[Series] Star Of Love – Part 9 (End)

Whoah!!! Finally kelar juga ni FF. Last part yang bener-bener berat. Susah banget nyeleseinnya. Mood dan feel menghilang tanpa jejak. Setiap di depan kompi kayak kehilangan kata-kata, ga tau apa yang mau diketik.

Mian ya kalo lama. Apa ada yang menantikan last part ini??? Oh ya, mian lagi kalo misalnya ceritanya tidak sesuai harapan. Soalnya aku ngerasa part ini udah ga ada emosinya lagi (apa karena udah endingnya ya???).

Don’t forget to leave your comment or thumb… Thank you…

Selamat membaca, kawan!!! ^_^

= = = = = = =

Title : Star of Love

Author : neys

CAST

Lee Dong Hae (Super Junior)

Choi Si Won (Super Junior)

Cho Kyu Hyun (Super Junior)

Park Jung Soo (Super Junior)

Park Jae Mi

Cho Yeon Hae

Yoon Ji Hyeon

Kim Chae Sun


_Kim Chae Sun PoV_

“Chae Sun ah~ awas!!!”

Tiba-tiba aku merasakan seseorang mendorongku dari belakang. Aku terjatuh ke pinggir jalan.

BRUK…

Aku menoleh ke belakang. Aku tidak menemukan Jae Mi. Yang aku lihat hanyalah sebuah sepeda motor yang tergeletak dan pengemudi-nya yang tersungkur di jalan. Aku berusaha mencari Jae Mi.

Aku menoleh ke kiri, dan aku melihatnya dalam keadaan yang mengenaskan. Ia tersungkur dalam keadaan tubuh yang bersimbah darah. Jae Mi baru saja menyelamatkan aku??? Ia bahkan terpental beberapa meter jauhnya.

Aku bergegas bangkit dan menghampirinya. Rupanya dia pingsan. Aku mengangkat kepalanya dan meletakkan kepalanya di tangan kiri-ku. Sementara tangan kananku menepuk pipi-nya sambil meneriakkan namanya.

“Bangunlah, Jae Mi. Jebal.”

Aku terus berteriak memanggil namanya. Sampai ada seseorang yang tiba-tiba menggendong tubuh Jae Mi. Aku menoleh. Dong Hae oppa.

“Kita harus segera membawanya ke rumah sakit.” Ucapnya padaku. Aku mengangguk dan mengikutinya. Aku bisa melihat betapa oppa sangat khawatir. Aku bisa melihat ia hampir menangis. Betapa besar cinta mereka berdua. Tega-nya aku masih dengan keegoisanku ingin memisahkan mereka. Aku jelas tahu bahwa satu-satunya gadis yang dicintai oppa adalah Jae Mi, tapi aku masih bersikeras untuk tetap di posisi ini. Haruskah aku melepasmu, oppa???

Oppa menggendong Jae Mi ke dalam mobilnya. Sementara yang lain, bergegas masuk ke dalam mobil masing-masing.

Saat ini kami sedang menunggu Jae Mi yang berada di ruang UGD. Apa keadaanya separah itu? Ini semua salahku! Aku menangis saat menyadari bahwa ia seperti ini karena ingin menyelamatkanku, gadis yang dengan tega mengambil kebahagiaannya.

“Chae Sun ah~ ada yang ingin aku bicarakan denganmu.”

“Ne, oppa. Aku juga.”

Aku dan oppa berjalan menuju kantin. Kami duduk berhadapan.

“Aku tidak bisa melanjutkan semua ini. Aku terlalu mencintai Jae Mi. Bahkan sampai saat ini rasa cintaku tidak berkurang sedikitpun. Aku benar-benar tidak bisa membuka hatiku untuk orang lain. Saat melihatnya tadi, hatiku rasanya benar-benar hancur. Aku juga tidak bisa terus-terusan hidup dalam kepura-puraan. Ragaku bersamamu tapi hatiku tidak. Bagaimana mungkin aku harus terus-terusan menyakiti perasaan kalian. Saat bersamamu yang ada di pikiranku adalah dia. Aku harap kau mengerti, Chae Sun ah~”

“Aku mengerti, oppa. Tadi juga aku sudah berpikir untuk melepaskanmu. Aku berhak mendapatkan pria yang juga mencintaiku.”

