[Series] Star Of Love – Part 4

Fiuh! Finally! Selesai juga part ini. Awal-awal ketik part ini berasa jauh lebih geje daripada part 3. Tapi puji Tuhan agak kebelakang udah agak mending. Hehehe…

Semoga ga mengecewakan ya part 4-ku ini. Amen. Amen. Amen.

Tapi part ini lebih pendek dari part-part sebelume, ga nemu ending yang pas kalo dilanjutin. Hehehe.

Don’t forget to leave your comment or thumb… Thank you…

Selamat membaca, kawan!!! ^_^

= = = = = = =

Title : Star of Love

Author : neys

CAST

Lee Dong Hae (Super Junior)

Choi Si Won (Super Junior)

Cho Kyu Hyun (Super Junior)

Park Jung Soo (Super Junior)

Park Jae Mi

Cho Yeon Hae

Yoon Ji Hyeon

Kim Chae Sun


_Park Jung Soo PoV_

Apa kabar gadis itu ya? Gadis yang selalu diceritakan teman-teman. Apa benar dia mencintaiku? Lalu kenapa dia tidak berusaha mendekatiku? Bahkan aku hanya mengetahui namanya saja. Cho Yeon Hae. Seperti apa wajahnya juga tidak tahu. Tapi kenapa orang-orang de sekitarku mengetahuinya? Apa aku saja yang terlalu cuek?

Aku melangkahkan kakiku ke kampus. Aku hendak menyelesaikan urusan administrasi.

Setelah menyelesaikan urusanku aku melangkah ke kantin. Aku melihat seseorang yang sepertinya juga dari Korea sedang duduk sendiri.

“Samimasen.”

Ia menoleh ke arahku. Dan langsung bertanya padaku dalam bahasa korea. “Kau orang korea ya?”

“Bagaimana kau bisa tahu?”
”Terlihat dari logat bicara-mu yang sangat korea. Duduklah.”

“Park Jung Soo imnida.”

“Lee Dong Hae imnida. Sebentar-sebentar, namamu Park Jung Soo? Sepertinya aku pernah mendengar namamu sebelumnya. Di mana ya?”

“Hahaha. Apa aku seterkenal itu?”

“Ya! Kau sudah lama tinggal di Jepang?”

“Sejak SMP.”

“Wah sudah lama ternyata. Kalau begitu kau akan sangat membantu selama aku di sini.”

“Jinjja? Waeyo?”

“Karena aku belum mahir berbahasa Jepang.”

“Tenang saja aku akan membantumu, Hae. Ngomong-ngomong kenapa memlih untuk kuliah di Jepang?”

“Appa-ku yang menyuruhku kuliah di Jepang.”

“Sepertinya kau tidak ingin kuliah di sini ya? Wajahmu benar-benar kusut.”

“Jinjja? Tergambar sejelas itukah dari wajahku?”

“Ne, pasti ada seseorang yang special di sana. Ya kan?”

“Hahaha. Tentu saja.”

“Kau tinggal di mana?”

“Aku tinggal bersama sepupuku, Cho Kyu Hyun.”

“Cho Kyu Hyun?”

“Hm… Dulu dia tinggal bersama adiknya, Yeon Hae. Tapi sekarang Yeon Hae melanjutkan sekolahnya di Korea.”

“Yeon Hae? Dia sepupumu?”

“Kau mengenalnya?”

Aku menggeleng. “Aku tidak mengenalnya tapi aku sangat ingin mengenalnya. Yang aku tahu, adik sepupumu itu mengenalmu.”

“Aigo! Aku ingat sekarang. Aku pernah mendengar namamu itu di rumahku. Jae Mi mengatakan bahwa pria yang disukai oleh Yeon Hae itu berrnama Park Jung Soo.”

“Jinjja? Ternyata dia benar-benar menyukaiku.”

“Tapi entahlah sepertinya ia enggan menceritakan tentangmu. Bahkan wajahnya berubah sedih seolah menahan air mata.”

“Jeongmalyo? Aku bahkan tidak pernah bertemu langsung dengannya. Pertemukan aku dengannya, Hae!”

“Hahaha. Ternyata kau tidak seperti yang kubayangkan. Aku pikir Park Jung Soo itu seseorang yang dingin sehingga adikku sampai seperti itu.”

