, terserah sih mau baca yang mana duluan…

Akhir kata, met baca ya? Jangan lupa comment-nya ya? Kalo mau kasih bonus jempol juga dipersilakan… Makasih… ^_^

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Title : Because it is you

Author : neys

 

CAST

Cho Kyu Hyun

Choi Hae Won

Cho Yeon Hae

Choi Si Won


…Cho Kyu Hyun pov…

Aku melangkahkan kakiku memasuki sebuah gedung yang sangat besar. Apa lagi jika bukan Choi’s Corp.

“Anda dipersilakan untuk langsung masuk, Kyu Hyun ssi.”

“Oh ne, kamsahamnida.”

Aku berjalan ke ruangan yang dimaksud lalu membuka pintu dengan perlahan dan dibuat cukup terkejut oleh apa yang aku lihat di dalam. Aku melihat seorang wanita bergelayut mesra di lengan Si Won ssi. Mereka berdua sama-sama menghadap ke arah jendela, menghadap ke arah luar kantor.

Eku berdehem pelan. Mereka berdua reflek menoleh padaku. Dan harus aku akui wanita yang saat ini berdiri di samping Si Won ssi itu sangat menarik perhatianku. Tubuhnya mungil, kulitnya putih bersih. Pipinya sangat berisi, membuatku gemas melihatnya. Dan aku menangkap guratan keceriaan dari wajahnya. Gadis ini membuatku tak bisa mengalihkan pandanganku darinya.

“Oh, Kyu Hyun ssi?”

“Ne, Si Won ssi?”

“Oppa… Sepertinya kau masih sibuk ya? Ya sudah aku pergi dulu. Dan jangan lupa untuk menjemputku nanti sore. Annyeong!”

“Arasho.” Ucap Si Won ssi sambil mengacak rambut gadis itu.

Gadis itu berjalan menuju pintu. Saat melewatiku dia sempat menoleh dan tersenyum padaku. Aku membalas senyumannya dengan senang hati.

“Duduklah…”

“Oh, ne. Kamsahamnida.”

“Kau menyukai adikku?”

“Ne???”

“Dari pertama kau masuk ruanganku kau terus memandanginya.”

“Oh, maksud Si Won ssi gadis tadi?”

Si Won hanya mengangguk menanggapi pertanyaanku. Jadi gadis tadi adalah adiknya? Tanpa sadar aku malah tersenyum saat mengetahui bahwa Si Won ssi adalah kakak dari gadis tadi.

“Aniyo. Aku…”

“Aish! Ya sudahlah jangan membahas itu dulu. Jadi seperti apa gagasan dari perusahaanmu itu?”

“Begini…”

Kami pun terlibat dalam pembicaraan. Mulai dari bisnis hingga hal-hal yang bahkan tidak ada kaitannya dengan bisnis. Aku bahkan mendapatkan banyak informasi tentang gadis tadi.

Dia bernama Choi Hae Won. Umurnya 20 tahun dan sedang menuntut ilmu di Kyung Hee University. Dia mengambil jurusan sastra karena dia sangat suka menulis. Dan yang membuatku kaget, gadis itu belum pernah memiliki kekasih karena saat sekolah dulu dia memang mempunyai komitmen untuk tidak berpacaran. Dan setelah lulus dia masih belum menemukan pria yang dapat membuatnya jatuh cinta.

“Dia masih sangat polos, Kyu Hyun ah~”

Aku hanya tersenyum kikuk menanggapi perkataannya. Apa rasa tertarikku pada gadis itu nampak jelas, sehingga membuat Si Won hyung menjelaskan banyak hal tentang Hae Won. Oh ya, jangan kaget. Saat ini aku dan Si Won hyung sudah tak menggunakan panggilan formal lagi. Dan ini juga atas permintaan dari Si Won hyung sendiri.

“Oh ya, aku melupakan sesuatu. Aku bahkan belum bertanya padamu, apakah kau memiliki seorang kekasih? Bagaimana mungkin aku menceritakan banyak hal tentang adikku sementara kau sudah memiliki kekasih.”

“Aniyo. Aku tidak mempunyai kekasih saat ini.”