“Gomawo, Chae Sun ah~ aku percaya kau akan menemukan pria yang terbaik untukmu.”

“Ne, aku juga percaya. Chon maneyo.”

“Aku titip Jae Mi sebentar. Aku akan menemui appa-ku.”

“Kau tidak mau aku temani?”

“Tidak usah. Kau di sini saja. Aku pergi.”

_PoV end_


_Lee Dong Hae PoV_

Aku mengetuk pintu ruangan appa-ku. Tak lama terdengar suara dari dalam. Dia menyuruhku untuk langsung masuk. Aku pun duduk di hadapannya.

“Ada apa mencariku?”

“Aku tidak bisa melanjutkan pertunangan ini, appa. Aku tidak mencintai Chae Sun.”

“MWOYA? Tidak bisa. Kau harus tetap melanjutkan pertunangan ini. Cinta bisa datang seiring berjalannya waktu.”

“Appa salah. Aku sudah bersama-sama dengan Chae Sun selama 2 tahun tapi aku tidak merasakan cinta sama sekali. Aku mencintai orang lain appa. Aku harap kau bisa mengerti perasaanku.”

“Apa aku tidak salah dengar? Kau mencintai gadis lain? Nuguya?”

“Namanya Park Jae Mi. Dia adalah kekasihku sejak aku lulus SMP. 5 tahun yang lalu.”

“Rupanya kau sudah memiliki kekasih saat kujodohkan dengan Chae Sun. Arasseo. Tapi aku tidak perduli. Kau harus melanjutkannya dan menikah dengan Chae Sun.”

“Appa. Aku tidak mau. Yang aku cintai adalah Jae Mi, bukan Chae Sun. Kenapa kau terus memaksaku? Aku anakmu bukan? Kenapa kau tidak memikirkan kebahagiaanku sama sekali?”

“Terserah apa katamu. Justru karena appa menyayangimu makanya appa pilihkan gadis yang terbaik untukmu.”

“Tapi aku sudah mendapatkan yang terbaik untukku. Dia adalah Jae Mi.”

“Harus appa katakan berapa kali? Kau harus menikah dengan Chae Sun. Dia yang terbaik untukmu.”

“Aku tidak mau!”

“Kalau begitu, berhenti memanggilku appa. Anggap saja kau bukan anakku. Lupakan tentang warisan.”

“Aku tidak pernah berharap akan warisan.”

“Bagus kalau begitu. Silahkan keluar dari sini, anak muda.”

“Appa, aku sangat mencintainya. Tidakkah kau mengerti perasaanku?”

“Maaf. Kembalilah padaku saat kau sudah sadar akan perbuatanmu.”

“Appa…”

“Jangan memanggilku appa. KELUAR!!!”

“Baiklah kalau itu maumu, appa. Aku keluar. Aku yakin suatu saat kau akan mengerti apa yang aku rasakan. Aku menyayangimu, appa.”

Aku melangkah dengan berat. Sebesar inikah harga yang harus aku bayar untuk dapat bersatu lagi dengan Jae Mi. tapi aku benar-benar tidak sanggup untuk berpisah dengan Jae Mi. Melihatnya sakit dan menderita, sungguh hatiku benar-benar pedih.

>>>

“Bagaimana keadaan Jae Mi?” tanyaku pada Kyu saat aku sampai di depan UGD, sepertinya menungguku.

“Sudah lebih baik. Sekarang dia ada di ruang rawat. Kau baru menemui ahjussi, hyung?”

“Ne.”

“Lalu?”

“Kau pasti tahu kelanjutannya, kyu.”

“Aku yakin suatu saat ahjussi akan mengerti.”

“Aku juga. Gomawo, selama ini telah menjaga Jae Mi untukku.”