“Aku memang dingin pada wanita. Tapi sepertinya adikmu ini sedikit berbeda.”

“Jangan macam-macam dengan adikku, Soo? Hahaha.”

Aku pulang dalam keadaan bahagia, akhirnya aku mendapat titik terang tentang gadis itu. Aku memang bodoh! Saat teman-teman berkata bahwa Yeon Hae menyukaiku, aku malah tidak menghiraukannya dan menganggap mereka sedang bercanda denganku. Tapi ternyata aku salah. Mian, Yeon. Aku tidak tahu ternyata kau malah bersedih gara-gara aku. Hm… Cho Yeon Hae. Seperti apa ya dia?

_PoV end_


_Yoon Ji Hyeon PoV_

Selama beberapa hari ini aku sudah semakin dekat dengan Si Won. Entah kenapa jika mengingatnya aku akan merasakan suatu kebahagiaan tersendiri. Apa iya aku jatuh cinta?

TING TONG! TING TONG!

Sepertinya Si Won sudah datang. Hari ini kami akan ke perpustakaan untuk membeli buku-buku yang kira-kira bisa membantu kami selama kuliah.

“Kajja!”

Usai membeli buku kami makan siang bersama di sebuah café.

“Bagaimana kehidupanmu selama di Seoul, Wonnie?”

“Hm… Begitu saja. Bersekolah, berteman, menyukai gadis lalu patah hati. Hahaha.”

“Wah, kau patah hati lalu kabur ke sini? Siapa gadis yang tega menolakmu?”

“Dia tidak pernah menolakku. Dia sudah punya kekasih, Hyeon. Dan kekasihnya itu sahabatku sendiri.”

“Jinjja? Sudahlah, mungkin dia memang tidak ditakdirkan untukmu, Won.”

“Ne, kau benar. Sekarang aku sedang berusaha melupakannya. Tapi rasanya masih sulit. Aku masih terus memikirkannya setiap hari. Apalagi dia sendirian di Seoul.”

“Sendiri? Kekasihnya?”

“Di Jepang. Kalau aku tahu Hae akan melanjutkan kuliah di Jepang, aku akan tetap berada di Seoul untuk menjaga gadis itu.”

Tiba-tiba dadaku terasa sesak saat dia mengucapkan hal itu padaku. Sepertinya dia masih sangat mencintai gadis itu. Bisakah aku membuatnya melupakan gadis itu dan hanya menatapku?

“Tapi sekarang, aku akan berusaha melupakannya. Sekeras apapun aku akan tetap berusaha.” Ucapnya sambil tersenyum padaku. Aku membalas senyumnya.

_PoV end_


_Lee Dong Hae PoV_

Hari ini Kyu Hyun kembali ke Jepang. Apa saja yang ia lakukan di sana? Ia di Seoul sampai liburan berakhir. Dasar! Membuatku iri saja.

Semenjak hari itu aku belum bertemu lagi dengan Chae Sun. Baguslah pikirku, sampai pada hari ini appa kembali memanggilku ke kantornya.

“Appa mencariku?”

“Duduklah, Hae. Appa ingin memberi tahumu sesuatu.”

“Tentang?”

“Chae Sun tentu saja.”

“Ada apa dengan dia?”

“Tidak ada apa-apa. Appa hanya ingin memberitahukan bahwa appa sudah menetapkan pertunangan kalian berdua akan diadakan 2 tahun lagi, setelah Chae Sun lulus sekolah.

“Mwo??? 2 tahun lagi? Secepat itu?”

“Ne, dan kalian akan menikah setelah dia lulus kuliah.”

“Mwo? Menikah? Appa, aku mohon.”

“Appa hanya mau kau menjawab iya, Hae.”

“Appa…”

“Sudah, kembalilah ke apartment-mu. Aku sudah menyiapkan makan malam untuk kalian di restaurant. Kalian harus sering-sering bertemu sebelum bertunangan agar sudah saling tahu dan dekat. Aku tidak sabar menunggu hari pernikahanmu dengannya, Hae.”

“Appa…”

>>>

Aku sedang duduk berdua di restaurant bersama Chae Sun. dia tampil menawan malam ini tapi aku tetap tidak bisa berhenti memikirkan Jae Mi.

“Oppa, 2 tahun lagi kita akan bertunangan bukan? Aku tidak sabar menanti hari itu.”

