[Songfic] I Wanna Go Home

Aku dataaaang… Adakah yang merindukanku??? Aku masih dalam masa hiatus nih… Hiatus post FF maksudnya, soalnya aku masih dalam proses penggarapan Mini series aku yang ketiga itu. Hehehe.

Puji Tuhan deh, aku sempet bikin FF ini. Coz feel-ku beneran lagi ke Kyu nih. Hehehe.

Oh ya, masih pada inget ga sama songfic pertama aku? Nah, ini kelanjutannya. Cuman bedanya, kalau dulu pake Kyu Hyun PoV kali ini pake Hae Won PoV…

Oke deh… Semoga tidak mengecewakan ya? Tunggu FF selanjutnya, kali aja masih sempet bikin yang lain lagi setelah ini. *kabur*

Don’t forget to leave your comment or thumb! Thank you… ^_^

♥   ♥   ♥   ♥   ♥   ♥   ♥

Title : I Wanna Go Home

Author : neys

CAST

Cho Kyu Hyun ♥ Choi Hae Won (Jennifer)

Song : Michael Buble – Home

Another summer day…

Has come and gone away…

In Paris and Rome…

But I wanna go home…

“Jen!” aku menoleh ke arah suara yang memanggilku tersebut.

“Mike! Ada apa?”

“Sebentar lagi kita harus bersiap untuk terbang ke Roma. Barang-barangmu sudah siap kan?”

“Of course. Thank you, Mike.”

Musim panas kali ini lagi-lagi harus kulalui sendiri. Tahun lalu, lagi-lagi aku tidak bisa pulang ke Seoul. Dan lagi-lagi aku mengecewakan seseorang.

Hari demi hari aku lalui begitu saja. Bertolak dari Paris ke Roma, juga New York. Berkutat pada tiga tempat ini karena universitasku di New York bekerja sama dengan hotel yang ada di Paris dan Roma.

Seharusnya ini menjadi sesuatu yang menyenangkan. Bisa singgah di dua tempat yang menakjubkan seperti Paris dan Roma, tapi akan lebih menyenangkan andai dia ada di sini bersamaku.

Aku ingin pulang. Aku ingin kembali ke Seoul. Aku merindukannya. Aku merindukan semua yang ada di Seoul.

 

May be surrounded by…

A million people I…

Still feel all alone…

I just wanna go home…

Hari ini akan diadakan acara besar di hotel ini. Salah satu hotel berkelas di Roma. Dan lagi-lagi aku yang bertanggung jawab mengurus semua. Aku tidak menyangka jurusan perhotelan kian berat saja.

Aku bahkan hampir tidak memiliki waktu untuk diriku sendiri. Terlalu sibuk mengurusi banyak hal. Ada banyak orang di sekitarku tapi aku merasa sendirian. Tidak ada seorangpun yang benar-benar kukenal di tempat ini.

“Yeoboseyo…” aku mengangkat telepon, berbicara melalui earphone karena aku terlalu repot untuk memegang handphone.

“Baby…”

“Oh, Kyu ah~… Ya! Kau letakkan barang itu di sebelah sana saja.”

“Kau sibuk, baby?”

“Ah, ne… Nanti siang akan ada acara besar di hotel dan lagi-lagi aku yang bertanggung jawab.”

“Jangan terlalu lelah. Aku tidak ingin kau sakit.”

“Ara… Kau tenang saja. Aku akan menjaga kesehatanku untukmu.”

“Baguslah. Aku tutup dulu saja ya? Take care, baby… Saranghae…”

“Ne, na do saranghae…”

See? Aku bahkan tidak punya cukup waktu untuk sekedar melepas rindu dengan kekasihku sendiri.

 

Oh, I miss you, you know…

Acara sedang berlangsung. Aku memilih untuk duduk di belakang panggung. Menikmati kesendirian. Dan tiba-tiba saja aku teringat pada seseorang. Seseorang yang membuatku merasa sangat bersalah padanya.

Aku mengambil handphone-ku. Menekan speed dial 1. Lalu menempelkannya pada telingaku. Nada sambung yang kedua membuatku teringat! Sekarang pukul satu siang. Itu artinya di korea sudah dini hari. Aku langsung menekan tombol merah di handphone-ku sebelum aku berhasil membangunkan Kyu.

Tapi sepertinya terlambat. Tak lama handphone-ku bergetar, layarnya menyala menampakkan nama seseorang yang baru saja kutelepon.

“Kyu ah~ mianhae… Aku membangunkanmu ya?”

“Gwaenchana… Aku senang kau meneleponku… Sedang tidak sibuk ya?”

“Ne. Acara sedang berlangsung. Dan aku punya sedikit waktu untuk beristirahat. Setidaknya sebelum aku harus kembali mengurusi konsumsinya sebentar lagi.”