“Tidak perlu berterima kasih. Asal melihat Jae Mi bahagia saja, itu sudah cukup untukku. Sekarang aku harap kau benar-benar akan menjaga Jae Mi untuk seterusnya.”

“Ne. Mianhae, Kyu.” Aku memeluk dongsaeng-ku ini. Terima kasih kyu untuk semua pengorbananmu. Mulai detik ini aku yang akan senantiasa menjaga Jae Mi.

_PoV end_


_Cho Yeon Hae PoV_

KRIEK…

Aku melihat Dong Hae oppa masuk bersama dengan Kyu Hyun oppa. Dong Hae oppa langsung duduk di sebelah Jae Mi yang masih belum sadar, menggenggam jemari Jae Mi lalu menangis.

“Yeon ah~ ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.”

Aku pun mengangguk dan mengikutinya keluar dari kamar Jae Mi. Apa yang sebenarnya Jung Soo oppa ingin bicarakan denganku?

“Ada apa?” ucapku setelah menutup pintu kamar Jae Mi.

“Kita bicara di taman saja ya?”

>>>

“Aku tahu ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan semua ini padamu, Yeon. Tapi aku tidak ingin terlambat dan menyesali sesuatu yang belum sempat aku lakukan.”

“Oppa, bicaralah lebih simple. Aku benar-benar tidak paham.”

Dia hanya tertawa kecil mendengar perkataanku.

“Ya! Apa yang kau tertawakan?”

Dia menatapku lalu mengacak rambutku. “Kau benar-benar bodoh!”

Aku hanya memanyunkan bibirku. Dia kembali tertawa. Aku menoleh dan memandangnya tajam. Dia yang menyadari perubahan sikapku langsung berhenti tertawa.

“Mian, tapi melihatmu tadi benar-benar membuatku ingin tertawa.”

Tiba-tiba dia menggenggam jemariku.

“Aku tidak tahu mengapa dan sejak kapan rasa ini ada dalam diriku. Yang aku tahu saat aku bersama dengan dirimu aku merasa aman dan tenang. Aku tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain. Aku merasa sangat nyaman saat denganmu.”

“Malaikat tanpa sayap. Kau tahu kenapa aku mendapat julukan itu?”

“Karena pada hari kau dilahirkan hujan deras dan kata orang kalau ada bayi lahir saat hujan deras, Tuhan mengirimkan malaikat ke bumi sehingga Ia menangis.”

“Ya! Bagaimana kau bisa tahu?”

“Rahasia!”

“Baiklah. Terserah kau tahu darimana. Yang paling penting kini aku sudah menemukan sayapku.”

“Ne???”

“Kau adalah sayapku, Yeon.”

“Ne???”

“Ya! Kau ini benar-benar bodoh ya? Kau tidak mengerti maksudku?”

Aku menggeleng. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang sedang ia maksud.

“Kau adalah sayapku. Seorang malaikat akan lengkap jika ia memiliki sayap bukan? Begitu pula denganku. Aku baru akan lengkap jika kau bersamaku. Oleh karena itu, kau adalah sayapku. Sekarang kau mengerti?”

“Aku? Kenapa harus aku?”

“Ya! Cho Yeon Hae! Kenapa aku harus mencintai gadis sebodoh kau? Aku mencintaimu, itu sebabnya aku ingin kau selalu di sisiku. Menjadi sayapku.”

“Kau mencintaiku??? Kenapa tidak to the point saja sih? Kenapa harus memakai istilah sayap?”

“Karena aku seorang malaikat tanpa sayap.”

“Dasar aneh!”

“Ya! Aku baru saja mengungkapkan perasaanku padamu dan kau menjawabnya dengan mengataiku aneh? Tega sekali kau?”

“Aku kan belum menjawab apa-apa.”

“Untukmu.” Dia menyerahkan sebuah kotak padaku. Aku membukanya perlahan, aku melihat sebuah kalung berliontinkan salib. Tapi di kedua sisi salib tersebut terdapat sepasang sayap. Aku tertawa kecil memandang hadiah darinya ini.

