[Series] Star Of Love – Part 8

Sebenernya sih belum mau posting part ini. Tapi eh tapi, berhubung aku pengen cerita ini cepet kelar, supaya aku juga bisa bikin FF dengan judul baru, makanya aku putuskan untuk mati-matian berusaha nyelesein part ini.

Hahaha. Asli! Ini adalah part yang paling sulit soalnya aku sendiri ga tahu mau ngetik apa. Part ini juga part yang paling lama selesainya. Bener-bener bingung mau nyeritain apa. Jadi kalo misalnya part ini geje bin aneh plus singkat, mohon dimaklumi. Dengan sangat bersusah payah aku baru bisa menyelesaikan part yang satu ini.

Oh ya, next part aku prediksikan (ws koyok the master ae) bakal jadi last part. Tapi kayaknya masih agak lama selesainya. Mau tahun baru-an di gereja plus berkumpul bersama kawan-kawan tercinta. Halah2!

Don’t forget to leave your comment or thumb… Thank you…

Selamat membaca, kawan!!! ^_^

= = = = = = =

Title : Star of Love

Author : neys

CAST

Lee Dong Hae (Super Junior)

Choi Si Won (Super Junior)

Cho Kyu Hyun (Super Junior)

Park Jung Soo (Super Junior)

Park Jae Mi

Cho Yeon Hae

Yoon Ji Hyeon

Kim Chae Sun


_Kim Chae Sun PoV_

“Karena… Dia…”

“Apa? Dia kenapa? Wajahmu benar-benar menunjukkan bahwa kau mengkhawatirkannya saat itu.”

“Sudahlah. Kau tidak perlu tahu siapa dia. Lagipula…”

“Dia mantan kekasihmu, oppa?” lagi-lagi aku menyela-nya.

“Mwo?”

“Dia mantan kekasihmu? Apa tebakanku salah?”

“Aish! Apa yang sedang kau bicarakan sih?”

“Aku hanya ingin tahu kenapa tunanganku tampak sangat mengkhawatirkan gadis lain, tepat di hari pertunanganku. Itu saja, oppa.”

“Sudahlah, Sun. Aku lelah, aku mau istirahat dulu.”

“Jamkkan.”

“Waeyo?”

“Lelah? Kau dari mana?”

“Semalam aku menginap di apartment Kyu.”

“Bukan di apartment gadis itu kan?”

“Ya! Apa sih yang sedang kau bicarakan ini? Berhentilah bertanya hal yang tidak-tidak.”

“Arasseo. Aku pulang dulu. Setidaknya aku tahu bahwa dia mantanmu kan?”

“Ya! Kau ini…”

“Dia mantan kekasihmu kan, oppa?”

“Ne. Sudah pulanglah…”

Tak lama dia masuk ke dalam apartment-nya dan langsung menutup pintu. Ia bahkan tidak menawari aku untuk masuk setelah aku menunggunya cukup lama.

Siapa sih gadis itu? Bukankah sudah menjadi mantan? Kenapa terlihat sangat terpukul? Apa mereka masih saling mencintai? Kapan oppa putus dengan gadis itu? Lalu, kenapa dia bisa muncul di hari pertunanganku? Aku harus menemui gadis itu dan mendapatkan jawaban dari semua pertanyaanku sendiri.

Aku melangkahkan kakiku ke apartment Kyu oppa. Dia pasti tahu tentang gadis itu.

“Annyeong oppa!” sapaku saat aku sudah berada di depannya, di depan pintu apartment-nya.

“Ne. Annyeong, Chae Sun! Masuklah…” ia mempersilahkanku masuk dan duduk di sofa.

“Ada apa kau mencariku?”

“Apa benar kemarin Dong Hae oppa menginap di sini?”

“Bagaimana kau tahu?”

“Dia sendiri yang mengatakannya padaku. Oke, sekarang aku tahu dia tidak berbohong. Lalu, sekarang aku ingin menanyakan tentang gadis yang kemarin tiba-tiba berlari keluar saat acara pertunanganku berlangsung.”

