[Series] Star Of Love – Part 1

Annyeong!!! Ini FF mini series pertamaku. Awalnya sih mau dibikin two shoots aja, tapi ternyata pas ketik ide berkembang kemana-mana. So, akhirnya aku putuskan untuk bikin FF ini jadi mini series. Aku juga masih belum tahu FF ini bakal sampe berapa part. Ya dinikmati saja lah. Hahaha.

Oh ya, mian belum bisa posting part 2 alias lanjutan yang kemaren. Belum selesai, hampir ga terjamah malah. Hehehe. FF part ini lebih cepet selesei ternyata. Soalnya aku kerjainnya di kantor. Jadi pas nganggur, ketik-ketik deh. Karyawan durhaka! Hahaha.

Don’t forget to leave your comment or thumb… Thank you…

Selamat membaca, kawan!!! ^_^

= = = = = = =

Title : Star of Love

Author : neys

CAST

Lee Dong Hae (Super Junior)

Choi Si Won (Super Junior)

Park Jae Mi

Cho Yeon Hae


_Choi Si Won PoV_

Hari ini hari pertamaku duduk di bangku kelas 3 SMU Namsik. Entah kenapa aku bersemangat sekali hari ini masuk sekolah. Rasanya ingin sekali melihat murid-murid baru. Aish! Tumben sekali aku tertarik dengan hal-hal seperti ini?

*Namsik High School*

Aku melihat banyak wajah-wajah baru tapi pandanganku terhenti pada seorang gadis yang duduk di bawah pohon sambil membaca buku. Dia kelihatan tenang. Dan dengan memandang wajahnya, hatiku terasa damai. Tanpa aku sadari aku berjalan ke arahnya.

“Annyeong!” aku menyapanya sambil tersenyum

Dia mendongakkan wajahnya lalu menatapku selama beberapa detik lalu kembali menatap bukunya baru kemudian membalas sapaanku.

“Kau murid baru juga?”

“Oh, bukan. Aku sudah kelas 3. Kau murid baru kan? Kenapa tidak bergabung dengan yang lain?”

Dia tersenyum. “Untuk apa? Nanti saja di kelas.”

Aku bingung hendak berkata apa, lantas aku mengambil posisi duduk di sebelahnya.

Kita berdua terdiam untuk beberapa saat. Sampai aku melihat dia menutup buku yang sedari tadi ia baca.

“Sudah selesai?” dia mengangguk.

“Apa kau suka membaca?” tanyaku lagi. Jelas-jelas dia suka membaca. Kalau tidak mana mungkin dia membaca dalam keadaan seperti ini, di hari pertamanya masuk sekolah.

Dia kembali mengangguk dan bangkit berdiri.

“Maaf, sunbae. Aku pergi dulu.” Ucapnya sambil membungkukkan badannya.

“Jamkan.” Aku menahan pergelangan tangannya. Dia menatapku heran.

“Choi Si Won imnida. Siapa namamu?”

“Joneun Park Jae Mi imnida. Banggawoyo, sunbae.” Ia tersenyum lagi. Hatiku bergetar melihat senyumnya.

“Ne, banggawoyo.” Aku melepaskan genggamanku dan melihatnya pergi meninggalkanku.

Usai kepergiannya. Aku larut dalam pikiranku sendiri. Park Jae Mi, gadis manis yang beru pertama kali kutemui tapi berhasil membuatku memikirkannya terus. Dia tidak cerewet seperti kebanyakan gadis jika berkenalan denganku. Justru terkesan pendiam. Tapi entahlah, aku menyukai caranya meresponku. Dan sekarang aku ingin lebih mengenalnya. Setidaknya aku tahu siapa namanya. Awal yang bagus.

“Ya! Apa yang sedang kau pikirkan sampai senyum-senyum begitu?” seseorang menepuk pundakku.

“Ya! Dong Hae! Kau mengagetiku saja!” ucapku sambil menoyor kepalanya pelan.

_PoV end_


_Park Jae Mi PoV_

Aku merasakan ada seseorang berjalan ke arahku. Aku bisa mendengar derap langkahnya yang perlahan.

“Annyeong!” dia menyapaku.

