[Series] Star Of Love – Part 3

Hey! Hey! Hey! Part 3-nya sudah datang!!! Ga tau ya, tapi aku ngerasa part 3 ini agak geje. Bingung, mesti bagi ke 3 setting plus ngetik dalam keadaan feel sedang melayang-layang ke part-part selanjutnya. Hehehe…

Don’t forget to leave your comment or thumb… Thank you…

Selamat membaca, kawan!!! ^_^

= = = = = = =

Title : Star of Love

Author : neys

CAST

Lee Dong Hae (Super Junior)

Choi Si Won (Super Junior)

Cho Kyu Hyun (Super Junior)

Park Jae Mi

Cho Yeon Hae

Yoon Ji Hyeon

Kim Chae Sun


_Lee Dong Hae PoV_

Saat ini udara yang aku hirup bukan lagi udara kota Seoul. Aku sudah sampai di Jepang.  Tokyo, tepatnya. Aku dijemput oleh Kyu Hyun di bandara. Hari-hari berat sepertinya sudah menantiku. Aku menatap ke luar lewat jendela mobil.

“Aku dengar kau punya seorang kekasih di Seoul. Bagaimana dia?”

“Bagaimana apanya?”

“Dia tahu apa tujuanmu ke Jepang, hyung?”

Aku menggeleng. “Dia cuma tahu kalau aku akan kuliah di sini.”

“Kau tidak memberitahunya? Kau belum memutuskannya, hyung?”

Mendengar pertanyaannya aku langsung menoleh dan menatapnya tajam.

“Aku tidak akan pernah memutuskannya, kyu!”

“Kau jelas tahu suatu hari kau harus memutuskannya. Atau kau menunggu gadis itu memutuskanmu?”

“Dia tidak akan memutuskanku.”

“Mungkin dia tidak akan memutuskanmu. Tapi dia akan memintamu untuk memutuskanmu, hyung.”

“Tidak akan pernah, kyu!”

“Hyung…”

Aku mengangkat tanganku tanda aku tidak ingin melanjutkan pembicaraan ini. Dia pun tak bersuara lagi.

“Aku pinjam handphone-mu.” Ucapku pada kyu.

“Untuk?”

“Meneleponnya.”

“Yeoboseyo.”

“Jagiya, aku sudah sampai di Jepang.”

“Ne? Syukurlah kalau kau sudah sampai, oppa.”

“Kau baik-baiklah di sana. Jangan macam-macam. Araji?”

“Araji. Kau juga. Ingat kau masih punya aku di Seoul. Hahaha.”

“Aku akan selalu mengingatnya.”

“Saranghae, oppa.”

“Na ddo saranghae, jagiya. Sudah ya, kyu memandangku terus dari tadi. Nanti aku telepon lagi kalau aku sudah punya nomor sendiri. Bye.”

“Bye.”

KLIK

“Masih bisa berkata-kata mesra padanya? Padahal beberapa waktu lagi kau harus menyakitinya dengan sangat dalam. Kenapa tidak melepasnya dari sekarang sih, hyung?”

“Kita bicarakan lain kali saja, kyu.”

*Kyu Hyun Apartment*

Aku merebahkan diriku di tempat tidur salah satu kamar di apartement milik Kyu Hyun. Selama di Jepang aku akan tinggal di sini.

“Hyung, keluarlah. Aku sudah menyiapkan makan siang.”

“Ne.”

“Hari ini kau akan ke kampusmu kan? Kau mau aku antar?”

“Tidak usah. Gomawo, kyunnie ah~.”

“Oh ya, soal gadismu itu. Aku tidak akan membahasnya lagi sampai kau ingin membahasnya denganku. Aku hanya tidak ingin kalian sama-sama terluka.”

“Ye, jeongmal gomawoyo kyunnie ah~. Aku bukan tidak mau membahasnya. Tapi aku tidak sanggup. Aku terlalu mencintainya. Aku tidak mau berpisah dengannya. Aku tidak mau melihatnya menangis. Kalau aku memutuskannya, bisakah ia menerimanya?”

“Hyung, aku mengerti perasaanmu. Tapi kita tahu bahwa kita tidak punya pilihan. Kita tahu siapa appa-mu. Dan kita juga tahu tentang penyakitnya yang semakin membuat kita tidak bisa membantah semua perintahnya.”

“Justru itu. Bagaimana aku harus menjelaskan semua ini pada Jae Mi? Bantu aku, kyu.”