“Jae Mi?” gumamnya pelan.

“Oh, jadi namanya Jae Mi? oke. Ceritakan siapa dia dan apa hubungannya denga Dong Hae oppa.”

“Maksudmu?”

“Dia mantan kekasih oppa bukan?”

“Kau pun sudah tahu soal ini?”

“Baru tadi pagi.”

“Ne, Jae Mi adalah mantan kekasih hyung.”

“Dia masih mencintai oppa?”

“Mollayo. Kenapa kau menanyakan tentang perasaannya padaku?”

“Kalau begitu, beri aku alamatnya. Aku akan menanyakan hal-hal yang ingin aku tanyakan langsung padaya.”

“Kau? Menemui Jae Mi?”

“Ne. Kau tenang saja. Aku tidak akan menyakitinya. Aku tahu batasan.”

“Baiklah.” Dia mengambil kertas lalu menuliskan alamat Jae Mi kemudian memberikannya padaku.

“Gomawo. Aku pergi dulu.”

“Jalga.”

>>>

Aku bergegas menuju alamat yang Kyu oppa berikan padaku. Setelah menemukan tempatnya, aku memencet bel beberapa kali. Muncul seorang gadis membukakanku pintu. Sepertinya dia yang bernama Jae Mi. ya, karena aku tidak melihat mukanya saat pesta. Dia sedikit kaget saat melihatku. Wajar.

“Annyeong! Kim Chae Sun imnida. Apa kau yang bernama Jae Mi?”

“Ne. Park Jae Mi imnida.”

“Aku tunangan Dong Hae oppa.”

“Ne, aku tahu. Silahkan masuk.”

“Kau pasti bingung kenapa aku kemari. Sebelumnya, mian kalau aku menganggumu dengan kedatanganku ataupun dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan aku tanyakan padamu kelak.”

“Gwaenchanayo. Apa yang ingin kau tanyakan padaku?”

“Benar kau mantan kekasih Dong Hae oppa?”

“Mwo?”

“Jawab saja, Jae ah~ aku tidak akan marah padamu. Kau jawab saja semua pertanyaanku dengan jujur. Aku mengerti posisimu.”

“Ne, aku memang mantan kekasih oppa.”

“Kau masih mencintainya?”

“Chae Sun ah~ aku rasa kau tidak perlu menanyakan ini. Dia sudah jadi tunanganmu. Mana boleh aku mengatakan kalau aku masih mencintai tunanganmu?”

“Oke, aku anggap kau masih mencintainya.”

“Ya! Mana boleh begitu?”

“Sudahlah. Berapa lama kau menjadi kekasih oppa?”

“5 tahun. Sejak aku kelas 2 SMP.”

“Sayang sekali kalau begitu. Mian, aku sudah menghancurkan hubungan kalian.”

“Aniyo. Mungkin kami memang tidak berjodoh.”

“Yah, mungkin. Tapi sepertinya dia juga tidak berjodoh denganku.”

“Mwoya? Apa yang kau katakan?”

“2 tahun ia bersamaku. Raganya di sisiku, tapi hatinya tidak pernah ada bersamaku.”

“Chae Sun ah~, mianhae…”

“Kau tidak perlu memnta maaf padaku karena kau tidak bersalah. Oh ya, sebenarnya kapan kau resmi berpisah dengan oppa?”

“Beberapa waktu yang lalu. Beberapa hari menjelang pertunangan kalian. Mian, itu artinya dia masih berhubungan denganku saat kalian sudah menjalin hubungan. Kalau saja aku tahu kalian akan bertunangan, aku akan pergi dari hidupnya sejak 2 tahun yang lalu. Jeongmal mianhaeyo.”