Aku mendongakkan kepalaku. Aish! Siapa dia? Aku tidak tertarik pada perkenalan macam ini.

Setelah lumayan lama aku duduk bersamanya, aku memutuskan untuk pergi. Beberapa menit lagi kelas pertama akan dimulai dan aku tidak mau terlambat hanya karena aku duduk berdua dengan senior di bawah pohon.

*At Class*

Aku memasuki ruang kelasku. Sudah banyak teman-teman seangkatanku yang berkumpul. Aku memandang mereka sekilas lantas duduk di bangku kosong di baris paling belakang. Seseorang di depanku menoleh.

“Annyeong, Jae Mi ah~!” sapanya.

“Yeon Hae? Kau bersekolah di sini juga?” pekikku melihat Yeon Hae di depanku.

“Kau tidak melanjutkan SMUmu di Jepang?” tanyaku lagi.

Dia menggeleng.

“Aku rindu padamu, Jae Mi! Makanya aku meminta untuk bersekolah di sini saja bersamamu. Hehehe…”

Aku bangkit dari bangkuku lalu memeluk sahabat lamaku erat. Sahabatku sejak SD.

“Bagaimana kehidupanmu di Jepang? Sudah adakah orang yang mengisi hatimu?” godaku pada Yeon Hae.

“Aniyo. Aku menyukai seseorang tapi sudahlah.” Ia terlihat enggan menceritakan hal itu padaku.

“Apa dia…” kata-kataku terhenti karena ada seseorang masuk ke dalam kelas.

“Pagi semua! Jung Yong Hwa imnida. Mulai hari ini aku adalah wali kelas kalian.”

_PoV end_


_Choi Si Won PoV_

*At Cafetaria*

Apa dia akan ke kantin ya? Hm… Kenapa aku gugup sekali. Aku memainkan bolpoint yang tidak sengaja terbawa olehku. Mungkin aku terburu-buru ke kantin untuk melihatnya. Karena aku rasa dia pasti ke kantin istirahat ini.

Dan sepertinya Dong Hae menyadari sikapku yang sedikit aneh.

“Ya! Kau kenapa? Gelisah sekali dari tadi?”

Aku menoleh cepat ke arahnya.

“Aniyo, aku hanya menunggu seseorang.”

“Jinjja? Nuguya? Pasti seorang yeoja bukan? Aish! Akhirnya!”

“Ya! Kenapa kau berkata seperti itu? Seolah-olah aku ini tidak pernah menyukai seorang yeoja saja.”

“Bukankah memang begitu kenyataannya?” dia terkekeh.

“Ya!” aku menoyor pelan kepalanya.

Tiba-tiba aku melihat dua orang gadis memasuki area kantin. Pandanganku tertumpu pada salah satu dari mereka. Ya, Park Jae Mi. Dia benar-benar datang.

Aku melihat mereka duduk di sudut kantin. Tiba-tiba Dong Hae bangkit berdiri.

“Aku ke sana sebentar ya?” pamitnya padaku sambil menunjuk meja Jae Mi. Mwo? Dia mau ke sana?

Ia menghampiri Jae Mi dan temannya itu. Dia duduk di sebelah Jae Mi. Ya! Kenapa dia duduk di sebelahnya?

Aku bisa melihat mereka ngobrol sangat akrab dan tertawa-tawa.

Apa Dong Hae mengenal Jae Mi? Aish! Kenapa dia bergerak secepat ini? Apa dia juga menyukai Jae Mi?

Aish! Pikiranku hanya dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan macam ini.

Lebih baik aku pergi saja dari sini. Aku mengambil handphoneku lalu mengetik pesan untuk Dong Hae. Mengatakan bahwa aku hendak kembali ke kelas duluan. Tak lama dia menoleh padaku sambil melambaikan tangannya.

Tapi aku tidak melihat Jae Mi menoleh padaku. Ukh!

Aku melangkahkan kakiku ke kelas enggan. Sebenarnya ingin berlama-lama di kantin untuk memandangnya. Tapi aku malas melihat ada Dong Hae di sebelahnya. Dan mereka nampak sangat akrab! Menyebalkan!

TEEEEET… TEEEEET…

Aku kembali duduk di kursiku.