Aku bisa merasakan air mata mengalir dari kedua mataku. Mengapa aku serapuh ini? Tidak bisakah aku berjuang demi Jae Mi? Tapi aku sangat menyayangi appa. Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan appa.

“Aku bisa membantumu menjelaskan pada Jae Mi, hyung.”

“Andwae! Aku ingin menyampaikannya sendiri pada Jae Mi. aku tidak mau ia mendengar hal ini dari orang lain. Itu pasti akan membuatnya semakin sakit.”

“Kapan?”

“Entahlah. aku mandi dulu. Terima kasih untuk makan siangnya.”

“Hm…”

_PoV end_


_Choi Si Won PoV_

Hari ini aku harus ke kampus untuk mengurusi kuliahku. Aku berjalan dengan tergesa-gesa hingga aku bertabrakan dengan seseorang.

“Mian. Aku tidak sengaja.”

“Ne, gwaenchana.”

“Choi Si Won imnida.”

“Yoon Ji Hyeon imnida. Manasseo bangapseumnida.”

“Kau mahasiswi baru?”

“Ne, kau juga?”

Aku mengangguk. “Maaf, aku sedang terburu-buru. Sampai jumpa kembali.”

Dia kembali mengangguk sambil tersenyum.

Usai menyelesaikan urusan kuliahku, aku memutuskan untuk ke kantin. Aku kelaparan karena belum makan dari pagi.

Saat aku sampai di sana aku melihat gadis yang tadi pagi kutabrak. Usai membeli makanan, aku menghampirinya.

“Annyeong! Boleh aku duduk di sini?” dia menoleh padaku.

“Tentu saja.” Aku pun duduk di depannya.

“Kau ambil jurusan apa, Hyeon?”

“Aku mengambil jurusan seni rupa.”

“Jinjja? Kalau begitu kita satu jurusan.”

“Wah, kebetulan sekali ya? Senangnya aku sudah punya teman. Padahal kukira aku akan sendiri di sini.”

“Hahaha. Kau gadis yang menyenangkan.”

>>>

Aku sudah berada di apartemenku. Duduk diam di sofa. Aku memikirkan Jae Mi. bagaimana keadaannya sekarang? Dong Hae akan melanjutkan kuliahnya ke Jepang. Itu berarti dia akan sendiri di Seoul. Sebenarnya aku ingin menemaninya, tapi untuk apa kalau itu hanya akan menyakitiku?

Jae Mi ah~ aku harap kau akan baik-baik saja.

Tiba-tiba handphone-ku bergetar.

From : Yeon Hae
Oppa, bagaimana kabarmu di sana? Hae oppa sudah sampai di Jepang.

To : Yeon Hae
Aku baik-baik saja. Jinjja? Aku titip Jae Mi kalau begitu. Jangan sampai dia kesepian. Hehehe.

From : Yeon Hae
Ara… Ara… Hey! Kau tahu kau sedang meminta pada siapa? Aku kan sepupu Hae oppa, kekasih Jae Mi. Hahaha.

To : Yeon Hae
Biar saja. Siapa suruh hae memiliki kekasih seperti Jae Mi. sudah-sudah, aku tidak mau mereka salah paham.

From : Yeon Hae
Temukan gadismu di sana, oppa. Aku yakin hari ini kau sudah bertemu dengan seorang gadis bukan?

To : Yeon Hae
Kau paranormal ya?

From : Yeon Hae
Berarti dugaanku tepat. Chukaeyo! Percayalah, dia gadismu! Hahaha.

To : Yeon Hae
Konyol! Hahaha.

From : Yeon Hae
Hahaha.

Aku tersenyum membaca pesan-pesan dari Yeon Hae. Ada-ada saja anak itu. Aku jadi teringat pada gadis tadi. Yoon Ji Hyeon. Cukup menarik. Aish! Aku pasti sudah gila sekarang.

_PoV end_


_Park Jae Mi PoV_

Oppa baru saja meneleponku. Ia baru saja pergi tapi aku sudah sangat merindukannya. lalu bagaimana aku bisa bertahan selama 4 tahun? Semoga aku sanggup.

When, I saw you for the first time
I knew you were the one
You didn’t say a word to me
But love, was in the air

Then you held my hand
Pulled me into your world
From then on my life
Has changed for me

Now I’ll never feel lonely again
Coz you are in my life

Love…
How can I explain to you
The way I feel inside when I think of you
I thank you for everything that you showed me
Don’t you ever forget that I love you

Love, I know that someday real soon
You’ll be right next to me
Holding me so tight
So I will always be yours
Although we can’t be together now
Remember I am here for you

And I know you’re there for me
Whenever I want to be with you
I just close my eyes and pretend you’re near
I see you, I touch you, I feel you, like real

Nothing can ever change what I feel inside

How long must I be far away from you?
I don’t know dear, but I know we are One

(Lee So Jung – One)


Tiba-tiba handphoneku bergetar.