Aku tidak menjawabnya dan tetap fokus pada makananku.

“Oppa, kalau begitu sekarang kita adalah sepasang kekasih bukan? Berarti aku boleh memanggilmu jagi bukan?”

Aku tersedak mendengar perkataannya. Dia memanggilku jagi? Jae Mi saja bahkan belum pernah memanggilku seperti itu.

“Mwo?”

“Ne, jagiya. Wah, senangnya aku sudah memiliki seorang kekasih yang baik dan tampan sepertimu. Teman-temanku pasti iri padaku.”

“Kau…”

Kata-kataku terhenti karena handphone-ku bergetar. Aku melihat siapa yang menelepon.

^_^ My Star ^_^ calling…


Oh my God! Jae Mi meneleponku. Terpaksa aku menolak panggilannya. Tapi sepertinya Chae Sun menyadarinya.

“Telepon dari siapa, jagi? Angkat saja.”

Handphone-ku kembali bergetar. Jae Mi lagi.

“Yeoboseyo”

“Oppa! Kenapa barusan kau menolak panggilan dariku?”

“Aniyo, Jae ah~ aku sedang di luar.”

“Telepon dari siapa, jagi?”

“Jagi??? Kau sedang bersama dengan seorang wanita, oppa? Kau sedang bersama kekasihmu yang baru?”

“Aniyo Jae ah~. Aku…”

“Kau bahkan tidak berani memanggilku jagiya seperti biasanya, oppa.”

“Jae ah~ nanti aku akan menghubungimu lagi.”

KLIK.

Jae Mi langsung memutuskan sambungan telepon. Kenapa Chae Sun harus bertanya sih? Bagaimana aku harus menjelaskan pada Jae Mi?

“Siapa, jagi?”

“Aniyo. Kau lanjutkan saja makanmu. Setelah itu aku akan langsung mengantarmu pulang.”

“Pulang? Jagiya, aku masih mau jalan-jalan.”

“Lain kali saja. Hari ini aku sedang malas keluar.”

*Kyu Hyun’s apartment*

Aku langsung menelepon Jae Mi setelah aku sampai apartment. Aku meneleponnya sekali, tidak diangkat. Dua kali, masih tidak diangkat. Tiga kali, lama baru kemudian ia mengangkat teleponku.

“Yeoboseyo.”

“Jae Mi ah~ jangan salah paham padaku.”

“…”

“Jagiya, tadi aku benar-benar sedang di luar. Aku sedang makan dengan teman baruku.”

“Jeongmalyo? Teman?”

“Ne, hanya teman biasa.”

“Ye, teman wanita yang baru kau kenal dan memanggilmu jagiya. Aku baru tahu hal seperti itu, Lee Dong Hae.”

“Jagiya, jangan marah padaku. Percayalah aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa.”

“Aku tidak marah.”

“Kau marah. Kau akan memanggilku hanya dengan nama saja jika kau sedang marah padaku. Panggil aku oppa, Jae ah~.”

“Oppa, aku mungkin tidak ada di sana menemanimu. Tapi aku selalu di sini untuk menunggumu. Jujur, mendengar ada seorang wanita lain memanggil kekasihku jagiya aku sangat sakit, oppa.”

“Mianhae, jagiya. Percayalah aku hanya mencintaimu.”

“Ne, saranghae, oppa.”

“Jeongmal bogoshipoyo, jagiya.”

“Ne. Aku mau tidur dulu. Jalja.”

KLIK.

Lagi-lagi dia memutuskan sambungan terlebih dahulu.  Aku memang bodoh! Bagaimana bisa aku menyakiti hati Jae Mi?

_PoV end_


_Park Jae Mi PoV_

2 years later

Hari ini hari kelulusanku. Sebenarnya aku sangat berharap oppa bisa datang menemaniku. Tapi dia bilang dia tidak bisa.

“Jae Mi ah~ !!!”

Aku menoleh dan mendapati Kyu oppa sedang berdiri bersama Yeon Hae sambil membawa dua buket bunga mawar.

“Oppa!!!” akupun berjalan ke arahnya.

“Untukmu.” Aku menerima bunga pemberiannya.

“Gomawo.”

“Ini juga untukmu.”

“Kenapa dua-duanya untukku?”

“Yang barusan kau terima adalah pemberianku. Sementara yang ini adalah pemberian hyung. Oh ya, ada kartunya. Kau baca saja.”