“Ya! Kau melamun lagi?” lagi-lagi Dong Hae mengagetiku.

“Bisakah kau berhenti muncul tiba-tiba di hadapanku?”

“Mwo? Aku tidak tiba-tiba. Kau saja yang tidak memperhatikan kedatanganku. Kau ini aneh sekali hari ini!” ucapnya sembari beranjak untuk duduk di kursinya. Di samping kursiku.

Lee Dong Hae. Sahabat baikku. Aku mengenalnya di hari pertama sekolah. Aku dan dia satu kelas, sampai sekarang. Dia tipe orang yang setia. Setia kawan dan setia pada kekasihnya. Hm… Karena setahuku ia dan kekasihnya berpacaran sejak 2 tahun yang lalu. Tunggu! Seharusnya tahun ini kekasihnya itu masuk SMU. Kenapa Dong Hae tidak bercerita apa-apa padaku?

“Ya! Dong Hae ah~!” aku menepuk pundaknya. Dia menoleh padaku.

“Waeyo?”

“Bukankah tahun ini yeoja chingu’mu itu masuk SMU? Sudah lama sekali kau tidak bercerita tentang dia.  Bahkan kau tidak pernah mau memberitahuku namanya. Aish!”

Dia tertawa.

“Ya! Kenapa kau tertawa?”

“Tenanglah, dia sekolah di sini juga kok. Masa kau tidak menyadari siapa orang yang dari tadi kau tanyakan padaku itu? Aish! Aneh sekali kau ini!”

“Ya! Kau yang aneh. Kau pikir aku paranormal bisa mengetahui yang mana pacarmu dari sekian banyak murid baru di sekolah ini. Dan lagi! Sudah tahu dia bersekolah di sini kenapa tidak mengenalkannya padaku?”

“Haruskah?”

“Ne, aku kan sahabatmu. Masa pacarmu yang mana saja aku bahkan tidak tahu?”

Tawanya kembali meledak.

“Ara. Ara. Nanti pulang sekolah aku akan mengenalkan kalian berdua. Kau ini cerewet sekali, Si Won ah~!”

>>>

“Kajja!” ajak Dong Hae sambil menepuk pundakku.

“Kemana?”

“Aigo! Kau ini sudah pikun ya? Kau bilang ingin kukenalkan pada pacarku?”

“Oh iya! Mian, aku lupa!” ucapku sambil tersenyum.

Kami berdua keluar dari kelas lalu menyusuri lorong kelas 1, banyak murid-murid yang memandang kami berdua. Para yeoja pastinya. Bagaimana tidak? Aku dan Dong Hae bisa dibilang tampan.

Tunggu! Seharusnya aku bisa menemukan Jae Mi di sini. Dia kan kelas 1. Nah itu dia! Baru saja aku akan memanggilnya aku mendengar Dong Hae berteriak.

“Jagiya!”

Jae Mi menoleh dan tersenyum. Omona! Jangan katakan bahwa pacar Dong Hae adalah Jae Mi.

Dia berjalan kearah kami. Dia masih bersama temannya yang tadi.

“Jagi, kita pulang bersama-sama ya?”

“Ne, oppa.”

Dia menyahut, berarti benar Jae Mi adalah pacar Dong Hae bukan temannya itu.

“Annyeong sunbae!”

DEG! Dia menyapaku. Dan aku hanya bisa terpaku menatapnya. Jujur, aku kaget. Aku tidak tahu harus berkata apa-apa. Gadis yang aku sukai ternyata kekasih dari sahabatku sendiri. Bodohnya aku tidak menyadari kata-katanya tadi bahwa mengapa aku tidak menyadari siapa kekasihnya. Jelas-jelas aku tadi mengetahui mereka bersama di kantin. Aish! Tenangkan dirimu, Si Won!

Tunggu! Sepertinya aku familiar dengan wajah teman Jae Mi. Aigo! Dia Yeon Hae, adik sepupu Dong Hae. Aku benar-benar bodoh.

“Ya! Lagi-lagi kau melamun!” Dong Hae menoyor kepalaku.

“Mian.”

“Ne, gwaenchanna, sunbae.”