From : +6xxxxxxxxx
Annyeong! Ini aku sepupu Dong Hae hyung. Aku akan ke Seoul beberapa hari lagi. Dan aku ingin bertemu denganmu. Apa kau bisa?

Sepupu oppa? Ada perlu apa dia mencariku?

To : +6xxxxxxxxx
Ne. Jika kau sudah sampai hubungi saja aku.

From : +6xxxxxxxxx
Hm… Aku akan menghubungimu lewat adikku saja, Yeon.

To : +6xxxxxxxxx
Kau oppa-nya Yeon? Kyu Hyun oppa???

From : Kyu oppa
Ya! Apa kau mengenalku?

To : Kyu oppa
Aku Jae Mi. Kau lupa padaku, oppa?

From : Kyu oppa
Jae Mi??? Aku tak menyangka ternyata kekasih hyung itu kau???

To : Kyu oppa
Hahaha. Tidak menyangka bukan aku kembali muncul di hidupmu? Senang sekali aku bisa ngobrol denganmu lagi, oppa. Kau menghilang begitu saja sejak kau lulus SD.

From : Kyu oppa
Hahaha. Jangan ingat-ingat masa lalu. Hati-hati saat bertemu denganku.

To : Kyu oppa
Kenapa memangnya???

From : Kyu oppa
Aku sudah jauh lebih tampan daripada dulu. Jadi hati-hati kau nanti malah tertarik padaku. Hahaha.

To : Kyu oppa
Itu tidak mungkin. Hahaha. Sudah, cepatlah datang. Aku merindukanmu!!!

From : Kyu oppa
Tunggu saja. Aku pasti datang mengganggumu. Hahaha.

Kyu oppa. Aku tidak menyangka akan bertemu lagi dengannya. Setelah Yeon Hae sekarang aku akan bertemu dengan Kyu oppa. Whoah! Aku benar-benar merindukannya!!!

_PoV end_


_Cho Kyu Hyun PoV_

Aku benar-benar tidak menyangka bahwa kekasih hyung adalah Jae Mi, sahabat Yeon. Yeon hanya bilang bahwa hyung sudah memiliki kekasih. Kenapa dia tidak bilang kalau gadis itu ternyata Jae Mi? Wah! Aku benar-benar merindukan gadis kecil itu.

“Ya! Kenapa kau senyum-senyum sendiri seperti orang gila begitu?”

“Kau sudah pulang, hyung?”

“Ne. Kau kenapa? Tampak bahagia sekali? baru dapat telepon dari gadis yang kau sukai?”

“Tidak juga. Hanya senang saja akhirnya aku menemukan sahabat lamaku.”

“Jinjja? Bahagia sekali sepertinya. Pasti dia orang yang sangat baik sampai mau berteman denganmu.”

“Ne, kau benar. Jae Mi memang sangat baik.”

“Mwo? Jae Mi?”

“Iya. Kau kenapa? Iya. Jae Mi yang kumaksud adalah kekasihmu itu.”

“Ya! Kau jangan macam-macam Kyu!”

“Aniyo, hyung. Kau tenang saja. Dia itu sahabat adikku. Juga sahabatku.”

“Ye, aku percaya padamu. Awas kau macam-macam?”

“Oh ya, beberapa hari lagi aku mau ke Seoul untuk menemuinya.”

“Mwo???”

Aku hanya tersenyum lalu masuk ke kamarku.

Several days later at Seoul

Aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam pekarangan rumah hyung. Aku tidak memberitahu Yeon. Aku yakin ia pasti akan terkejut melihatku.

Aku mengetuk pintu itu beberapa kali.

KRIEK…

“OPPA!!!” Yeon berteriak dan langsung memelukku.

“Hahaha. Apa kau begitu merindukanku?”

Dia melepaskan pelukannya lalu meninju bahuku pelan. “Apa yang kau lakukan di sini? Kenapa tidak memberitahuku kalau kau akan kemari? Menyebalkan!”

Aku mengacak rambutnya.

“Babo! Ini namanya kejutan! Hahaha,”

“Oppa, untunglah kau datang. Beberapa hari tinggal sendiri tanpa Hae oppa membuatku merasa sangat kesepian.”

