[Series] Our Memories – Part 4

Pertama-tama mari kita ucapkan selamat buat uri saranghaneun Cho Kyu Hyun…

Saeng il chukahamnida, oppa!!! Hehehe…

Lanjuuut…

Yeay!!! Kelar juga part yang satu ini. Setelah sebelumnya berhasil menunda kemunculan part 3, coz ide mampet di part 4. hehehe. Cari inspirasi sana sini dulu dan akhirnya tuntas juga. *apasih*

Oh ya, buat para readers-ku tercinta… Kalau ada kritik n saran jangan sungkan-sungkan buat bilang ke aku ya? Karena itu bakal sangat ngebantu. Okay?

Don’t forget to leave your comment or thumb… Thank you…

Selamat membaca, kawan!!! ^_^

= = = = = = =

Title : Our Memories

Author : neys

CAST

Lee Hong Ki (FT Island)

Choi Jong Hun (FT Island)

Lee Jae Jin (FT Island)

Choi Min Hwan (FT Island)

Song Seung Hyun (FT Island)

Oh Won Bin (Ex FT Island)

Choi Min Hae

Choi Hye Jin

Choi Soo Hyun


_Choi Hye Jin PoV_

Hari ini aku berangkat ke kampus bersama dengan Jong Hun oppa. Entah kenapa dia ingin ikut ke kampus bersamaku.

Sesampainya di kampus aku melihat Min Hae bersama dengan Lee Hong Ki, pria yang baru aku kenal beberapa waktu yang lalu. Sebenarnya siapa dia? Dan saat aku menoleh ke arah oppa, aku mendapati ia juga tengah memandang mereka dengan tatapan yang sama.

“Min Hae!” ia menoleh padaku dan menyuruhku menghampirinya.

Aku dan Jong Hun oppa berjalan menghampirinya.

“Nuguseyo?” tanya oppa-ku pada Min Hae.

“Ne? Oh, kenalkan ini temanku Hong Ki.”

Pria yang bernama Hong Ki ini mengulurkan tangannya pada oppa.

“Choi Jong Hun imnida.”

“Manasseo banggawoyo.” Ucap mereka berdua bersama-sama.

“Hm… Aku tinggal dulu ya, aku mau melukis. Oppa, kau mau ikut denganku atau kutinggal bersama Min Hae?”

“Aku di sini saja.”

“Baiklah. Kalau ada perlu sesuatu hubungi saja aku.”

“Arasseo.”

“Annyeong!” ucapku sambil membungkukkan badan pada mereka bertiga.

Aku melangkahkan kakiku ke tempat yang sama seperti hari-hari kemarin. Mengeluarkan buku gambar dan pensil yang selalu kugunakan untuk menggambar.

Tanganku terhenti saat aku mendengar derap langkah seseorang mendekat ke arahku. Aku mendongakkan kepalaku dan mendapati pria yang sama dengan yang kemarin.

“Annyeong!” sapanya.

“Annyeong!” aku membalas sapaannya.

“Aku lihat tadi kau sempat bertemu dengan kakakku ya?”

“Ne? Kakakmu? Nuguya?”

“Lee Hong Ki.”

“Oh, jadi dia kakakmu? Aniyo, aku baru mengenalnya tadi pagi. Temanku yang memperkenalkannya padaku.”

“Maksudmu gadis yang satu-nya itu?”

“Ne.”

“Kau tahu apa hubungan mereka?”

“Ne? Setahuku hanya teman biasa. Waeyo?”

“Ani. Aku hanya merasa hyung sangat perhatian pada gadis tersebut.”

“Jinjja? Maksudmu, hyung-mu itu menyukai Min Hae?”

“Min Hae? Jadi namanya Min Hae. Hm… Entahlah aku juga tidak tahu. Mungkin saja.”

Aku hanya mengangguk kecil menanggapi perkataannya. Setelah itu kami berdua sama-sama terdiam. Cukup lama.

“Kau sepertinya selalu sendirian?” dia kembali bertanya padaku.

“Maksudmu?”

“Ya, sepertinya kau seseorang yang suka menyendiri. Kau punya teman tapi terkadang kau bisa terhanyut dalam duniamu sendiri. Ya kira-kira seperti itulah.”

“Ne. Kau benar.”

“Tapi aku tahu kau sebenarnya bukan orang yang sombong dan tidak bermaksud menutup diri.”