Dear my star, Park Jae Mi…

Mian, jagiya aku tidak bisa menemanimu saat ini. Padahal saat aku lulus kau adalah orang pertama yang memberiku ucapan selamat. Tapi kini aku malah tidak bisa mengucapkannya secara langsung padamu.
Meskipun hanya lewat kartu ini, aku akan tetap mengucapkannya padamu.
“Chukaeyo, jagiya!”
Each day I love you more.
I’ll always be your love and you’ll always be my star.

Love,
Lee Dong Hae

Tanpa aku sadari air mataku tumpah. Aku segera mengusapnya.

“Gomawo oppa, sudah menyampaikan kartu ini padaku.”

“Aku rasa kau sangat merindukannya, Jae Mi ah~.”

Aku mengangguk pelan. “Andai dia ada di sini menemaniku. Oh ya, lusa aku akan ke Busan.”

“Jinjja? Untuk apa?”

“Aku akan mengunjungi saudaraku di sana, oppa. Oh ya, Yeon! Bukankah Si Won sunbae ada di Busan? Semoga saja aku bisa bertemu dengannya di sana.”

“Kalau kau bertemu dengannya sampaikan salamku ya? Bilang cepat kembali dan berkumpul bersama-sama lagi.”

“Arasseo.”

_PoV end_


_Yoon Ji Hyeon PoV_

A week later

Aku sudah membulatkan tekadku untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya aku rasakan pada Choi Si Won. Aku tidak bisa terus-terusan memendamnya sendiri. Aku tidak peduli apa dia juga mencintaiku atau tidak. Yang paling penting aku tidak perlu memendam perasaan ini lagi.

Aku mengajaknya untuk jalan-jalan di taman kota.

“Wonnie ah~”

“Ne?”

“Bolehkah aku berbicara jujur padamu mengenai perasaanku yang sebenarnya?”

“Tentu saja.”

“Saranghae, Woonie ah~”

Dia menatapku tidak percaya. Dia hanya diam. Aku menunggunya mengatakan sesuatu.

Cukup lama ia diam sampai akhirnya dia menoleh padaku sambil tersenyum.

“Mungkin sekarang aku memang belum mencintaimu sebesar rasa cintamu padaku. Tapi percayalah suatu hari aku pasti mencintaimu dengan sepenuh hatiku, Ji Hyeon ah~”

“Maksudmu?”

“Aku akan belajar mencintaimu. Jadi, tetaplah di sisiku. Aku tidak ingin terluka untuk yang kedua kalinya. Selama 2 tahun ini, aku sadar aku sudah bergantung padamu. Dan aku rasa aku memang tidak sanggup jika kau harus pergi dari sisiku.”

“Wonnie…”

Tiba-tiba ia memelukku. Pelukan yang sudah aku nantikan sejak lama. Gomawo, wonnie ah~ karena sudah memberiku kesempatan untuk membuatmu jatuh cinta padaku.

_PoV end_


_Choi Si Won PoV_

Aku tidak menyangka Ji Hyeon akan mengungkapkan perasaanya padaku hari ini. Mungkin aku memang belum mencintainya, tapi aku akan belajar. Aku harus melupakan semua perasaanku pada Jae Mi. Harus.

Did I ever tell you how you live in me
Every waking moment, even in my dreams
And if all this talk is crazy
And you don’t know what I mean
Does it really matter
Just as long as I believe

I will love again
Though my heart is breaking

I will love again
Stronger than before
I will love again
Even if it takes a lifetime to get over you
Heaven only knows, I will love again
People never tell you
The way they truly feel
I would die for you gladly
If I knew it was for real
So if all this talk sounds crazy
And the words don’t come out right
Does it really matter
If it gets me through this night

If I’m true to myself, nobody else can take the place of you
But I’ve got to move on, tell me what else can I do

I will love again
One day I know, I will love again
You can’t stop me from loving again, breathing again
Feeling again
I know, one day, I’ll love again

(Lara Fabian – I Will Love Again)

 

Aku dan Ji Hyeon sedang berada di dalam toko buku. Bisa dibilang ini tempat favorit kami berdua. Hampir setiap ada waktu luang kami ke toko buku. Aku dan dia memang sama-sama gemar membaca.

“Si Won sunbae?”

– – – To be continue – – –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s