“Oh, baguslah kalau begitu.”

“Ne???”

“Aku hanya merasa kau pria yang baik dan berbakat. Dan aku suka denganmu. Jadi aku rasa, adikku juga akan menyukaimu.”

“Ne??? Maksud hyung?”

“Aku hanya merasa jika kau adalah pria yang tepat untuk Hae Won.”

“Hyung, apa kau tidak terlalu cepat memutuskan?”

“Kita lihat saja nanti…”

…pov end…


…Choi Hae Won pov…

Aish! Kenapa oppa lama sekali sih? Aku sudah menunggu setengah jam. Kenapa dia tidak datang-datang? Aku mengambil handphone-ku dan langsung menghubungi  Si Won oppa.

“Oppa! Kau ada di mana? Aku sudah menunggumu dari tadi.”

“Mianhae, dongsaeng. Aku masih sangat sibuk. Tapi baru saja aku menghubungi Kyu Hyun untuk menjemputmu.”

“Kyu Hyun? Nuguseyo?”

“Pria yang tadi pagi datang ke kantor. Kau ingat?”

“Hm… Aku ingat. Kenapa harus dia? Kenapa tidak menyuruh supir yang ada di rumah?”

“Terlalu jauh.”

“Tapi kan aku tidak mengenalnya?”

“Ya sudah, nanti kenalan ya? Bye, dongsaeng!”

“Ya! Oppa!”

CIIIT…

Sebuah mobil berhenti tepat di hadapanku. Tak lama aku melihat sosok Kyu Hyun keluar dari mobil tersebut dan tersenyum padaku.

“Mianhae, apa kau sudah menunggu lama?”

Aku hanya diam mendengar pertanyaannya. Aku masih sebal dengan oppa-ku. Bagaimana mungkin dia membiarkan aku dijemput oleh pria yang sama sekali tidak kukenal.

“Mianhae, Si Won hyung tiba-tiba saja meminta tolong padaku. Jadi aku terlambat menjemputmu. Jeongmal mianhaeyo, Hae Won ssi.”

Aish! Kenapa aku harus marah padanya? Dia kan tidak bersalah apa-apa padaku? Justru harusnya aku berterima kasih padanya?

“Aniyo, Kyu Hyun ssi. Kau tidak perlu minta maaf. Yang salah itu Si Won oppa.”

Dia hanya tersenyum lalu membukakan pintu mobilnya lalu mempersilakanku masuk.

Selama perjalanan tidak sepatah kata pun keluar dari mulut kami. Aku dan dia sama-sama terdiam. Tenggelam dalam pikiran masing-masing. Hingga akhirnya kami pun sampai di rumahku. Dan langsung membuatku tersadar, bagaimana dia tahu rumahku?

“Kyu Hyun ssi, bagaimana kau tahu rumahku? Aku kan belum menjelaskannya padamu?”

“Si Won hyung yang sudah memberitahuku tadi.”

“Oh, ne. Mianhae sudah merepotkanmu dan mengganggu pekerjaanmu.”

“Aniyo. Kebetulan tadi semua pekerjaanku sudah selesai, jadi sekalian pulang saja.”

“Oh. Jeongmal gomapta, Kyu Hyun ssi. Kau mau mampir?”

“Mungkin lain kali.”

“Ne, annyeong!”

Aku keluar dari mobilnya lalu membuka pagar rumahku dan langsung terkejut saat mendapati mobil Si Won oppa sudah terparkir di dalam.

“Oppa!!! Kau membohongiku?” ucapku kesal padanya yang sedang asik nonton TV.

“Aku? Aniyo. Tadi aku benar-benar sedang sibuk, dongsaeng.”

“Kau menyebalkan!” ucapku sambil merebahkan tubuhku di sofa, di samping Si Won oppa.

Si Won oppa mengacak rambutku. “Jangan marah. Wajahmu jelek sekali kalau sedang marah.”

Aku masih diam dan masih mengerucutkan mulutku. “Kau me..nye..bal..kan…”

“Arayo. Oppa minta maaf. Tapi kan oppa melakukan semua ini demi kebaikanmu juga. Bagaimana Kyu Hyun?”