Aku tersenyum. Bagaimana dia bisa mengenal kepribadianku secepat ini? Menarik juga. Aku malah senyum-senyum sendiri.

_PoV end_


_Choi Min Hae PoV_

Aku, Jong Hun oppa dan Hong Ki sedang duduk di kantin. Aku tidak tahu mau membahas apa karena sepertinya tidak ada topic yang cocok untuk dibahas bertiga.

Tiba-tiba seorang gadis yang kukenal sebagai mahasiswi yang paling terkenal di kampus ini. Dia langsung duduk di sebelah Hong Ki.

“Oppa, aku bergabung dengan kalian ya?”

“Ne? Soo Hyun ah~ kenapa tiba-tiba muncul di sini?”

Mwo? Oppa? Kenapa Soo Hyun memanggilnya dengan sebutan oppa? Apa memang Hong Ki angkatan di atasku? Atau, dia kekasih Hong Ki makanya dia memanggil oppa?

“Soo Hyun ah~ kau mengenal Hong Ki?”

“Ya! Kenapa kau begitu tidak sopan? Dia ini kan sunbae kita.”

“Jeongmalyo? Oh, mianhae Hong Ki sunbae.”

“Kau panggil aku oppa saja.”

“Ne. Kau tidak bilang sih kalau kau sunbae-ku.”

“Kau tidak bertanya, lagipula aku nyaman-nyaman saja kau langsung memanggilku dengan namaku saja. Hehehe.”

“Dia namjachingu-mu?” tanya Soo Hyun padaku, tapi tatapan matanya tertuju pada Jong Hun yang sedang asik dengan minumannya.

“Aniyo.”

“Tapi kalian serasi.”

“Oppa, temani aku ke perpustakaan yuk!” ucap Soo Hyun pada Hong Ki.

“Ne. Arasseo.”

Hong Ki dan Soo Hyun pun akhirnya berlalu dari kantin. Aku menoleh pada Jong Hun yang masih asik dengan minumannya.

“Kau bosan ya, oppa?”

“Ne? Aniyo. Aku senang kok menemanimu.”

“Jinjja? Oh ya, ada perlu apa ke kampusku?”

“Hanya ingin menemanimu saja.”

“Kau tidak kembali melanjutkan kuliahmu, oppa?”

“Mungkin senin depan.”

“Hm… Lalu, bagaimana keadaanmu sekarang?”

“Masih sama. Tidak ada hal yang aku ingat. Oh ya, sepulang kau kuliah kita ke café remember lagi ya? Aku merasa nyaman saat berada di sana.”

“Ne.” jawabku sambil mengaduk-aduk minumanku.

“Oh ya, kau belum menceritakan bagaimana kita bertemu pertama kali. Karena aku dengar, aku mengenal dirimu bukan dari Hye Jin.”

“Ne. Bahkan aku mengenalmu lebih dulu. Karena aku baru bertemu dengan Hye Jin di kampus ini. Sementara aku bertemu denganmu saat hari kelulusan SMA”

“Jinjja? Ceritakanlah padaku.”

“Hari itu aku dan beberapa teman SMA-ku pergi ke café remember untuk merayakan kelulusan kami. Dan kami, yah seperti perayaan pada umumnya terlalu berisik. Dan sepertinya itu mengganggumu yang sedang mengerjakan tugas kuliah. Sampai akhirnya kau mendatangi meja kami dan berkata ‘Ya! Bisakah kalian tenang sedikit? Aku sedang mengerjakan tugasku. Kalian terlalu berisik.’ Dan mulai hari itu kita malah sering bertemu di situ dan semakin dekat.”

“Oh ya, ngomong-ngomong aku belum tahu kau mengambil jurusan apa di sini?”

“Aku mengambil jurusan yang sama dengan adikmu.”

“International Business Management?”

“Ne. Di hari pertama kuliah aku dan dia duduk bersebelahan saat di kelas, kami berkenalan lalu akhirnya  bersahabat sampai saat ini.”

“Oppa, sebentar lagi aku ada kelas. Bagaimana denganmu?”

“Aku akan menunggumu. Mungkin aku akan berkeliling kampus. Nanti saat kau sudah selesai, hubungi saja aku. Araji?”

“Baiklah kalau begitu. Aku tinggal dulu ya? Annyeong!”