“Aku sudah mengatakan padamu. Kau tidak bersalah. Sama sekali tidak. Itu artinya Dong Hae oppa masih sangat mencintaimu. Ia tidak mau melepasmu. Tapi mian, aku tidak bisa berbuat banyak. Pertunangan ini harus dilanjutkan. Aku mengerti tabiat appa-ku dan appa dari Dong Hae oppa. Lagipula aku pun terlanjur mencintai oppa.”

“Jeongmalyo? Baguslah kalau begitu. Setidaknya aku tahu bahwa kau mencintai oppa.”

“Hari itu, kau keluar saat acara pertunanganku berlangsung bukan? Kini aku tahu alasannya.”

“Ne, mianhae.”

_PoV end_


_Yoon Ji Hyeon PoV_

Beberapa hari ini Si Won nampak sedikit lebih diam. Saat ini dia sedang melamun di sofa apartment-ku. Aku tahu dia sedang memikirkan apa atau lebih tepatnya memikirkan siapa. Aku sendiri tidak terlalu paham dengan bagaimana perasaannya saat ini terhadapku. Aku percaya dia membutuhkanku, tapi aku sedikit ragu apa iya dia mencintaiku?

“Si Won ah~” dia menoleh padaku.

“Waeyo?”

“Non gwaenchana?”

“Ne, Ji Hyeon ah~. Hanya sedang memikirkan sesuatu.”

“Sedang memikirkan Jae Mi?”

“Ya! Bagaimana kau tahu? Kau paranormal ya?”

“Hahaha. Aniyo.”

“Mianhae. Aku bukannya masih mencintai Jae Mi. aku hanya mengkhawatirkan kondisi-nya. Karena aku tahu betapa dia sangat mencintai Dong Hae.” Aku terdiam mendengar perkataannya. Aku masih tetap berdiri di hadapannya.

“Ya! kau tidak sedang cemburu kan?” ucapnya sambil tersenyum aneh lalu menarik tanganku untuk duduk di sebelahnya. Aku membuang muka, berpura-pura sedang marah.

“Apa aku tidak boleh cemburu?”

“Aniyo. Aku senang kalau kau cemburu. Itu artinya kau sangat mencintaiku. Ya kan?” ucapnya sambil mengacak rambutku.

“Ya! Nanti rambutku berantakan.” Ucapku sambil menyingkirkan tangannya dari kepalaku.

“Ya sudah, kalau begitu seperti ini saja. Ini tidak akan merusak rambutmu kok.” Ucapnya lalu melingkarkan tangannya di bahuku. Aku sedikit kaget lalu tersenyum malu.

Perasaanku kini campur aduk. Aku bahagia tapi aku juga gugup. Tapi kini aku merasa sedikit lega. Sepertinya Si Won benar-benar mulai mencintaiku. Dan Jae Mi, sepertinya sekarang dia menyayangi gadis itu layaknya oppa kepada dongsaengnya.

“Kau tahu? Bagaimana perasaanku sekarang?” saat ini Si Won mengubah posisi duduknya, menghadap padaku sambil menggenggam jemariku. Apa ini mimpi? Kini aku benar-benar merasa bahwa kami adalah sepasang kekasih yang sedang kasmaran. Apa aku benar-benar sudah berhasil memiliki hati Choi Si Won-ku ini?

Aku hanya menggeleng menanggapi pertanyaannya.

“Aku benar-benar merasa beruntung karena memilikimu di sisiku. Saat aku masih terpuruk karena Jae Mi, kau selalu ada di sisiku. Perlahan namun pasti, kau menghapus semua perasaanku padanya dan menggantikan semua ingatanku tentangnya dengan semua hal tentangmu. Perasaanku yang dulu pada Jae Mi, kini berubah menjadi rasa sayang layaknya saudara. Sementara kau, berhasil membuatku memikirkanmu setiap detik. Karena kalau kau menghilang sedetik saja, sepertinya ada sesuatu yang hilang.”

“Ya! Tak kusangka ternyata kau pandai merayu, Tuan Choi Si Won! Hahaha.”