“Ara. Ara. Kenalkan ini Park Jae Mi, kekasihku. Jagi, kenalkan ini Choi Si Won, sahabatku. Oh ya satu lagi, ini ChoYeon Hae. Kau pernah melihat fotonya di ruang tamu bukan?”

Aku mengangguk. Mereka berdua tersenyum padaku.

“Sebenarnya aku sudah berkenalan dengannya tadi pagi.” Ucapku pelan.

“Jinjja?” Dong Hae bertanya pada Jae Mi.

“Ne, oppa. Tadi pagi saat aku sedang membaca buku. Dia datang menghampiriku. Sebenarnya aku malas menanggapinya. Tahu kalau dia sahabatmu aku tidak akan secuek itu. Hehehe.” Jelas Jae Mi panjang lebar.

“Ya! Kau tidak sedang berusaha mendekati kekasihku kan? Awas saja kalau kau berani!” lagi-lagi dia menoyor kepalaku.

Kali ini aku membalas menoyor kepalanya.

“Ya! Mana berani aku mendekati gadismu?”

Dia tertawa. “Bagusalah kalau begitu, kajja jagi!” dia berjalan sambil merangkul pundak Jae Mi.

GLEK!

_PoV end_


_Lee Dong Hae PoV_

Hari ini aku bahagia sekali. Akhirnya aku bisa satu sekolah lagi dengan orang yang aku cintai. Park Jae Mi, gadis yang menarik perhatianku sejak pertama melihatnya, 3 tahun yang lalu. Semakin hari aku semakin dekat dengannya karena kami satu klub. Semakin hari aku semakin merasakan bahwa aku membutuhkannya, lebih dari sekedar teman atau adik. Aku ingat, 1 tahun kemudian aku memberanikan diri menyatakan semua itu padanya. Tepat di hari kelulusanku.

#Flashback#

Hari ini adalah hari kelulusanku. Prosesi di sekolah selesai. Dan malam ini akan ada acara perpisahan. Setiap murid yang hadir diperbolehkan membawa pasangan ke acara ini. Dan, nama pertama yang muncul di benakku adalah Park Jae Mi.

To : My Jae Mi

Jae Mi ah~ bisakah kau menemaniku ke acara perpisahanku malam ini?


Beberapa saat kemudian handphone-ku bergetar.


From : My Jae Mi

Ne, sunbae. Jam berapa?


To : My Jae Mi

Jam 6. aku akan menjemputmu di rumah. Araji? ^_^


From : My Jae Mi

Ara… Ara…  Gomawo sudah mengajakku, sunbae.


To : My Jae Mi

Chon Maneyo. Aku yang berterima kasih karena kau sudah mau menemaniku. ^_^


Tak ada balasan lagi. Aku memasukkan handphone-ku ke saku. Aku bergegas, aku harus mempersiapkan diri untuk nanti malam.

>>>

*Jae Mi’s home*

Aku menghentikan mobilku tepat di depan rumahnya. Mengetuknya pelan. Pintu dibuka.

KRIEK…

Aku melihat dia berbalut dress manis berwarna hitam selutut. Wajahnya berbinar-binar memancarkan keceriaan. Aku terdiam beberapa saat menatapnya yang nampak begitu sempurna malam ini.

“Sunbae? Sunbae?” dia menggerak-gerakkan tangannya di depan wajahku.

Aku tersadar.

“Oh, kajja!”

-Pesta Perpisahan-

Aku menggandeng tangannya saat hendak masuk ke dalam. Aku bisa merasakan dia sedikit kaget, namun dia membiarkan aku menggandengnya. Aku akui, aku gugup saat menggandengnya.

Saat aku datang acara baru saja di mulai. Anak-anak dari klub musik sedang menunjukkan aksinya di panggung.

Aku menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan-lahan.

Aku benar-benar gugup karena sebentar lagi aku akan menyatakan perasaanku pada gadis di sebelahku ini.

“Jae Mi ah~ tunggulah aku sebentar di sini. Aku punya kejutan untukkmu.”

“Mwo? Kejutan?” aku mengangguk lalu meninggalkannya yang masih nampak bingung.

Aku bisa melihat dia terkejut saat melihatku berada di atas panggung.