Aku meninggalkan Jong Hun di kantin. Entah kenapa perasaanku tidak enak. Sepertinya akan ada hal buruk yang terjadi. Semoga firasatku ini salah.

_PoV end_


_Choi Jong Hun PoV_

Sepeninggal Min Hae aku berjalan mengelilingi kampus. Tiba-tiba ada seseorang yang menabrakku. Aku masih sadar saat tubuhku oleng dan kepalaku terantuk cukup keras. Setelah kemudian aku tidak tahu lagi apa yang terjadi padaku. Gelap.

Aku mengerjapkan mataku. Aku melihat sosok Hye Jin dan seorang gadis yang menurutku sangat manis, di sebelahnya. Mereka berdua nampak cemas. Apa yang terjadi denganku? Kenapa aku tak ingat penyebab kenapa aku bisa sampai seperti ini?

“Hye Jin ah~ apa yang terjadi padaku?”

“Oppa, kau benar tidak ingat? Kau tadi ditemukan pingsan di kampusku.”

“Kampusmu? Untuk apa aku berada di kampusmu?”

“Oppa???”

“Oh ya, bukankah aku ada janji dengan Tiffany?”

“Tiffany? Teman kuliahmu itu?”

“Iya. Aku kan berjanji untuk menemaninya jalan-jalan. Aish! Pasti aku sudah terlambat! Padahal aku juga sudah ada janji makan malam dengan Jessica.”

“Oppa, sebenarnya apa yang sedang kau bicarakan? Kenapa kau seolah kembali ke kepribadianmu yang lama?”

“Ne?”

“Sudahlah, lebih baik aku langsung bertanya pada dokter saja. Min Hae ah~ tolong temani oppa-ku dulu ya?”

“Ne.”

Gadis itu hanya diam saja. Ia duduk di sofa kamar-ku. Sebenarnya siapa dia? Aku rasa belum pernah mengenal gadis ini sebelumnya. Apa teman sekolah Hye Jin?

“Kau teman sekolah Hye Jin ya?”

Aku melihat ia mendongakkan kepalanya yang sedari tadi menunduk. Kedua mata-nya membulat, memperlihatkan ekspresi kaget.

“Kau melupakanku lagi, oppa?”

_PoV end_


_Choi Hye Jin PoV_

“Dalam istilah kedokteran ini biasa disebut dengan amnesia sebagian.” Jelas dokter itu saat kami berada di dalam ruangannya.

“Bagaimana mungkin? Bahkan oppa-ku baru saja amnesia karena kanker otak yang dideritanya.”

“Maksudmu dia baru saja operasi kanker otak?”

“Ne.”

“Aku tidak tahu. Kasus seperti ini memang sangat langka. Tapi seperti inilah kenyataannya. Kakakmu tidak lagi amnesia seluruhnya melainkan hanya sebagian.”

“Maksudnya?”

“Dia hanya mengingat kejadian yang lampau dan melupakan kejadian beberapa waktu belakangan. Aku tidak bisa memastikan jangka waktu ingatan yang dia lupakan. Mungkin kalian bisa mengetahui-nya nanti dari ingatannya sendiri.”

“Entah ini berita baik atau buruk. Tapi sepertinya ingatan oppa-ku kembali ke masa-nya yang menurutku kelam. Apa ingatannya bisa pulih kembali?”

“Tentu saja. Tapi jangan terlalu memaksakannya.”

“Ne. Arasseo. Gomawo, saya permisi dulu dok.”

>>>

Aku melangkahkan kakiku keluar ruangan dokter dengan gontai. Aku berjalan menuju taman yang ada di tengah rumah sakit. Aku tidak sanggup membayangkan bahwa ingatan oppa kembali ke masa-masa yang justru membuatnya terpuruk dalam kebiasaan-kebiasaan yang akhirnya berhasil ia rubah.

Ingatannya tidak sampai di masa ia telah mengenal Min Hae. Min Hae yang telah berhasil mengubah semua kebiasaan buruknya. Min Hae yang berhasil merubah oppa-ku menjadi sosok yang lebih baik bahkan tanpa Min Hae pernah tahu seperti apa oppa di masa lalu. Ya, Min Hae tak pernah tahu karena semenjak oppa bertemu dengan Min Hae dia berubah.