“Kau benar-benar terobsesi untuk menjadi malaikat ya?”

“Kau sungguh merusak suasana, Yeon. Harusnya ini menjadi saat-saat yang romantis.”

“Hahaha. Mianhae.”

“Jadi?”

“Apa?”

“Ya! Cho Yeon Hae! Na reul saranghae…”

“Na ddo saranghae, oppa.” Ucapku sambil tersenyum.

Ia mengambil kalung dalam kotak yang masih kupegang ini lalu memakaikannya di leherku. Aku memandang liontin itu sekali lagi. Aku tidak menyangka bahwa dia benar-benar menjadi malaikatku saat ini. Aku akan selalu menjadi sayapmu, oppa.

_PoV end_


_Lee Dong Hae PoV_

Aku terbangun dari tidurku. Rupanya tadi malam aku tertidur di sebelah Jae Mi. Saat aku menoleh ke arah Jae Mi, aku melihat ia telah membuka matanya. Memandang lurus ke atas.

“Kau sudah sadar? Bagaimana? Apa masih terasa sakit?”

Ia menoleh padaku lalu menggeleng pelan. Ia menatapku beberapa saat lalu kembali menatap ke atas. Aku rasa ini bukan waktu yang tepat untuk membahas hubunganku dengannya. Yang terpenting saat ini adalah kesembuhannya.

Aku menggenggam jemarinya. Dan sepertinya ia sedikit kaget, ia langsung menoleh padaku dengan tatapan seolah menyuruhku untuk melepaskan tanganku dari tangannya. Tapi aku malah menggenggamnya lebih erat.

“Ijinkan aku seperti ini. Anggap saja ini dukungan dariku agar kau cepat sembuh.”

Dia hanya menatapku dengan tatapan tak mengerti. Kenapa kau diam saja Jae Mi? Katakan sesuatu padaku, aku merindukan suaramu.

KRIEK…

“Jae Mi ah~ kau sudah sadar?”

“Kyu oppa?” ucap Jae Mi sambil berusaha duduk. Aku pun bergegas membantunya.

“Kenapa kau bangun? Kalau kau masih sakit tidur saja.”

“Ani. Aku lelah tidur terus.”

“Hyung, kau tidak mau pulang dulu? Biar aku yang menjaga Jae Mi.”

“Aku…”

“Pulanglah, oppa. Aku tidak mau kau ikut sakit karena menjagaku. Aku baik-baik saja.”

“Ne. Aku pulang dulu. Semoga kau cepat sembuh.”

Several days later

Hari ini Jae Mi diperbolehkan untuk keluar dari rumah sakit. Tidak ada yang terlalu serius dengan lukanya. Memar-memar di tubuhnya juga berangsur-angsur sembuh.

Beberapa hari ini aku, Kyu Hyun dan Yeon Hae menjaganya secara bergantian. Orang tua Jae Mi sempat datang sekali kemarin. Mereka masih bersikap baik terhadapku, karena mereka berpikir bahwa hubunganku dengan Jae Mi baik-baik saja. Membuatku semakin merasa bersalah pada mereka.

Sementara Chae Sun. Dia sempat datang beberapa kali. Hubunganku dengannya juga masih baik. Rupanya dia telah memberitahukan tentang apa yang terjadi dengan kami berdua. Bedanya, appa-nya menerima keputusan Chae Sun.

Hubunganku dengan Jae Mi? Tidak ada yang bisa aku ceritakan. Selama beberapa hari menjaganya, ia seolah menjaga jarak dariku. Tidak terang-terangan menjauhiku memang, tapi aku bisa merasakannya.

“Kau sudah siap?”

“Ne. Kau yang akan mengantarku pulang? Dimana yang lain?”

“Mereka menunggu di apartment.”

>>>

“WELCOME HOME, Jae Mi ah~” ucap Yeon Hae, Kyu Hyun, Jung Soo, Si Won dan Ji Hyeon bersama-sama.