Dia menyipitkan matanya. Sepertinya meyakinkan diri sendiri bahwa orang yang dilihatnya benar-benar diriku. Aku tersenyum padanya.

“Selamat malam semua. Malam ini merupakan malam yang special untukku. Selain karena ini adalah hari kelulusanku, malam hari ini aku juga ingin mengungkapkan sesuatu pada seorang gadis yang sangat berarti untukku.

Aku menatap Jae Mi dalam-dalam. Aku bisa melihat ekspresi wajahnya yang kebingungan. Membuatku ingin tertawa saja. Aku menyanyikan sebuah lagu.

I don’t know when it all started
When my head became dizzy with thoughts of you

These thoughts would often pop up in my mind
I feel anxious as my heart expands towards you

It’s nothing.. it’s just a little thing
Your words are awkward to me

Is it love? If you feel the same way, is it a beginning?
My heart keeps saying it loves you
It screams out for the whole world to hear
Why has it taken so long for me to hear it?
We’ve finally met, Finally found love

If I wanted to show you how I feel
The only way would be for you to become me

I’m already inside of you
Just like you’re inside of me

To each other (to each other)
We may already be too accustomed

Is it love? If you feel the same way, is it a beginning?
My heart keeps saying it loves you
It screams out for the whole world to hear
Why has it taken so long for me to hear it?
We’ve finally met. Finally found love

When I think about it (when I think about it)
I realize how many moments there were when my heart trembled
I’ll try as harder as I was late in realizing my feelings

I’ll be with you, I’ll only give you fond memories
Please don’t ever leave me again
Even the shortest moments without you make me uneasy
Please stay by me~

I already love you so much (you’re the only one)

(Howl & J – Perhaps Love)


Sepanjang lagu aku hanya menatapnya lekat. Sepertinya orang-orang pun menyadari siapa yang aku maksud. Mereka semua pun menatap kea rah Jae Mi.

Dia lucu sekali. wajahnya nampak kikuk. Mungkin juga malu.

Tapi tak apa, aku ingin membuat peristiwa ini begitu membekas. Jadi dia tidak akan mudah melupakanku.

Aku turun dari panggung lalu menghampirinya.

Saat aku sudah di hadapannya aku menggenggam jemarinya. Membawanya ke depan dadaku.

“Saranghae, Jae Mi ah~” ucapku sambil tersenyum. Dia diam. Tidak berkata apa-apa. Ekspresinya pun datar.

“Jae Mi ah~” aku memanggilnya. Dia tersenyum.

“Na ddo saranghae, sunbae.” Ucapnya pelan.

Mendengar jawabannya sontak aku langsung memeluknya. Dia membalas pelukanku.

“Gomawo, Jae Mi ah~ Gomawo, jagiya.”

“Chon maneyo, sunbae.”

Mendengar ucapannya aku melepas pelukanku.

“Berhentilah memanggilku sunbae, jagi. Panggil aku oppa, araji?”

“Ara… Ara… Kau manja sekali, oppa.”

Aku dan dia sama-sama tersenyum. Aku kembali memelukknya. Gadis ini sudah menjadi milikku.

#Flashback end#


“Oppa, kita mau kerumahmu dulu? Tidak langsung mengantarku pulang?” ia bertanya padaku saat ia menyadari arah jalan yang aku ambil.

“Kau mau langsung pulang, jagi? Kupikir kau masih mau bersama denganku dan Yeon Hae.”

“Aku mau, oppa. Tapi sepertinya aku agak lelah hari ini. Bisakah kau langsung mengantarku pulang? Nanti malam kalian mainlah kerumahku. Bagaimana?” ucapnya sambil melirik Yeon Hae yang duduk di bangku belakang.

“Sudahlah, oppa. Kasihan kan kekasihmu itu. Kau tega melihatnya sakit?”

“Baiklah, aku akan mengantarmu sekarang.”

_PoV End_


_Author PoV_

Several days later

Hari ini adalah hari ulang tahun Jae Mi. Dong Hae dan Si Won sama-sama sedang sibuk mempersiapkan sesuatu. Kado tepatnya.

Sejak hari perkenalan itu, Si Won semakin dekat dengan Jae Mi. Meski ia tahu bahwa ia sudah tidak pantas untuk berharap.