Aku juga tidak sanggup membayangkan bagaimana perasaan Min Hae. Ia sudah cukup terpukul bebrapa hari yang lalu, saat oppa tidak mengingatnya. Tapi kini, ini akan terasa lebih menyakitkan. Oppa tidak akan mengenalinya karena ingatannya kembali ke masa sebelum ia bertemu dengan Min Hae. Bagaimana aku harus menjelaskan pada Min Hae?

Aku terdiam beberapa saat di taman sampai akhirnya ada seseorang yang duduk di sampingku. Aku menoleh. Min Hae.

“Min Hae?”

Ia tersenyum padaku. Senyum yang tampak sangat dipaksakan.

“Dia kembali melupakanku.” Ucapnya sambil menatap langit. Sepertinya berusaha menahan tangis.

“Min Hae ah~ apa yang terjadi saat kalian berdua di kamar?”

“Tidak ada. Yang aku tahu, dia kembali tak mengenaliku. Mungkin aku dan dia memang tidak seharusnya bertemu. Itu sebabnya ia selalu melupakanku.”

“Min Hae ah~.”

“Jeongmal gwaenchanayo Hye Jin ah~. Aku pulang dulu ya?”

Ia langsung melangkah pergi. Min Hae ah~ apa yang harus aku lakukan?

_PoV end_


_Choi Min Hae PoV_

“Kau teman sekolah Hye Jin ya?”

Mendengar pertanyaannya aku langsung mendongakkan kepalaku. Menatapnya dengan kedua mataku yang membulat karena kaget.

“Kau melupakanku lagi, oppa?”

“Ne? Lagi? Maksudmu?”

“Eh, aniyo. Ne, aku memang teman Hye Jin. Mian, aku tidak bisa menemanimu. Aku pulang dulu, semoga kau cepat sembuh. Annyeong!”

Aku membungkukkan badanku lalu bergegas keluar. Aku berniat langsung pulang tapi kemudian aku melihat Hye Jin duduk di taman rumah sakit. Aku menghampirinya.

“Min Hae?” sapanya. Sepertinya ia sedikit kaget mendapati aku yang tengah duduk disampingnya.

Aku tersenyum padanya. Meski jujur, ini sangat kupaksakan. Karena aku benar-benar tidak sedang ingin tersenyum.

“Dia kembali melupakanku.” Ucapku sambil menahan tangis.

“Min Hae ah~ apa yang terjadi saat kalian berdua di kamar?”

“Tidak ada. Yang aku tahu hanya dia kembali tak mengenaliku. Mungkin aku dan dia memang tidak seharusnya bertemu. Itu sebabnya ia selalu melupakanku.”

“Min Hae ah~.”

“Jeongmal gwaenchanayo Hye Jin ah~. Aku pulang dulu ya?”

Aku tidak mendengar jawabannya. Aku langsung bergegas pergi. Rasanya aku tak sanggup berlama-lama di sini.

Mungkin ini adalah akhir dari semua kisahku dengan Jong Hun oppa. Ia akan selalu melupakanku karena memang tidak ada yang patut diingat dari kami berdua. Dan sekarang, aku harus berusaha melupakannya juga. Aku harus meneruskan hidupku tanpa baying-bayangnya lagi. Hwaiting Min Hae ah~!!!

>>>

Aku duduk di kursi yang sama. Menatap minuman di depanku hampa. Aku bahkan belum meminumnya sama sekali. Eh, apa hari ini Hong Ki tidak datang?

“Apa kau mencariku?”

“Oppa! Ne, aku mencarimu. Biasanya kan selalu kesini.”

“Kau sedang ada masalah ya?”

“Bagaimana kau tahu?”

“Terlihat jelas dari wajahmu tahu!”

“Jinjja?”

“Coba ceritakan padaku. Mungkin ada yang bisa aku lakukan untukmu.”

“Ceritanya panjang, oppa.”

“Tidak apa-apa. Aku akan mendengarkannya.”

“Aku tidak tahu harus memulai dari mana. Satu yang pasti, seseorang yang sangat penting di hidupku pada kenyataannya tidak lagi mengingatku.”

“Waeyo?”

“Amnesia.”

“Suatu saat ingatannya akan pulih kan?”

“Entahlah. Aku sudah tidak terlalu memikirkannya sekarang.”

“Kau yakin?”

“Ne.”

“Tapi aku yakin suatu saat dia akan kembali mengingatmu karena dia tahu bahwa dirinya penting bagimu.”