“Mana Jae Mi?”

“Kau sudah tahu?”

“Dasar! Kau adik nakal ya? Mau menyembunyikan Jae Mi dari aku? Ayo, antar aku ke rumahnya. Aku benar-benar merindukannya.”

*At Jae Mi’s house*

KRIEK…

“Jae Mi!!!”

Aku langsung memeluknya begitu tahu ia yang membuka pintu. Sekarang dia sudah menjelma menjadi seorang gadis yang sangat menawan. Ia jauh lebih cantik dibanding saat kecil dulu.

“Oppa, kau memelukku terlalu erat.”

“Hahaha. Mian, aku terlalu bahagia bisa bertemu denganmu lagi.” Aku melepas pelukanku.

“Masuklah.”

Aku dan Yeon Hae masuk ke dalam rumah Jae Mi.

“Mana orang tua-mu?”

“Seperti biasa. Bisnis di luar kota.”

“Kau masih seperti dulu ya? Sering sendirian.” Dia hanya tersenyum.

“Kau benar, oppa. Sekarang kau sudah jauh lebih tampan.”

“Apa kubilang? Makanya jangan menatapku terus ya? Hahaha.”

“Huuu!” Jae Mi menooyor kepalaku pelan.

“Ya! Beraninya kau!”

“Hahaha.”

“Oppa! Aku pergi dulu ya? tiba-tiba ketua klub mengadakan rapat.”

“Aigo! Rapat apa di tengah libur begini. Ya sudah, jangan pulang malam-malam.”

“Ara… Bye, Jae Mi.”

“Jae ah~ kita makan di luar yuk! Tidak enak hanya berdua saja di dalam rumahmu.”

“Kau benar. Kajja!”

>>>

“Sudah berapa lama kau menjadi kekasih hyung?”

“Hm… Sudah 3 tahun.”

“Sudah 3 tahun dan aku baru tahu??? Kau benar-benar adik yang berbakti, Jae! Ceritakanlah padaku tentang hubunganmu dan hyung selama ini.”

“Ya! jadi kau ke korea hanya untuk menanyakan hal-hal semacam ini? Bahkan jika kau tahu kekasih oppa itu bukan aku?”

Aku menggeleng. “Hanya padamu aku akan bertanya seperti ini.”

“Lalu? Jika ternyata bukan aku?”

“Aku akan menyuruh gadis itu untuk putus dari hyung.”

“Mwo?”

Gawat! Aku keceplosan!

“Aniyo, maksudku aku tidak rela jika hyung memiliki kekasih yang tidak baik. Kalau kau kekasihnya aku percaya. Hehehe.”

“Jinjja? Aku sangat merindukan oppa. Apa dia juga merindukanku ya? Aku bisa gila jika jauh darinya terlalu lama.”

“Kau benar-benar akan gila jika suatu hari dia meninggalkanmu?”

“Apa maksudmu, oppa? Daritadi omonganmu aneh sekali. Sangat mencurigakan. Apa kau mengetahui sesuatu yang tidak aku ketahui?”

“Aniyo. Aku hanya penasaran saja.”

“Entahlah, aku tidak sanggup membayangkannya.”

“Kau benar-benar mencintai hyung ya?”

“Ne, kalaupun suatu hari nanti dia meninggalkanku. Mungkin aku akan gila karena kehilangan. Tapi aku akan merelakannya, asalkan dia bahagia.”

“Kau baik sekali, Jae ah~. Beruntung sekali hyung memiliki kekasih sepertimu.”

“Kau berlebihan, oppa! Hahaha.”

Jae Mi ah~ perkataanmu barusan membuatku semakin tidak tega untuk mengatakan yang sebenarnya padamu. Bagaimanapun juga kau harus mendengar hal sebenarnya langsung dari mulut hyung. Tapi kapan hyung akan mengatakannya karena aku tahu ia akan sangat berat untuk melepasmu.

Kau terlalu baik untuk tersakiti Jae ah~. Andai ada yang bisa kulakukan untukmu.

_PoV end_


_Cho Yeon Hae PoV_

Sebenarnya tidak ada rapat hari ini. Ketua juga tidak menghubungiku. Aku pergi setelah aku mendapat pesan dari temanku di Jepang bahwa hari ini ia melihat Jung Soo oppa sedang berjalan bersama dengan seorang gadis. Aku tidak tahu, hanya dengan mendapat kabar seperti itu saja, aku harus pergi menyendiri dan menangis. Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Aku bukanlah siapa-siapa di mata Jung Soo oppa. Lalu apa yang sebenarnya aku harapkan? Dari dulu dia tidak pernah menganggapku ada. Tapi kenapa aku tidak bisa menghilangkan bayangannya dari benakku???