Mereka berdua melaju ke rumah Jae Mi dari rumah mereka masing-masing.

CIIIIT…

Mobil mereka berhenti berhadapan di depan rumah Jae Mi. Mereka keluar dari mobil masing-masing. Saling berpandangan sekilas kemudian tertawa bersama-sama.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Dong Hae pada Si Won.

“Memberi Jae Mi kado.”

“Kado? Kau tahu kalau hari ini dia ulang tahun?

Si Won mengangguk.

Dong Hae mengetuk pintu rumah Jae Mi pelan. Beberapa saat kemudian gadis itu muncul lantas mempersilahkan mereka berdua masuk.

“Kalian datang bersama?”

“Bukan bersama tapi bersamaan, jagi.”

“Jinjja? Ikatan batin kalian kuat sekali?”

“Saeng il chukae, jagiya!” ucap Dong Hae sambil mengecup pipi Jae Mi.

“Ini untukmu.” Ucap Dong Hae sambil menyerahkan bungkusan yang ia bawa.

“Gomawo, oppa.”

“Saeng il chukae, Jae Mi ah~”

“Ne, gomawo sunbae.” Ucap Jae Mi sambil menerima kado dari Si Won.

Dong Hae dan Si Won pun merebahkan tubuh mereka di sofa. Mereka duduk berseberangan. Lalu Jae Mi mengambil posisi di sebelah Dong Hae.

“Aku buka ya?” Tanya Jae Mi disambut dengan anggukan kedua pria tersebut.

Jae Mi membuka kado dari Si Won terlebih dahulu. Tampak sebuah kalung berliontinkan bintang yang sangat indah dan berkilau.

“Wah. Gomawo, sunbae. Jeongmal areumdawoyo.”

“Boleh aku memakaikannya untukmu?”

“Mwo?” Jae Mi sedikit kaget lalu ia menoleh pada Dong Hae seolah sedang meminta ijin padanya. Dong Hae pun mengangguk sambil tersenyum.

“Ne, sunbae. Kau boleh membantuku memakainya.”

Jae Mi bangkit berdiri lalu Si Won berdiri di belakang Jae Mi dan memasang kalung bintang itu di leher Jae Mi. Jantung Si Won berdegup sangat kencang.

Usai memakaikan kalung itu, Si Won kembali duduk di sofa. Kali ini Jae Mi memegang kado pemberian Dong Hae.

“Aku tidak mau membukanya sekarang. Nanti saja ya, oppa?”

“Ara. Terserah kau saja, jagiya. Kau pasti takut terharu dengan kado dariku kan?” ucap Dong Hae sambil mengacak rambut Jae Mi mesra.

“Aniyo. Hahaha.”

One year later

Hari ini adalah hari kelulusan Dong Hae dan Si Won. Dan malam ini juga akan diadakan pesta perpisahan. Seperti biasa setiap murid diperkenankan untuk membawa pasangan. Dong hae datang bersama dengan Jae Mi, tentu saja. Semenatara Si Won datang bersama dengan Yeon Hae.

Malam itu, seusai acara Dong Hae mengajak Jae Mi duduk di taman kota. Malam itu terasa sangat dingin. Musim masih belum berganti. Beberapa kali Jae Mi tampak menggosok-gosokkan tangannya. Menyadari hal tersebut, Dong Hae melepas jas-nya lalu memakaikannya pada Jae Mi.

“Gomawo, oppa.”

Dong Hae meraih jemari Jae Mi, menggenggamnya lembut. Jae Mi yang tidak mengerti apa yang akan Dong Hae katakan hanya memandang Dong Hae sedikit bingung.

“Jae Mi ah~. Gomawo sudah menemaniku selama ini. 3 tahun ini terasa sangat indah dan membahagiakan bagiku. Mianhae, jagi. Jeongmal mianhaeyo.”

“Kenapa kau meminta maaf padaku, oppa? Setahuku kau tidak melakukan kesalahan padaku.”

Dong Hae melepas genggamannya lalu memegang kedua pipi Jae Mi.

“Aku harus pergi, Jae Mi. aku harus meninggalkanmu.”

“Mwo???”

– – – To Be Continue – – –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s