“Si Won oppa? Kau datang ke Jepang? Bahkan Ji Hyeon onnie juga. Gomawo.”

“Tentu. Aku begitu khawatir saat tahu kau kecelakaan. Apa Dong Hae tidak menjagamu dengan baik?”

“Ne???”

Aku melihat perubahan ekspresi Jae Mi saat mendengar pertanyaan Si Won.

“Sudahlah. Sekarang mari kita rayakan kepulanganmu. Bukankah semua sudah lengkap?” ucap Jung Soo sambil memeluk pundak Yeon Hae.

“Tunggu! Apa aku melewatkan sesuatu?”

“Melewatkan apa?”

“Yeon??? Kau tidak merasa berhutang cerita padaku? Sepertinya aku melihat sesuatu.”

“Hahaha. Benar, Yeon. Kau harus menceritakannya sebelum sahabatmu yang satu ini berubah geram.” Ucap Kyu.

“Oppa! Jae Mi ah~ mianhae, kau sedang sakit aku malah jadian dengan pria satu ini. Ini semua karena dia mengatakannya di saat yang tidak tepat.” Ucap Yeon sambil menunjuk Jung Soo yang berada di sebelahnya.

“Ooo, jadi sekarang statusmu sudah berubah? Hahaha. Tenanglah, aku merestui kalian. Tapi sebagai gantinya, kalian berhutang satu makan siang padaku.”

“Kau tenang saja. Aku akan mentraktir kalian semua. Karena sekarang aku sudah mendapatkan sayapku.”

“Ne? Dasar pasangan aneh!”

“Ayo makan!!!” Ji Hyeon memanggil kami semua lewat teriakannya itu. Kami semua pun berkumpul di ruang makan.

Jung Soo dan Yeon Hae mengambil tempat pertama. Kyu Hyun lalu duduk di sebelah Yeon Hae, diikuti dengan Jae Mi yang duduk di sebelah Kyu. Aku pun bergegas duduk di sebelah Jae Mi. Terakhir, Si Won dan Ji Hyeon duduk di sebelahku. Kami bertujuh duduk melingkar.

“Jal mogossoyo!!!“ Ucap kami bertujuh bersama-sama.

“Bagaimana appa-mu, hyung?” Tanya Kyu padaku. aku yakin ia sengaja menanyakan hal ini padaku. Ia ingin Jae Mi mengetahui keadaanku sekarang.

“Entahlah. Sepertinya dia benar-benar marah padaku. Sepertinya aku harus segera mencari pekerjaan karena aku harus segera mengembalikan apartment dan mobil.”

Jae Mi langsung menoleh padaku. Menatapku dengan tatapan tak mengerti dan seolah meminta penjelasan. Aku pun menoleh padanya lalu tersenyum.

“Aku baik-baik saja, Jae Mi ah~”

“Jeongmalyo? Lalu kenapa kau harus mengembalikan apartment dan mobilmu pada appa-mu? Kau tidak melakukan hal bodoh saat aku di rumah sakit kan, oppa?”

“Aniyo. Kau tenang saja. Aku merasa aku mengambil keputusan yang tepat.”

“Maksudmu?”

“Makanlah dulu. Aku akan menjelaskan semua padamu nanti.”

>>>

“Sekarang jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi selama aku berada di rumah sakit.” Ucap Jae Mi to the point saat kami sudah berada di balkon apartment-nya.

Aku terdiam beberapa saat. Dia terus memandangku.

“Pertunanganku dengan Chae Sun sudah berakhir.”

“MWO?”

“Ne, aku dan Chae Sun sepakat untuk mengakhiri ikatan pertunangan tersebut.”

“Aku tak mengerti kata-katamu, oppa.”

Aku merengkuh kedua pundaknya. Menatapnya dalam-dalam.

“Kenapa kau belum juga mengerti, Jae Mi ah~? Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Satu-satunya wanita yang ingin aku nikahi adalah kau. Aku akui, dulu aku benar-benar bodoh karena melepasmu, membiarkanmu pergi dari hidupku begitu saja. Tapi kini aku sadar, aku tidak bisa mencintai wanita lain lagi. Hatiku hanya milikmu seorang.”