“Kau pasti lelah ya?”

“Sedikit. Tapi suaramu berhasil memberiku semangat ekstra.”

“Aku merindukanmu, Kyu…”

“Aku lebih merindukanmu, baby…”

“Mianhae… Lagi-lagi aku tidak bisa pulang saat liburan kemarin. Aku tidak menyangka jurusan yang aku pilih ini bisa membuatku sesibuk ini.”

“Saat kau sudah menikah denganku, jangan terlalu sibuk ya?”

“Kyu?”

“Aku serius, baby…”

“Gogjongma, Kyu ah~”

“Kapan kau pulang?”

“Mollayo… Tapi tak lama lagi aku akan lulus bukan? Aku akan segera pulang, Kyu…”

“Jangan menerima tawaran pekerjaan apapun. Kau sudah tidak pulang ke Seoul selama beberapa tahun.”

“Arasho. Aku akan segera pulang setelah lulus nanti.”

“Baby… Aku punya satu permintaan.”

“Apa?”

“Panggil aku baby… Sama seperti aku memanggilmu… Baby…”

 

And I’ve been keeping all letters that I wrote to you…

Each one a line or two…

“I’m fine baby, how are you?”

Well I would send them but I know that’s just not enough…

My words were cold and flat…

And you deserve more than that…

Aish! Apa-apaan ini! Kenapa semakin hari kegiatanku semakin banyak? Ini sudah melewati batas. Aku benar-benar lelah. Aku bahkan sudah seminggu tidak mendengar suara Kyu. 3 hari juga aku belum membalas pesannya. Oh aku benar-benar kekasih yang sangat jahat.

Dia selalu menanyakan kabarku. Apa saja kegiatanku. Bagaimana hari-hariku. Tapi apa yang aku lakukan untuknya? Tidak ada. Aku benar-benar merasa bersalah.

Tanpa menghabiskan makan siangku, aku mengambil handphone-ku lalu mengetik sebuah pesan.

To : BabyKyu ♥
I’m fine baby, how are you?

From : BabyKyu ♥
Akhirnya kau membalas pesanku. Aku lega kalau kau baik-baik saja. Sesibuk apapun dirimu, jaga kesehatanmu. Jangan lupa makan. Tidak apa tidak membalas pesanku asal kau baik-baik saja di sana.

To : BabyKyu ♥
Mianhae, baby… Jeongmal mianhaeyo…


Kyu… Kenapa kau demikian baiknya padaku? Aku sudah berlaku jahat padamu, tapi kau masih sangat memperhatikanku. Padahal aku tahu benar, kau pantas mendapatkan lebih dari apa yang selama ini aku berikan padamu. Saranghae, baby…

 

Another aeroplane…

Another sunny place…

I’m lucky, I know…

But I wanna go home…

I’ve got to go home…

Perjalanan lagi… Berada dalam pesawat lagi… Kalau saja waktuku selama di perjalanan ini bisa kugunakan untuk berbincang dengan Kyu. Sayang sekali itu tidak mungkin aku lakukan.

Aku tahu, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama denganku. Aku tahu aku beruntung aku bisa mendapatkan semua ini. Menuntut ilmu di luar negeri, di sebuah universitas ternama di New York. Serta berkesempatan untuk terjun langsung di tempat yang sungguh tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Aku tahu semua itu.

Tapi sungguh, aku benar-benar ingin pulang sebentar saja. Aku harus pulang.

Let me go home…

I’m just too far from where you are…

I wanna come home…

New York. Di sinilah aku sekarang. Di dalam kamar menatap layer handphone. Sudah terlambat untuk menghubunginya. Sekarang di Korea masih subuh. Aku tidak mau mengganggu tidurnya. Lelah. Jujur aku sangat lelah. Badanku rasanya remuk.

Aku merindukanmu, Kyu… Hanya saja keberadaanku saat ini sangat jauh dari tempatmu berada. Terlalu jauh. Kalau saja aku punya pintu kemana saja milik Doraemon.

Argh! Lama-lama aku bisa jadi gila. Sudah sangat lama sejak terakhir aku melihatnya. Sejak dia mengunjungiku di sini.

To : BabyKyu ♥
Aku merindukanmu… Aku ingin pulang…

 

And I feel just like I’m living someone else’s life…

It’s like I just stepped outside…

When everything was going right…

And I know just why you could not…

Come along with me…

‘Cause this was not your dream…

But you always believed in me…

Dan pada akhirnya tubuhku tak sanggup lagi. Terbaring tak berdaya di dalam kamar apartment-ku. Diam di tempat tidur seperti ini membuatku berpikir, apakah memang ini yang aku inginkan? Tapi kenapa aku malah merasa tidak nyaman dengan semua ini? Aku merasa seolah-olah menjadi orang lain saat ini. Keluar lintasan dari diriku yang sesungguhnya.