“Aku tidak sedang merayumu, jagiya…” ucapnya sambil tersenyum.

“Apa? Apa? Kau memanggilku apa? Hahaha.” Ucapku sambil berlari menjauh darinya. Ia pun mengejarku.

Kami berkejar-kejaran di dalam apartment-ku. Sampai akhirnya aku berlari ke arah balkon dan dia berhasil menangkapku, tepatnya dengan memelukku dari belakang.

“Kau tidak bisa kemana-mana lagi sekarang. Hahaha.”

Aku melepaskan tangannya. “Kau curang! Larimu kan memang secepat kuda?”

“Ya! Tidak perlu manyun begitu kan? Hahaha.”

Dia membenamkan kepalaku di dadanya. Memelukku dengan erat. Tak lama kemudian aku membalas pelukannya.

“Gomawo, karena kau selalu ada di sisiku. Gomawo, sudah mempercayakan hatimu padaku. Gomwo, karena sudah bersedia menjadi gadis yang mencintai dan kucintai. Saranghae, Ji Hyeon ah~”

DEG!

Akhirnya aku mendengar kata-kata itu langsung dari mulutnya. Kata-kata yang telah aku nantikan sejak lama. Akhirnya aku mendapatkan hatimu, Choi Si Won.

“Na ddo saranghae, Si Won ah~”

_PoV end_


_Lee Dong Hae PoV_

Hari ini hari pertama kuliah di tahun ajaran baru. Aku berangkat bersama Chae Sun. ya, dia juga kuliah di kampus yang sama denganku. Begitu juga dengan Jae Mi, Yeon Hae dan Kyu Hyun.

Aku sedang duduk di beranda kampus. Sebenarnya kelasku baru akan dimulai 2 jam lagi, tapi karena aku berangkat bersama Chae Sun terpaksa aku harus menunggu di kampus.

Aku duduk sambil memainkan handphone-ku. Melihat kembali foto-fotoku bersama dengan Jae Mi satu persatu. Hanya dengan cara ini aku dapat melepas rasa rinduku padanya. Sekarang aku sudah tidak berhak untuk memeluknya, menggandeng tangannya apalagi berharap untuk tetap ia cintai.

Saat aku menoleh ke arah gerbang aku melihat mobil Kyu Hyun dan Jung Soo masuk. Aku melihat Yeon Hae turun dari mobil Jung Soo dan… Jae Mi turun dari mobil Kyu Hyun? Jae Mi berangkat bersama dengan Kyu Hyun? Dadaku rasanya sesak sekali. Perih.

“Hyung!!!” Kyu Hyun menyapaku sambil melambaikan tangannya. Aku balas melambaikan tangan sambil tersenyum.

Mereka berempat berjalan menghampiriku. Perasaanku benar-benar tak karuan.

“Kau tidak ada kelas, oppa?” tanya Yeon padaku.

“Ani. Aku tidak ada kelas.” Aku menatap Jae Mi tapi ia sedang menatap ke arah lain. Memandang ke sekeliling kampus.

“Lalu? Kenapa kau datang sepagi ini?” tanya Yeon lagi.

“Chae Sun kan mahasiswa baru.” Saat aku menyebut nama Chae Sun, aku melihat Jae Mi menoleh padaku. Sesaat setelah tatapan mata kami bertemu, ia kembali memandang ke arah lain.

“Oh. Kau benar! Ya sudah aku juga harus segera masuk. Kajja, Jae Mi ah~!”

“Aku masuk dulu, oppa.” Ucap Jae Mi pada Kyu Hyun. Kyu Hyun pun mengangguk.

“Aku masuk juga ya, oppa?” Ucap Yeon Hae pada Jung Soo.

“Ya! tidak ada yang berpamitan padaku?”