Kami berdua terdiam beberapa saat sampai akhirnya aku teringat sesuatu.

“Oh ya, kau mengenal Soo Hyun, oppa?”

“Ne. Saat aku sedang mengurusi kuliahku di sekretariat dia ada di sana.”

“Aku rasa dia menyukaimu.”

“Mwo???”

“Hahaha. Tidak usah kaget begitu.”

“Aish!”

_PoV end_


_Choi Min Hwan PoV_

Aish! Kenapa noona belum pulang juga? Ini sudah satu jam lebih dari biasanya. Handphone-nya juga tidak aktif. Apa aku harus menjemputnya ke café itu?

Aku mengambil jacket-ku lalu keluar, mengunci pintu lalu bergegas ke café yang sering dikunjungi noona.

Setelah sampai di sana aku kaget karena aku melihat seseorang yang aku kenal tengah mengintip ke dalam tapi seolah tak ingin terlihat. Tak salah lagi itu Soo Hyun noona. Sebenarnya apa yang ia lihat? Aku mengikuti arah pandangnya. Dan pandanganku terhenti pada Min Hae noona dan Hong Ki hyung. Sebenarnya apa yang hendak Soo Hyun noona lakukan? Rival? Apa ini ada hubungannya dengan Hong Ki hyung?

Aku berjalan mendekati Soo Hyun noona secara diam-diam. Saat aku sudah berada di sampingnya, aku menepuk pundaknya.

“Ya! apa yang sedang kau lakukan?” ucapku pada Soo Hyun noona.

Ia menoleh padaku dan langsung membungkam mulutku dengan tangannya. Aku melepaskan tangannya.

“Ya! Kenapa kau membekapku, noona?”

“Jangan berisik! Nanti mereka tahu aku ada di sini?”

“Nuguya? Noona-ku dan Hong Ki hyung maksudmu?”

Ia mengangguk tapi tatapannya kini kembali ke arah dimana noona-ku duduk.

“Kenapa tidak ikut masuk saja sih? Dasar yeoja aneh!”

“Ya? Apa kau bilang?”

“Kau itu yeoja aneh! Masa mengintip teman kuliah sendiri. Bukankah akan lebih menyenangkan jika ikut bergabung?”

“Aish! Dasar anak kecil, tahu apa kau?”

“Ya! aku bukan anak kecil! Umurku dan umurmu bahkan hanya berbeda satu tahun.”

“Ah sudah diamlah!” ucapnya lalu kembali menatap ke dalam tapi tak lama kemudian ia kembali memandangku.

“Waeyo?”

“Mereka sudah hilang tahu!” ucapnya sambil menjitak kepalaku.

“Ya! Berani sekali kau, noona!”

“Apa yang kalian lakukan disini?” aku menoleh ke belakang dan mendapati Min Hae noona dan Hong Ki hyung tengah berdiri di hadapanku.

“Aku… Aku berniat untuk menjemput noona yang tak kunjung pulang. Aku khawatir padamu karena kau pulang terlambat dan handphone-mu tidak bisa kuhubungi.”

“Mian, handphone-ku lowbat.”

“Lalu? Kenapa kau tidak masuk?” Hong Ki hyung bertanya padaku.

“Itu karena saat aku sampai di sini aku melihat Soo Hyun noona yang sedang… Auw!” ucapanku terhenti dan berubah menjadi rintihan. Itu karena Soo Hyun noona menginjak kaki-ku. Sepertinya aku paham dengan tindakannya ini.

“Hm… Hyung, bisa kau antar noona pulang?”

“Pasti.”

“Gomawo. Mohon bantuannya ya karena aku masih ada urusan dengan Soo Hyun noona.” Ucapku sambil meletakkan tanganku di pundaknya. Dan saat aku menoleh padanya ia menyambutku dengan tatapan membunuhnya.

“Kau jangan pulang malam-malam.”

“Arasseo, noona.”

Mereka pun berlalu dari hadapanku. Soo Hyun noona langsung melepaskan tanganku yang masih berada di pundaknya.

“Ya! Apa yang kau lakukan?”

“Eopso!” ucapku sambil menaikkan kedua bahu-ku. Tentu saja dengan wajah innocent-ku.

Aku berjalan meninggalkannya di belakang. Sepertinya ia mengikuti aku.

“Ya! Tunggu aku!”

– – – To be continue – – –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s