Aku teringat saat-saat di mana aku memutuskan untuk mengambil beasiswa ini. Saat di mana kau harus merelakanku untuk pergi jauh dari sisimu. Tapi tak lupa menitipkan kepercayaanmu yang begitu besar padaku. Kau percaya aku akan berhasil. Kau percaya aku akan baik-baik saja. Dan kau percaya bahwa aku tidak akan mengkhianatimu.

~flashback~

“Aku akan menerima beasiswa ini, Kyu…”

“Kau yakin? Tidak bisakah kau meneruskan kuliahmu di Korea saja?”

“Aku tidak bisa, Kyu. Kau tahu bukan bahwa aku sudah mengincar beasiswa ini dari dulu? Kalaupun aku tidak mendapatkan beasiswa ini, aku akan tetap meminta kepada appa supaya aku bisa kuliah di sana.”

“Pergilah…”

“Apa kau mau jika aku memintamu untuk kuliah di sana juga?”

“Mianhae, baby… Aku tak bisa… Aku tak mungkin meninggalkan eomma sendiri dalam keadaannya yang sekarang. Kau tahu kan eomma sering sakit akhir-akhir ini.”

“Ne, arasho. Sekalipun kita jauh, hatiku tetap untukmu.”

“Aku tahu. Aku percaya padamu.”

~flashback end~

 

Another winter day has come…

And gone away…

In Paris and Rome…

And I wanna go home…

Let me go home…

Aku memeluk tubuhku sendiri. Dingin. Mantel yang aku gunakan tak mampu menyembunyikan dingin yang teramat sangat di Paris ini.

Ini akan menjadi yang terakhir kalinya aku berada di Paris. Sekarang aku sedang menyelesaikan proyek terakhirku di sini, setelah sebelumnya aku mengerjakan sebuah proyek di Roma.

Aku memandang menara Eiffel didepanku. Suatu saat nanti, aku harus kembali ke tempat ini. Harus. Bersama Kyu Hyun tentunya.

“Baby… Maaf meneleponmu malam-malam. Apa kau tahu aku sedang berada di mana saat ini?”

“Eopsoyo…”

“Aku sedang ada di Paris. Tepatnya di depan menara Eiffel.”

“Jinjjayo? Kau pernah berjanji untuk ke sana bersamaku kan? Kenapa datang duluan?”

“Mianhae. Tapi aku berjanji, suatu saat kita berdua akan ke tempat ini. Menepati janjiku padamu dulu.”

“Bagaimana proyekmu?”

“Sudah hampir selesai.”

“Aku sangat senang mendengarnya.”

“Aku juga sangat senang mengatakannya.”

“Pulanglah…”

“Secepatnya, baby…”

 

Let me go home…

I’ve had my run…

Baby, I’m done…

I gotta go home…

Let me go home…

It will all be all right…

I’ll be home tonight…

I’m coming back home…

Proyekku sudah selesai. Semua berjalan dengan lancar. Aku berhasil menyelesaikan kuliahku lebih cepat dari perkiraanku. Adakah pengaruh rindu akan rumah? Sepertinya iya…

Semua proses kelulusan sudah kuselesaikan. Wisuda masih akan berlangsung sekitar satu bulan lagi. Aku putuskan untuk pulang terlebih dulu ke Seoul. Dan akan membawa serta kelurgaku dan Kyu juga eomma-nya saat upacara kelulusanku nanti.

Kyu… I’m done… Aku akan pulang sekarang… Malam ini juga…

 

*Incheon International Airport*

Aku melangkahkan kakiku dengan hati berbunga-bunga. Akhirnya aku kembali menginjakkan kakiku di Korea setelah lebih dari tiga tahun aku tinggalkan.

Senyum tidak pernah hilang dari wajahku. Aku benar-benar sangat bahagia. Pulang ke Negara sendiri. Bertemu dengan keluarga, teman-teman dan Kyu pastinya.

Aku masih kebingungan mencari seseorang. Dia berjanji akan menjemputku. Tapi di mana? Kenapa aku belum juga melihatnya dari tadi? Aish!

Tiba-tiba pandanganku menjadi gelap. Seseorang telah menutup mataku dengan kedua tangannya. Dan tanpa perlu waktu lama, aku segera menyadari siapa pemilik tangan ini.

“Baby…” ucapku sambil melepaskan tangannya lalu berbalik ke arahnya.

Ya Tuhan! Aku sangat merindukannya!

Kyu langsung merengkuhku ke dalam pelukannya. Aku merindukan pelukan ini. Salah! Aku merindukan semua yang ada pada dirinya juga apapun yang berkaitan dengannya.

“Baby… Welcome home…”

 

.F.I.N.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s