“Apanya yang bagaimana?”

“Ya! Jangan pura-pura tidak mengerti maksudku!”

“Apanya yang pura-pura? Aku benar-benar tidak mengerti kok.”

“Dia tampan kan?”

“Lalu?”

“Apa kau tidak tertarik padanya?”

“Biasa saja tuh. Aku bahkan tidak terlalu memperhatikannya tadi karena aku sangat sebal padamu.”

“Tapi kalian ngobrol kan saat perjalanan?”

“Tidak juga. Kenapa harus ngobrol. Aku tidak mengenalnya.”

“Ya! Hae Won ah~!”

“Apa sih?”

“Kau ini! Kenapa menyia-nyiakan usaha oppa?”

“Usaha apa?”

“Mendekatkan kalian berdua!”

“Untuk apa?”

“Apa kau benar-benar tidak tertarik padanya?”

“Aku tidak bilang begitu kan?”

“Tadi kau bilang biasa saja?”

“Tapi aku tidak bilang iya ataupun tidak kan?”

“Kau balas dendam padaku?”

“Terserah pendapatmu… Bye…”

Aku pun berlalu dari ruang TV lalu menuju kamarku di lantai dua. Begitu sampai aku langsung merebahkan tubuhku ke tempat tidur. Mencoba mencerna kata-kata oppa tadi.

Oppa ingin mendekatkanku dengan Kyu Hyun ssi. Apa sih maksudnya? Memang ada apa denganku dan Kyu Hyun ssi? Dasar oppa yang aneh!

…pov end…


…Cho Yeon Hae pov…

Tidak biasanya Kyu pulang terlambat dari kantor seperti ini. Tidak memberi kabar pula. Aku terus mondar mandir di ruang tamu. Tak lama pintu terbuka dan aku melihat Kyu Hyun masuk sambil tersenyum. Ada apa? Sepertinya, ia belum pernah pulang dalam keadaan tersenyum penuh arti seperti itu.

“Kau mendapat promosi naik jabatan?”

Sepertinya dia tidak menyadari keberadaanku. Buktinya dia langsung terlonjak kaget saat mendengar pertanyaanku.

“Ne???”

“Kenapa tersenyum seperti tadi?”

“Ne? Aniyo. Aku hanya sedang senang.”

“Kenapa pulang terlambat?”

“Oh, tadi aku harus menjemput seseorang terlebih dahulu.”

“Kekasih barumu?”

“Mwo? Bukan. Dia adik dari rekan bisnis kantor-ku.”

“Seorang perempuan?”

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Hanya menebak.”

“Lalu apa yang membuatmu seperti ini? Apa karena gadis itu?”

“Ne? Mollayo. Mungkin saja.”

“Aish! Sepertinya akan ada korban baru.”

“Ya! Apa maksudmu?”

“Pikirkan saja sendiri. Sudah aku mau masuk dulu, PR-ku banyak!”

Aku duduk di tempat tidur. Entah kenapa pikiranku malah menjalar kemana-mana. Dan tiba-tiba saja aku teringat pada Kyu Hyun yang pulang sambil tersenyum tadi. Apa hebatnya sih gadis itu sampai membuat Kyu Hyun menjadi seperti itu. Tidak biasanya dia sesenang ini dikarenakan oleh seorang gadis. Dengan kekasih-kekasihnya yang lama juga biasa saja. Semoga gadis itu tidak membawa pengaruh buruk untukku.

Aku mengerjakan semua PR-ku. begitu selesai aku langsung keluar kamar dan mendapati Kyu yang sedang duduk di sofa menghadap laptop. Aku menghampirinya lalu duduk di sampingnya.

“Siapa namanya?”

“Ne?”

“Nama gadis yang kau jemput tadi sore.”

“Oh. Hae Won. Choi Hae Won.”

“Seperti apa dirinya?”

“Hm… Tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.”

“Cih! Paling juga sama dengan kekasih-kekasihmu yang sebelumnya.”

“Tentu saja berbeda!”

“Tapi tetap saja akhirnya juga akan sama.”

“Kau kan belum pernah bertemu dengannya?”