“Arasseo! Aku dan Jae Mi masuk dulu ya?” Yeon Hae berpamitan padaku, sekaligus mewakilkan Jae Mi. Sedangkan Jae Mi hanya membungkukkan badannya sekilas padaku dan berlalu begitu saja bersama dengan Yeon Hae. Ia tidak mengatakan satu kata pun padaku. Jae Mi ah~, mianhae.

“Kalian ada kelas pagi?”

“Aniyo. Kita berdua tidak ada kelas pagi. Hanya mengantarkan mereka berdua saja.”

“Kau sudah jadian dengan Yeon Hae, Soo?”

“Mwoya? Aniyo, Hae ah~ sedang dalam proses. Hahaha.”

“Ara… Ara… Aku yakin tidak lama lagi aku akan mendapat undangan makan gratis darimu. Hahaha.”

“Tunggu saja.”

“Lalu kau Kyu?”

“Aku? Waeyo?”

“Jae Mi?”

“Apa yang sedang kau coba tanyakan padaku, hyung? Jae Mi tidak mungkin melupakanmu secepat itu.”

“Ani. Aku hanya ingin melihatnya kembali seperti dulu.”

“Itu perlu waktu, hyung. Kau tenang saja, aku akan menjaganya semampuku.”

“Aku ingin sekali menjaganya, Kyu.”

“Dan mengambil semua resiko yang ada?”

“Ya. Menghadapi semua resiko yang ada.”

“Kau yakin? Appa-mu?”

“Aku yakin ia akan baik-baik saja. Akhir-akhir ini bukankah kesehatannya sudah sangat baik?”

“Lalu Chae Sun?” kali ini Jung Soo yang bertanya.

“Dia pasti mengerti.”

_PoV end_


_Park Jae Mi PoV_

Hari pertama kuliah berjalan lancar. Belum bisa dibilang kuliah sih. Baru pengenalan kampus dan organisasi-organisasi yang ada.

Kegiatan ini cukup membantuku untuk melupakan kesedihanku.

Aku dan Yeon Hae tidak satu jurusan. Ia mengambil jurusan sastra sementara aku mengambil jurusan pariwisata.

Aku teringat dengan kejadian tadi pagi. Aku dan oppa tidak berbicara sama sekali. aku sendiri tidak tahu mengapa aku bersikap seperti tadi. Mian, oppa aku tak bermaksud untuk mendiamkanmu.

“Jae Mi!!!” aku menoleh ke arah suara tersebut.

“Chae Sun???”

Ia berjalan mendekat ke arahku. Ada perlu apa lagi ya dia?

“Bagaimana hari ini?”

“Menyenangkan. Kau ambil jurusan apa di sini?”

“Aku? Jurusan musik. Kau?”

“Pariwisata.”

“Bagaimana kalau kita ngobrol di café depan kampus saja?”

“Café? Boleh. Sebentar aku beritahu yang lain dulu.” Aku mengambil handphone-ku lalu mengetik pesan untuk Yeon Hae dan Kyu oppa. Memberi tahu mereka bahwa aku sedang berada di café bersama dengan Chae Sun.

“Kajja!”

>>>

Aku dan Chae Sun membahas banyak hal. Mulai dari kuliah, cita-cita kami di masa yang akan datang, hari-harinya bersama Dong Hae oppa juga tentang masa laluku bersama oppa. Tapi aku tidak bisa terlalu lama berbincang dengannya. Karena Kyu oppa dan yang lain bersikukuh untuk menungguku jadi akhirnya kami memutuskan untuk pulang saja dan melanjutkannya di lain kesempatan.

Kali berjalan keluar café. Saat hendak menyebrang jalan, Chae Sun berjalan mendahuluiku. Dia menyebrang terlebih dulu. Jalan memang awalnya sepi, tapi aku mendengar suara klakson yang sangat nyaring dan panjang. Lalu saat aku menoleh ke arah kiri, aku melihat sebuah sepeda motor melaju dengan sangat kencang.

“Chae Sun ah~ awas!!!”

BRUK…

– – – To be continue – – –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s