“Kalau sebelumnya aku begitu pengecut. Tapi kecelakaan yang menimpamu menyadarkanku. Aku tidak akan menyerah pada keadaan. Aku rela kehilangan segalanya asalkan aku memilikimu di sisiku. Itu sudah lebih dari cukup.”

Aku menariknya ke dalam pelukanku. Ia membalas pelukanku.

“Mianhae, oppa. Apa aku membuatmu begitu menderita? Sekarang kau harus kehilangan, dan itu semua karena aku. Tidak seharusnya kau melakukan ini semua, oppa.”

Aku melepas pelukanku. Lalu menggeleng.

“Tidak. Ini adalah keputusan yang paling tepat. Harta benda tidak bisa dibandingkan denganmu.”

“Tapi aku juga merampas kebahagiaan appa-mu. Dia tidak ingin kau bersamaku. Aku tidak ingin hubungan kalian menjadi buruk seperti ini. Aku tahu kau sangat menyayangi appa-mu, oppa.”

“Dan aku percaya appa juga sangat menyayangiku. Maka dari itu aku yakin suatu saat dia akan mengerti. Dia akan mengerti bahwa kebahagiaan anaknya adalah bersama dengan seorang gadis bernama Park Jae Mi.”

Jae Mi tertawa kecil mendengar perkataanku.

“Kau benar-benar pandai menggombal, oppa. Aku juga berharap seperti itu, semoga appa-mu cepat mengerti bahwa seorang Lee Dong Hae tidak bisa hidup tanpa seorang Park Jae Mi. Hahaha.”

Mendengar perkataannya barusan membuatku gemas padanya. Aku mencubit pipi chubby-nya itu.

“Ya! Sakit tau!!!” ucapnya sambil balas mencubit pipiku. Aku melepaskan cubitanku dan langsung memeluknya.

“Saranghae, Jae Mi ah~”

“Na ddo saranghae, oppa.”

You only love

You are the only love that I can never give up
You only love

You talk about a separation that cannot even be explained
For a moment it hurts deep inside

Can’t you listen to any of my say in this?
You only love (my only love)

I can’t never give up (I can’t never know)

Have you choose to break up?
You only love

You are my everything

You only love my life
For a moment it hurts deep inside

Cant you listen to any of my say in this?
You only love (my only love)

I can’t never give up (I can’t never know)
Have you choose to break up?
You only love

You are my everything

You only love my life
Love that is only a short moment of happiness

Approaches more greatly (Just only everyday)
This frustration makes it more difficult

(Just only wonder my everything)
This frustration that is so familiar

The many days I have held you cried
In Your Eyes
You only love (my only love)

I can’t never give up
Have you choose to break up?

You only love

You are my everything

You only love my life
You only love my life

(DBSK – You Only Love)

 

Aku mendengar suara tawa dari belakangku. Aku melepas pelukanku. Sepertinya Jae Mi juga menyadarinya. Aku dan Jae Mi menoleh bersama-sama. Kami melihat Kyu Hyun, Yeon Hae, Jung Soo, Si Won dan Ji Hyeon yang tertawa.

“Ya! Apa yang kalian lakukan!” ucapku.

Aku dan Jae Mi berlari ke arah mereka, tapi kemudian mereka semua berlari berhamburan. Jadilah, kami bertujuh berkejar-kejaran di dalam apartment sambil tertawa-tawa.

Gomawo Jae Mi ah~ sudah bersedia tersenyum lagi untukku dan bersedia kembali mempercayakan cintamu padaku. Kau akan selalu menjadi bintang di hatiku, bintang yang menyinari hari-hariku. Dan aku akan selalu menjadi seseorang yang kau cintai.

Aku adalah cinta dan kau adalah bintangku. Jadi, kau adalah bintang dari cinta.

Saranghae yeongwonhi Park Jae Mi, nae jagiya…

.F.I.N.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s