“Sekalipun pernah aku yakin pendapatku tidak akan berubah. Siapapun kekasihmu.”

“Dasar! My little pig!”

…pov end…


…Cho Kyu Hyun pov…

Sudah dua hari aku tidak bertemu dengan Hae Won. Andai saja Si Won hyung meneleponku lalu meminta bantuanku lagi. Eh! Apa yang kupikirkan? Apa aku memang benar-benar tertarik dengan gadis itu?

Tiba-tiba handphoneku bergetar. Panggilan masuk dari… CHOI SI WON???

“Yeoboseyo, hyung.”

“Kyu ah~ apa kau sedang sibuk?”

“Aniyo. Aku baru saja akan istirahat untuk makan siang.”

“Bisa kita bertemu? Sekalian makan siang bersama saja.”

“Oh, tentu saja. Dimana?”

“Di café dekat kantorku saja ya?”

“Baiklah, aku akan segera ke sana.”

“Aku tunggu.”

Aku menyambar kunci mobilku lalu bergegas menuju tempat yang sudah ditentukan. Entah kenapa aku merasakan sesuatu yang berbeda. Sepertinya akan terjadi sesuatu yang menyenangkan.

Sesampainya di café yang Si Won hyung maksud, aku langsung mencarinya. Tapi bukannya Si Won hyung yang aku lihat melainkan gadis itu. Aku melihat Hae Won duduk seorang diri, sepertinya juga sedang menunggu seseorang.

Aku memutuskan untuk menghampirinya. Sepertinya ia tidak sadar akan keberadaanku. Dia baru menyadari saat aku sudah duduk di hadapannya.

“Oh, Kyu Hyun ssi? Tidak menyangka bisa bertemu kembali di sini.”

“Ne. Sedang menunggu seseorang?”

“Aku sedang menunggu oppa-ku. Kau sendiri?”

“Oppa-mu? Aku kemari juga karena dia ingin bertemu denganku.”

“Jinjjayo? Jadi Si Won oppa mengajak kita berdua? Tapi kenapa dia belum datang juga ya?”

“Ini semua ulahnya!” seru kami bersamaan sesaat kemudian, setelah kami menyadari bahwa ini semua merupakan rencana dari Si Won hyung.

“Aish! Sebenarnya apa sih maunya oppa itu? Menyebalkan sekali!”

“Ya! Apa kau sebegitu tak sukanya padaku?”

“Mwo? Aniyo… Bukan begitu maksudku, Kyu Hyun ssi. Kau jangan salah paham.”

“Mianhae. Hanya saja aku tak suka cara oppa-ku mendekatkan kita.”

“Ne??? Mendekatkan kita?”

Dia mengangguk sekilas. Melihat ekspresinya sungguh membuatku gemas. Dengan ekspresinya saat ini, dia lebih cocok duduk di bangku SMA. Refleks aku mengacak rambutnya pelan. Tapi sepertinya tindakanku gegabah. Ekspresinya langsung berubah menjadi kaget. Aigo! Apa yang sudah aku lakukan?

“Mian. Aku tak bermaksud. Aku hanya gemas melihatmu tadi. Sama gemasnya saat melihat Yeon ngambek.”

“Yeon?”

“Ne, Yeon Hae. Adik perempuanku.”

“Kau punya adik perempuan? Dia seumuran denganku?”

“Dia lebih muda darimu. Dia masih SMA saat ini.”

“Oh, pasti menyenangkan memiliki oppa sepertimu.”

“Mwo?”

“Aniyo…”

“Sekali lagi, mianhae.”

“Ne. Gwaenchana, Kyu Hyun ssi.”

“Boleh aku minta tolong sesuatu?”

“Tentu. Katakan saja.”

“Bisakah kau berhenti memanggilku secara formal begitu?”

“Lalu? Bagaimana aku harus memanggilmu?”

“Panggil saja aku oppa. Bagaimana?”

“Tak masalah. Kalau kau memang tak keberatan aku akan memanggilmu oppa.”

“Dengan senang hati Hae Won ah~. Oh, bolehkan aku memanggilmu begitu?”

“Tentu saja, oppa…”

…pov end…


– – – To Be Continue – – –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s