Park Jung Soo. Haruskah aku masih mengingatmu? Padahal kau tak pernah mengingatku. Bahkan dadaku terasa sesak saat mengingatmu. Hatiku pedih dan air mataku tumpah bila aku mendengar sesuatu yang bekaitan denganmu. Haruskah kau menyiksaku seperti ini, Park Jung Soo???

_PoV end_


_Lee Dong Hae PoV_

Sudah 3 hari Kyu Hyun berada di Seoul dan belum memberiku kabar apa-apa. Apa saja yang ia lakukan di sana? Kenapa tidak segera kembali. Argh!

Hari ini aku harus ke kantor appa. Perasaanku tidak enak. Pasti dia akan membahas hal-hal yang paling tidak ingin kubahas.

Park Jae Mi. Apa kau akan memahami keputusan yang aku ambil? Apa kau akan membenciku? Jeongmal mianhaeyo, jagiya.

Jika suatu hari kau mengetahui yang sebenarnya apa kau akan memaafkanku?

Aku melajukan mobil Kyu Hyun ke kantor appa. Tak lama kemudian aku sudah sampai dan aku di antar ke ruangan appa.

“Kau sudah datang, Hae. Duduklah.”

“Ne, appa. Jeongmal bogoshipoyo.”

“Kau tahu kenapa appa memanggilmu kemari?”

Aku menggeleng.

“Appa ingin membicarakan tentang masa depanmu. Mengenai Kim Chae Sun.”

“Appa… Apa kita harus membahasnya sekarang?”

“Harus, Hae. Bagaimanapun juga kan dia calon istrimu.”

Aku ingin menangis mendengar appa mengatakan bahwa calon istriku adalah Kim Chae Sun. Aku ingin calon istriku bernama Park Jae Mi, appa.

“Hari ini appa ingin kau bertemu dengan dia. Appa sudah memesan satu meja di salah satu restaurant. Nanti appa siapkan supir saja untuk mengantarmu. Tapi sebelumnya kalian harus menjemput Chae Sun terlebih dulu. Dan appa hanya mau jawaban iya darimu, Hae.”

“Ne, appa.”

>>>

Aku sedang dalam perjalanan menuju ke apartment Chae Sun. dia tinggal sendiri karena orang tuanya terlalu sibuk berbisnis di luar Jepang. Aku benar-benar tidak ada semangat untuk makan malam dengannya.

Aku mengetuk pelan pintu apartmentnya. Tampak seorang gadis memakai dress berwarna biru membukakan pintu untukmu. Pasti dia orangnya. Cantik, tapi aku tidak mencintainya.

“Annyeong! Lee Dong Hae imnida.”

“Kim Chae Sun imnida. Banggawoyo, oppa.”

“Kita berangkat sekarang?”

“Ne. Kajja!”

Dia pun keluar lalu mengunci pintu apartmentnya dan berjalan sambil memegang lenganku.

Apa yang dia lakukan? Apa dia rela-rela saja dengan perjodohan ini? Aish!

*At restaurant*

Aku dan dia duduk berhadapan di salah satu meja. Dia tampak bersemangat. Dia benar-benar aneh! Benarkah ia merelakan dirinya begitu saja untuk dijodohkan denganku?

“Oppa, kenapa kau tidak memakan makananmu?”

“Ne.”

“Kau tidak suka ya makan malam denganku?”

“Aniyo. Kau jangan salah paham begitu. Aku hanya…”

“Araseo. Kau tenang saja. Aku mengerti kok.” Ucapnya sambil terenyum.

“Aku ingin bertanya sesuatu padamu. Aku harap kau tidak tersinggung.”

“Tanyakan saja.”

“Hm… Kenapa kau sepertinya tampak tenang sekali dengan perjodohan ini. Bagaimanapun ini sebuah perjodohan bukan kekasih pilihanmu sendiri.”

“Kenapa tidak? Karena aku merasa pilihan appa sudah sangat tepat. Aku percaya pada appa-ku. Dan aku sekarang membuktikannya sendiri.”

“Maksudmu?”

“Kau memang pria yang bisa diperhitungkan. Aku rasa aku dapat dengan segera jatuh cinta padamu, oppa.”

“Mwo???”

– – – To be continue – – –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s